Gatot Dewa Broto : Operator Telekomunikasi Segera Gunakan Menara Bersama

Jumat, 08 November 2013 8:49 am | bint005 | Berita Kementerian

Image
0
0
0
T T T

Jakarta,Kominfo - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo),Gatot S Dewa Broto mengatakan, Kemenkominfo kembali mengingatkan operator telekomunikasi terkait status kepemilikan menara yang digunakannya agar sesuai dengan aturan Menara Bersama.

 "Salah satu yang diatur dalam aturan itu adalah masalah status kepemilikan menara. Bisnis penyediaan menara secara tegas menutup peluang bagi investor asing menguasai secara langsung. Operator yang masih menguasai menara secara langsung atau melalui anak usahanya seharusnya menyesuaikan dengan aturan itu," ujar Gatot.

Menurut Gatot, pembangunan dan penyediaan menara telekomunikasi bersama diatur di dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri No. 18/2009, Menteri Pekerjaan Umum No. 07/PRT/M/2009, Menkominfo No. 19/PER/M.Kominfo/3/2009, dan Kepala BKPM No. 3/P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi, yang ditetapkan dan mulai berlaku sejak 30 Maret 2009.

Gatot juga menjelaskan, pada pertengahan tahun 2011, pemerintah merevisi SKB, khususnya terkait Pasal 28. Pasal ini menyebutkan tentang penggunaan satu menara bersama (tower sharing) di satu lokasi jika terdapat beberapa menara. Ketika itu, operator-operator meminta masa transisi hingga akhir Desember 2012 karena terkait masa sewa dan perizinan. 

"Hal yang harus diingat pada revisi tahun 2011 silam itu adalah masalah implementasi penggunaan satu menara. Nah, sekarang aturan ini harusnya berlaku penuh dua tahun setelah disahkan," ujarnya.

Menurutnya, operator harus secepatnya memiliki rencana bisnis terhadap menara yang masih dimilikinya, terutama bagi operator yang sahamnya dikuasai oleh investor asing. 

"Kita sadar operator itu banyak yang sewa menara ke penyedia menara, tetapi ada juga yang masih menguasai langsung atau melalui anak usahanya. Tidak dipungkiri operator di Indonesia ini kan ada asingnya," ujar Gatot.

Operator yang telah melepas sebagian menara miliknya adalah PT Hutchison CP Telecommunications (Tri), PT Bakrie Telecom Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk,  dan PT Indosat Tbk.

PT XL Axiata Tbk sempat memiliki niat untuk melepas sekitar delapan ribu menaranya sejak beberapa tahun lalu, tetapi belum mendapatkan pembeli ideal. Kabarnya, XL tengah merancang kembali melepas menaranya usai induk perusahaan, Axiata Group Berhad membentuk perusahaan properti yang fokus di bisnis menara.

Sementara Telkom tengah melakukan tender pelepasan sebagian saham anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dengan enterprise value sekitar Rp3 triliun. Telkom menunjuk Barclays Capital untuk aksi korporasi ini yang diikuti oleh PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Sarana Menara Nusantara.(Rmg).

0
0
0
comments powered by Disqus