FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 11-2017

429

Generasi Milenial dan Perkembangan e-Commerce

SIARAN PERS NO. 212/HM/KOMINFO/11/2017
Kategori Siaran Pers

SIARAN PERS NO. 212/HM/KOMINFO/11/2017

Tanggal 03 November 2017

Tentang

Generasi Milenial dan Perkembangan e-Commerce

 

 

Keberadaan generasi milenial atau biasa juga disebut generasi Y merupakan potensi besar dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai generasi mileneal dapat memberikan harapan terhadap perkembangan ekonomi digital. "Ekonomi digital menggantungkan kepada inovasi dan kecerdikan melihat pasar baru yang belum ada sebelumnya," katanya dalam acara Generasi Milenial dan Perkembangan e-Commerce, di Sinarmas Land Plaza Lt. 39, Jakarta,  Jumat (03/11/2017).

Pada sambutannya, Menkominfo Rudiantara memberikan statement bahwa Indonesia memiliki potensi pasar ekonomi digital terbesar. Sebagai contoh, Tiongkok telah lama mempersiapkan ekonomi digital, sementara Indonesia tetap terbuka terhadap platform internasional tetapi tentunya perlu memberikan kontribusi nilai tambah bagi Indonesia.

Yang terjadi sekarang di Indonesia adalah shifting dari pola ekonomi konsumsi ke produksi, seperti yang terlihat dalam pertumbuhan ekonomi digital dua digit. Untuk dapat mengakomodasi perilaku dan faktor ekonomi digital maka Kemenkominfo menjajaki kerjasama untuk melakukan remodeling statstik nasional untuk memperhitungkan kegiatan ekonomi seperti online marketplace dan transportasi online.

Saat ini Pemerintah Indonesia telah memberikan kemudahan pada kebijakan – kebijakan yang diterapkan.

Untuk kebijakan di sektor ICT dilakukan pendekatan ekosistem Device, Network dan Applications. Dari sisi device, terkait aturan TKDN dan simplifikasi perangkat. Utamanya perubahan rugulasi ini bertujuan untuk menjaga engagement dengan pelaku pasar sehingga aturan TKDN bisa berhasil. Serupa halnya penyesuaian juga dilakukan di internal Kominfo dengan penyesuaian mindset termasuk proses simplifikasi sertifikasi agar sejalan dengan kondisi global supply chain sehingga Indonesia turut mendapatkan manfaat dari teknologi terbaru.

Dari sisi network, Kementerian Kominfo melakukan afirmative policy dengan mendorong operator mengimplementasikan 4G lebih awal dan menjalankan palapa ring dengan skema PPP agar mendapat kontribusi kemampuam teknis pihak swasta.

Dari sisi aplikasi, Indonesia sejauh ini sudah menghasilkan 3 unicorn: gojek, tokopedia, traveloka dan optimis 2019 bisa melampaui 5 unicorn. Program next indonesia unicorn untuk memperkenalkan startup indonesia yang potensial (telah dikurasi) sehingga memperoleh akses pendanaan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga menjelaskan bahwa generasi milenial memiliki karakteristik khusus ketika berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. "Generasi milenial memiliki karakteristik khusus, sehingga dianggap jadi antitesis dari generasi sebelumnya, yaitu generasi X. Generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi lebih dominan, budaya lebih pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran," katanya.

Oleh karena itu, Menkominfo mengajak semua pelaku e-Comemerce Dan para tamu undangan yang hadir untuk melihat peluang di dunia digital. "Banyak keajaiban yang muncul dari raksasa ekonomi digital nasional seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Ini menunjukkan anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat, Generasi milenial ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Yoris Sebastian, pendiri OMG Consulting melihat persoalan di Indonesia sebagai sebuah tantangan. "Riset ini turut mengungkap adanya responden yang sudah mapan di luar negeri tapi memilih kembali ke Indonesia untuk membuat perbaikan di sini. Biasanya generasi milenial ini memulai bisnis dengan modal kecil. "Hal ini karena mereka hanya mampu merekrut karyawan kelas C (C-class) yang bisa bersama berbagi mimpi dan gagasan yang sama. Selain itu generasi milenial lebih suka dibimbing bukan diperintah," tambah Rudiantara.

Menteri Kominfo meminta generasi milenial mempersiapkan diri dengan perkembangan terkini. "Digitalisasi tidak boleh dipandang hanya membuang biaya. Sebaliknya, digitalisasi dapat berdampak kepada efisiensi dan efektivitas dalam bekerja," tuturnya menjelaskan peluang digitalisasi.

 

Next Icon, Ciptakan Unicorn di Indonesia

Dalam pandangan Menteri Rudiantara, kemajuan teknologi digital di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Semakin berkembang pesat, untuk menghadapi perubahan itu, sebuah perusahaan seharusnya sigap merespons penggunaan perangkat teknologi.

Tak hanya itu, setiap perusahaan juga harus dapat mengubah pola pikir sumberdaya manusia agar siap mengikuti arus perubahan ini. Para pimpinan tertinggi harusnya melihat sebagai efisiensi. Digitalisasi bukan masalah biaya computer, jadi harus meyakinkan pimpinan mengenai digitalisasi di perusahaan, ia mengatakan bahwa yang harus dipaparkan pertama kali adalah bagaimana upaya dalam peningkatan pendapatan. Namun ada saat yang sama, harus pula disampaikan bahwa digitalisasi dapat menurunkan biaya.

Menteri Kominfo berpendapat teknologi dan digitalisasi mempengaruhi perubahan. Akan tetapi, perubahan sebenarnya terletak pada pola pikir. Kalau mindset (pola pikir) tidak berubah akan percuma, tidak membuat perubahan. Saat ini Kementerian Kominfo mengembangkan Program NextIcon akronim dari Next Indonesia Unicorn. Saat ini Indonesia sudah memiliki tiga unicorn. Diharapkan tahun mendatang akan tumbuh inicorn-unicorn baru.

Menteri Rudiantara juga memberikan penekanan bahwa Indonesia saat ini menjadi drivernya ASEAN dan core nya ASEAN. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh bagus serta kondisi kestabilan bagus, Indonesia adalah masa depan investasi dunia. Selanjutnya Rudiantara menerangkan “Indonesia berkembang sangat cepat. Kemajuan dunia eCommerce kita harus bukan dengan menentangnya, kita harus maraihnya, merangkulnya untuk mengambil kesempatan yang lebih besar. 2 tahun lalu kami bersama Presiden Joko Widodo ke San Francisco, Indonesia belum memiliki pelaku digital yang mencapai tahapan unicorn, namun sekarang sudah ada setidaknya 2 unicorn dan beberapa menuju unicorn”. Ungkapnya.

Kemajuan di Indonesia tidak lepas dari dorongan pembentukan ekosistem yang mendorong eCommerce. “Ekosistem menjadi penting, untuk mendorong ekosistem telah diterbitkan roadmap eCommerce dengan ada 7 Isu yg harus dihandle” jelas Rudiantara. Sebagaimana diketahui roadmap eCommerce mencakup 7 isu penting yaitu : a) SDM/Talent, b) Pendanaan, c) Logistik, d) Perlindungan Konsumen, e) Perpajakan, f) Cyber Security, dan g) Infrastruktur Komunikasi yang dituangkan ke dalam 31 inisiatif yang harus dilakukan untuk dapat mencapai target USD 130 Billion nilai transaksi e-commerce by 2020. Rudiantara dalam Video Conference nya juga berpesan bahwa Permias diharapkan dapat berpikir out of the box, dapat kembali ke Indonesia membantu mempercepat kemajuan Indonesia, mendapatkan networking yang kuat secara global. Pada akhir orasinya Rudiantara berharap Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang melahirkan peta jalan e-commerce  mampu memperluas kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia. Dengan peta jalan tersebut, diharapkan bisa tercipta 1000 teknopreneur baru dengan valuasi bisnis sebesar 10 miliar dengan nilai e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Angka ini sama dengan 11% GDP pada tahun tersebut. Acara yang digelar oleh Sinarmas Grup itu dihadiri oleh CEO Tokopedia, William Tanujaya, Direktur Utama Sinarmas, Para Pelaku Bisnis e-Commerce, dan rekan-rekan media.

 

Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Berita Terkait

Siaran Pers No. 230/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Festival Desa TIK (DESTIKA) 2017

Selengkapnya

Siaran Pers No. 229/HM/KOMINFO/10/2017 Tentang Jambore TIK bagi Remaja dan Dewasa dengan Disabilitas Tingkat Nasional Tahun 2017

Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Tele Selengkapnya

Siaran Pers No. 228/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Konsultasi Publik tentang Formula Perhitungan Tarif Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi

Kementerian Kominfo melakukan konsultasi publik terkait RPM tentang Formula Perhitungan Tarif Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Masukan a Selengkapnya

Siaran Pers No. 227/HM/KOMINFO/11/2017 Tentang Menteri Kominfo dan Menteri Pariwisata Berikan Tantangan Komunikasi Pemerintah Era Sosial Media

Selengkapnya

comments powered by Disqus