FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 09-2017

640

Final Judging Digital Challenge, Jaring Solusi Asian Games 2018

Kategori Berita Kementerian | Viska
Dirjen Aptika Semuel A. Pangerapan saat pembukaan Final Judging Digital Challenge 2017 - ((AW))

Jakarta, Kominfo – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menyampaikan kompetisi Kompetisi Hackathon Online Digital Challenge 2017 diharapkan dapat menghasilkan suatu nilai tambah dan solusi dalam pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. “Ini adalah suatu kemajuan, saya lihat tadi peserta sudah sinkron dengan apa yang kita inginkan. Diharapkan kita bisa memberi nilai tambah, solusi bagi kelancaran pelaksanaan Asian Games,” katanya dalam sambutan Final Judging Digital Challenge 2017 di Ruang Anantakupa Kemkominfo, Kamis (28/09/2017).

Kompetisi itu merupakan kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Ericsson dan INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee). Final Judging merupakan tahapan terakhir Kompetisi Hackathon Online Digital Challenge 2017 yang telah berlangsung sejak Agustus lalu. Kompetisi yang diikuti oleh para pegiat aplikasi lokal itu menjaring pengembangan aplikasi mobile yang dapat digunakan saat perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Lebih lanjut Dirjen Aptika menyampaikan bahwa kompetisi ini dapat menjadi batu loncatan dalam upaya Kemkominfo mengembangkan bidang internet of things (IoT). “Ini bisa jadi batu loncatan untuk kerjasama selanjutnya, karena kami di Kemkominfo juga sedang menekuni bidang IoT. Memang ke depannya kita lihat IoT akan mengambil peran yang banyak di masyarakat,” tuturnya.

 

Peserta Terpilih

Terdapat 6 peserta terpilih yang lolos hingga ke tahap final, yang masing-masing terdiri dari tiga peserta untuk kategori Smart City Digital Services dan tiga peserta dalam kategori Sport Digital Experience. Peserta dalam kategori Smart City Digital Services adalah I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular dengan aplikasi Games Connect yang merupakan one-stop application yang memberikan layanan informasi jadwal pertandingan, video on-demand, sekaligus memfasilitasi pembelian tiket; Rendy Ariawindana dengan aplikasi Tracking Smart Police yang memudahkan pengguna melaporkan kejadian kriminal dan mendapat respon yang cepat dari petugas di lokasi terdekat; serta Ryan Agus Setiawan dengan aplikasi KLOP yang menghubungkan pengunjung dengan informasi dan layanan sesuai dengan tempat dan pertandingan yang didatangi.

Sementara untuk kategori Sport Digital Experience, terdapat peserta Najib Abdillah dengan aplikasi JKTPLM 2018 yang memudahkan pengguna mengakses jadwal pertandingan dan skor terkini pertandingan, Arthdi Putra dan Adetya Dyas Saputra dengan aplikasi Azams: Asian Games 2018 yang memudahkan supporter tim negara lain mendapat informasi terkait tujuan wisata terdekat, serta Wahyu Muhammad Rizqi dan Ringgit Algifari yang mengusung aplikasi Live BAGAS yang memberi informasi terkait Asian Games 2018 melalui perbincangan di Line. (VY)

Berita Terkait

Ketika Warga Bandung Semarakkan Fun Bike Jelang Asian Games 2018

"Sebagai salah satu tuan rumah yang akan mempertandingkan lima cabang olah raga pada ajang Asian Games 2018, seluruh elemen baik pemerintah, Selengkapnya

Kominfo Jamin Keandalan Akses Telekomunikasi dalam Asian Games 2018

"Fokus kami bukan cuma di pertandingan tapi juga di acara pembukaan dan penutupan di stadion GBK. Sebab perhatian terbanyak biasanya di pemb Selengkapnya

Menkominfo Ajak Balmon SDPPI Ikut Promosikan Asian Games 2018

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak seluruh pegawai yang bertugas di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio sebagai Unit Selengkapnya

Pemerintah Pastikan Keamanan TI Asian Games 2018

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat membahas strategi mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 bidang Keamanan Tekn Selengkapnya