FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
12 09-2017

109

PT. Telkom Telah Memenuhi Keseluruhan Migrasi Layanan Telekomunikasi Satelit Telkom-1

SIARAN PERS NO. 154/HM/KOMINFO/09/2017
Kategori Siaran Pers

SIARAN PERS NO. 154/HM/KOMINFO/09/2017

Tentang

PT. Telkom Telah Memenuhi Keseluruhan Migrasi Layanan Telekomunikasi Satelit Telkom 1

Hari ini tanggal 12 September 2017, Menteri Komunikasi dan Informatika bersama Direktur Utama PT. Telkom melaksanakan konferensi pers mengenai pemulihan konektivitas layanan pelanggan yang sudah mencapai 100 % sejak Minggu pukul 24.00 WIB. Konferensi pers dilaksanakan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat.

Menkominfo Rudiantara menyampaikan apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh PT. Telkom maupun ekosistem pendukung karena telah fokus terhadap pemulihan konektivitas layanan pelanggan Satelit Telkom 1 yang sudah mencapai 100% sejak tanggal 10 September 2017. Menkominfo juga mengucapkan terima kasih bukan hanya kepada PT. Telkom tetapi juga kepada media yang senantiasa menyampaikan kepada publik karena dapat membangun kepercayaan di publik bahwa masalah ini bisa terselesaikan.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Kominfo sudah berkoordinasi dan berkoresponden dengan ITU untuk memastikan bahwa slot orbit yang akan digunakan oleh satelit PT. Telkom yang akan nanti diluncurkan aman.

PT. Telkom melakukan dua tahap dalam melakukan pemulihan konektivitas layanan pelanggan. Pertama penyediaan transponder pengganti yang selesai sesuai pada waktunya dan tahap kedua adalah melakukan repointing antenna ground segment untuk dialihkan atau diputar kembali dan disesuaikan dengan satelit pengganti yang baru. PT. Telkom berfokus pada pemulihan layanan maka mengoptimalkan seluruh alat produksinya khususnya konektivitas untuk bisa memastikan 15.019 sites sudah pulih,  baik  11.574 sites layanan ATM maupun 3.445 sites Non-ATM. Di dalam pemulihan layanannya, PT. Telkom memanfaatkan dua teknologi alternatif sebagai solusi temporer, yaitu repointing antenna parabola ground segment sebesar 81% , menggunakan sistem machine to machine (M2M) sebesar 14% kemudian menggunakan fiber optik sebesar 5%.

Direktur Utama PT. Telkom Alex J. Sinaga menyampaikan bahwa saat ini PT. Telkom membuat Posko monitoring kestabilan layanan konektivitas kepada pelanggan pasca pemulihan layanan Satelit Telkom 1 yang tugasnya untuk memonitor stabilitas sehingga para pelanggan bisa langsung menghubungi jika terdapat hal-hal yang tidak stabil untuk dapat diperbaiki kembali.

Posko monitoring kestabilan layanan konekstivitas ini juga akan mengawal migrasi dari solusi temporer untuk kembali ke solusi permanen dan tentunya perlu adanya koordinasi dengan para pelanggan apakah tetap menginginkan ke VSAT atau menggunakan solusi temporer tersebut menjadi solusi permanen. Proses konektivitas inilah yang akan menjadi tanggung jawab telkom dan pelangggan langsung maupun pelanggan VSAT  dan seluruh biaya reponting ditanggung oleh PT. Telkom.

 

Biro Humas

Kementerian Komunikasi dan Informatika

 

Berita Terkait

Siaran Pers No. 173/HM/KOMINFO/09/2017 Tentang Kehadiran Industri Digital Indonesia dalam ITU Telecom World 2017

Menteri Kominfo Rudiantara diminta oleh Sekjen ITU menjadi pembicara khusus pada acara opening session dari keseluruhan kegitan ITU Telecom Selengkapnya

Siaran Pers No. 172/HM/KOMINFO/09/2017 Tentang Pre-Lauching "Smart School Online" dan Kick Off Aku Netizen Unggul

Kementerian Kominfo berkolaborasi dengan stakeholder terkait telah menyelenggarakan rangkaian acara gerakan nasional literasi digital #siber Selengkapnya

Siaran Pers No. 171/HM/KOMINFO/09/2017 Tentang Penanganan Situs yang Meresahkan Masyarakat nikahsirridotcom

Kementerian Kominfo u.p. Ditjen Aptika Informatika telah menerima laporan mengenai adanya situs nikahsirridotcom yang sangat meresahkan masy Selengkapnya

Siaran Pers No. 170/HM/KOMINFO/09/2017 tentang Sayembara Bakti BP3TI Mengenai Pemanfaatan BTS USO

SAYEMBARA BAKTI BP3TI - SOLUSI TELEKOMUNIKASI SELULER UNTUK WILAYAH TERTINGGAL, TERLUAR, TERDEPAN dan KAWASAN PERBATASAN. Selengkapnya

comments powered by Disqus