FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
08 09-2017

508

Kominfo Uji Coba SMS Blast Informasi Bencana di Bali

Kategori Berita Kementerian | ivon001
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli (tengah) memberi penjelasan kepada wartawan tentang sistem penyampaian informasi bencana di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/9/2017) malam.

Nusa Dua, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan ujicoba kesiapan sistem SMS Blast informasi tentang bencana di Bali. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Ahmad M. Ramli mengatakan pengiriman SMS Blast melalui kerjasama dengan empat penyedia layanan seluler itu mampu menyebarkan pesan singkat maksimal lima menit.
"Response time itu dihitung sejak keluarnya informasi yang dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari uji coba barusan kita bisa lihat langsung, dalam waktu yang hanya lima menit, ratusan ribu SMS bisa dishare, dan bisa diakses oleh publik,” katanya di Ayodya Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (07/09/2017).
Sejak tahun 2015 Kementerian Kominfo dengan BMKG bersama penyedia layanan seluler membangun Sistem Penyampaian Informasi Bencana atau Pusat Penyampaian Informasi Kebencanaan melalui penyebarluasan short message service serentak (SMS Blast). Sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2016 pasal 13 ayat(2) menyatakan Uji coba penyampaian informasi kebencanaan dilaksanakan 2(dua) kali dalam 1 (satu) tahun pertama, dan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun untuk setiap tahun berikutnya.
SMS Blast merupakan suatu sistem penyampaian informasi kebencanaan melalui pesan singkat. Sebelumnya, ujicoba informasi kebencanaan sukses dilakukan di Provinsi DKI Jakarta mengenai penyebaran informasi bencana banjir untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Respons time atau waktu lima menit merupakan golden time untuk memberitahukan informasi tentang peringatan dini bencana ke masyarakat, terutama dalam bencana gempa bumi dan tsunami.
Pada tahap selanjutnya, Kementerian Kominfo akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyebaran informasi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu juga dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam hal informasi potensi gunung meletus dan evakuasi bencana.
Dirjen PPI Ramli mengharapkan program ini akan terus berlanjut dan mendapatkan dukungan seluruh stakeholders. "Kementerian Kominfo berharap program ini akan terus berlanjut dan mendapatkan dukungan baik dari operator telekomunikasi, kementerian, lembaga dan masyarakat. Semoga program ini dapat membantu penanganan dini dalam tanggap bencana guna mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh bencana," paparnya. (IM)

Berita Terkait

Kominfo Berdayakan MC Daerah Sosialisasi Pendidikan Politik Santun Bagi Masyarakat

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 27 Juni 2018 mendatang, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan me Selengkapnya

Menkominfo: Kita Bisa Wujudkan dengan Saling Membantu

Menteri Kominfo Rudiantara menyerukan Indonesia bisa melakukan apapun selama semua sektor saling membantu. Walaupun banyak keraguan dalam me Selengkapnya

Menkominfo Ajak Mahasiswa UMC Tingkatkan Literasi Digital

Upaya mengurangi konten negatif yang banyak beredar di media sosial menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah saja. Oleh karena Selengkapnya

Menkominfo Usulkan Bahasan Literasi Digital di Forum WSIS 2018

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengusulkan dalam pelaksanaan Forum The World Summit on the Information Society Forum (WSIS) 201 Selengkapnya