FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
26 10-2017

673

Manfaatkan TIK untuk Kendalikan Ekonomi Digital

Kategori Berita Kementerian | srii003
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat memberikan paparan dalam Seminar Hari Oeang ke–71 dengan tema “2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing” di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Jakarta, Kominfo - Indonesia merupakan pasar ekonomi terbesar di dunia saat ini, oleh karena itu setiap warga negara harus bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk menopang dan mengendalikan ekonomi digital.  “Indonesia practically adalah pasar ekonomi terbesar di dunia saat ini. Tiongkok walaupun besar tetapi mereka tidak memperbolehkan adanya perusahaan atau tenaga asing masuk kesana. Jadi, melihat kenyataan ini kita harus bisa memanfaatkan kesempatan dengan sebaik–baiknya, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Seminar Hari Oeang ke–71 dengan tema “2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing” di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Dalam paparan mengenai Technology to Drive The Economic Digital, Menteri Rudiantara juga menyampaikan berbagai teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia.  “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya advance robotic, artificial intelligent, internet of things, mainframe to computing, digital payment systems dan 3D printing,” urainya.
Menurut Menteri Kominfo, pada Tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menjadi nomor lima dan nomor empat. "Dimana tahun lalu Gross Domestic Product (GDP) kita sebesar Rp940 Miliar, Katakanlah Rp1 Triliun. Pertama Tahun 2030 kita akan mencapai sebesar Rp2,4 Triliun dan kedua untuk demografi puncaknya di Tahun 2030," katanya.
Meski demikian, Menteri Rudiantara menyatakan hal itu bisa diwujudkan dengan kesiapan semua pihak.  "Tahun sekarang hingga tahun 2030 itu sangat pendek. Kita reform tahun 1998 itu sudah 19 tahun lalu namun rasanya seperti baru kemarin," ujarnya.
Menteri Kominfo menjelaskan perkembangan yang sekarang terjadi dan bagaimana perilaku setiap orang di Indonesia telah berubah dengan kehadiran teknologi. "Bagaimana sebenarnya kehidupan kita sehari–hari menggunakan gadget? Praktis itu kita lakukan dari pagi jam 00.00 sampai lewat dari jam 22.00. Baik smartphone, laptop atau yang lainnya, selama kita melek kita tuh dari waktu ke waktu tidak pernah lepas dari gadget. Ini dari sisi perangkat online," katanya.
Selanjutnya dari aspek ekonomi, ada tantangan untuk memastikan adanya kontribusi teknologi informasi dan komunikasi dalam perekonomian nasional.  "Berikutnya dari sisi ekonomi, Bu menteri ini pesan ke saya, tolong Tahun 2018 sektor anda tidak boleh tumbuh single digit harus double digit!," ungkap Menteri Kominfo seraya mengakui bahwa saat ini kontribusinya sektor komuninfo terhadap GDP masih kecil hanya 4%.
"Tapi dengan pertumbuhan yang double digit, pertumbuhan keuangan perbankan yang selama ini menjadi primadona di pertumbuhan ekonomi walaupun kontribusinya tidak besar namun di tahun kedua hanya sekitar 5-6% dari sebelumnya 9%," lanjutnya.
Menurut Menteri Rudiantara, hal itu bisa dilakukan dengan mengubah paradigma ekonomi dari berbasis komoditas menjadi berbasis layanan. "Ini seperti yang dikatakan Bu Mentri bahwa ekonomi kita ini mengalami perubahan dari ekonomi komoditas menjadi ekonomi services," jelasnya.
Menteri Kominfo mengajak setiap peserta untuk membayangkan perbubahan yang terjadi ketika beragam teknologi bisa dimanfaatakan dalam sektor ekonomi di Indonesia. "Bayangkan kalo beberapa teknologi yang akan meng-drive ke tahun 2030 dari digital ke arah perubahan teknologi advance robotic," katanya.
Meski mengakui adanya potensi pergeseran tenaga kerja, tapi Menteri Rudiantara menekannya adanya peluang kerja dan usaha baru. "Ya, akhirnya memang ada semacam kekhawatiran dimana tenaga kerja yang ada sekarang ini akan tergeser dengan yang namanya digital. Tapi justru yang namanya digital ini akan membuka lapangan perkerjaan baru," tandasnya.
Seminar yang dibuka Menteri Keuangan Sri Mulyani, selain menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga CEO Go-jek Nadiem Makarim, serta Pengurus Indonesian e-Commerce Association (idEA) Ignatius Untung. (Biro Humas/Sina).

Berita Terkait

Berharap Dampak Signifikan IMF-WB 2018 bagi Ekonomi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menyatakan Pemerintah berharap Annual Meeting International Monetary Fund-World B Selengkapnya

Manfaatkan Energi Bangsa untuk Galang Nasionalisme dan Bersatu

"Bayangkan jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh dari 260-an juta lebih penduduk negeri ini. Berce Selengkapnya

Menkominfo Apresiasi Upaya untuk Merawat Komunikasi Sosial

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi upaya komunitas Gereja Katolik yang sejak lama memberikan perhatian serius terha Selengkapnya

Tekan Harga Jual Ponsel, Kebijakan TKDN Untungkan Ojek Online

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah diberlakukan pemerintah s Selengkapnya