FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 11-2017

651

Susun SKKNI Bidang Radio, Siapkan SDM Kompetitif

Kategori Berita Kementerian | doni003

Jakarta, Kominfo - Sumberdaya manusia Indonesia bidang radio saat ini belum memiliki standar yang mumpuni  dalam sejumlah kompetensi bidang penyiaran. Melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ditargetkan Indonesia akan memiliki SDM yang kompetitif.

“Saat ini, SDM Bidang Radio dinilai belum memiliki standar yang mumpuni khususnya dalam hal kemampuan teknis, kreasi program siaran, kreasi pemasaran serta penguasaan terhadap regulasi penyiaran,” tutur Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo Basuki Yusuf Iskandar pada Pembukaan Prakonvensi Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Penyiaran Radio, di Hotel Grand Cemara, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Basuki Yusuf Iskandar menilai SDM industri siaran Indonesia sudah banyak dimasuki oleh tenaga kerja asing. ”Industri siaran Indonesia saat ini sudah cukup banyak dimasuki tenaga kerja asing, misalnya dari India atau Korea dan juga beberapa negara Barat. Perlu langkah strategis, agar SDM dalam negeri juga memiliki kompetensi,” jelasnya.

Menurut Kepala Balitbang SDM, agar dapat menjalankan industri penyiaran yang baik diperlukan SDM yang profesional. “Tantangan yang harus dihadapi bersama pada bidang radio baik pada tataran teknis teknologi siaran, penegakan regulasi atau kebijakan, maupun pengembangan SDM yang dituntut harus profesional dalam menjalankan industri penyiaran radio yang lebih baik,” ungkap Basuki Yususf Iskandar.

Ditekankan Kepala Badan Litbang  SDM bahwa Kementerian Kominfo sebagai Instansi Teknis Pembinaan Sektor Komunikasi dan Informatika bertanggung jawab mendorong pengembangan SDM ini. “Kominfo memfasilitasi atau mendororng asosisiasi profesi/industri dan para pemangku kepentingan untuk menyusun dan mengembangkan SKKNI di sektor Kominfo," jelasnya.

Kepala Balitbang SDM mengharapkan pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan gagasan/pemikiran terkait RSKKNI Bidang Radio. “Pada saatnya, kami mengharapkan agar RSKKNI Bidang Keahlian Radio yang tersusun dapat diajukan untuk disetarakan dengan standar kompetensi lain yang berlaku secara internasioal,” pungkas Basuki Yusuf.

RSKKNI Pelengkap SKKKNI Bidang Radio Golongan Pokok

Prakonvensi atau Penyusunan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Keahliaan Penyiaran Radio ditujukan membahas RSKKNI Bidang Penyiaran Radio Sub Sektor Porgram dan Produksi dan Sub Keteknisan. "Hasilnya akan melengkapi SKKNI Bidang Keahlian Penyiaran Radio Golongan Pokok Aktifitas Penyiar yang telah ditetapkan pada tahun 2016,” jelas Kapusbang Litprof SDM Komunikasi Gati Gayatri dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Litprof SDM Komunikasi Baso Saleh.

Ditambahkan pula, Prakonvensi yang dilaksanakan sehari merupakan tidak lanjut sekaligus apresiasi kepada PRSSNI yang telah menyusun Draft RSKKNI. ”Selanjutnya, hasil prakonvensi akan dikonvensikan setelah melalui proses verifikasi internal (Kementerian Komifo.red) dan verifikasi eksternal (Kememnaker.red) sebagaimana Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 12 Tahun 2012 tentang tata cara penetapan SKKNI,” tandas Baso Saleh.

Prakonvensi dihadiri 50 (lima puluh) orang peserta pemangku kepentingan di bidang penyiaran radio, antara lain unsur pemerintah, perusahaan atau asosiasi industri, asosiasi profesi, Akademisi, lembaga atau asosiasi lembaga pendidikandan pelatihan, serta praktisi dibidang penyiaran radio. (dps)

Berita Terkait

Atasi Ketimpangan, Pemerintah Prioritaskan Konektivitas

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkap pengalaman sejarah Indonesia mengenai ketimpangan memicu terjadinya sejumlah pemberontakan ya Selengkapnya

Susun SKKNI Bidang Audio Visual, Kominfo Harapkan Peningkatan Kualitas SDM dan Konten Siaran

Pesatnya pertumbuhan industri audio visual di Indonesia saat ini belum diimbangi dengan peningkatan kualitas konten. Salah satu penyebabnya Selengkapnya

Respons Tantangan Ekonomi Digital, Persiapkan SDM dan Talent

Menteri Kominfo Rudiantara menyatakan teknologi akan menggantikan sumber daya manusia. Mengutip beberapa artikel dan jurnal internasional, M Selengkapnya

Mahasiswa Brawijaya Dalami Kebijakan TIK di Kominfo

Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya melakukan kunjungan studi di Kementerian Komunikasi d Selengkapnya