FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 12-2017

313

Lelang Frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz Dimenangkan 3 Operator

Kategori Sorotan Media | Winda Ferrissa
(Foto: Internet)

JAKARTA - Lelang Frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz menjadi topik yang cukup hangat diikuti pada 2017. Awalnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuka seleksi peserta lelang pada April lalu. Tapi ternyata baru terlaksana pada September 2017.

Lelang pertama dibuka dengan tender di 2,3 GHz dengan lebar spektrum sebesar 30 MHz. Selama masa pendaftaran, hanya ada 5 operator yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti lelang yang diverifikasi pada 11-12 Oktober 2017.

5 operator yang ikut antara lain Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison Three (3), dan Smartfren. Adapun harga dasar untuk penawaran lelang 2,3 GHz adalah Rp366,720 miliar.

Setelah melalui proses penawaran harga, Kominfo kemudian mengumumkan calon pemenang pada 17 Oktober 2017. Perusahaan bernuansa merah, Telkomsel, kemudian mengumumkan kemenangannya dengan nilai penawaran sebesar Rp1,007 triliun.

Usai mendapatkan pemenang untuk frekuensi 2,3 GHz, Kominfo kemudian membuka lelang tahap kedua pada 24 Oktober 2017. Dari empat operator yang tersisa, hanya ada tiga perusahaan yang memperebutkan blok kosong di 2,1 GHz.

Smartfren secara mengejutkan mundur dari lelang yang dikonfirmasi oleh Direktur Utama Smarftren, Merza Fachys. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa Smartfren memberikan kesempatan kepada tiga operator agar peluang kemenangan semakin besar.

Lelang frekuensi 2,1 GHz dibuka dengan penawaran harga dasar sebesar Rp296,742 miliar. Dari tiga operator yang mengikuti lelang, ada dua operator yang menjadi pemenang di frekuensi 2,1 GHz. Sebagaimana diketahui, lelang kali ini membuka dua blok kosong selebar 5 MHz sehingga memunculkan dua operator pemenang.

Dua operator yang terpilih adalah Indosat Ooredoo dan Hutchison Three (3) Indonesia. Keduanya menawar 5 MHz di frekuensi 2,1 GHz dengan harga Rp423 miliar.

Setelah pelaksanaan lelang rampung, Kominfo menginstruksikan untuk melakukan refarming frekuensi yang dilakukan 2 tahap. Tahap pertama yakni Indosat Ooredoo melakukan returning seluruh network element di blok 6 dan 7 ke blok 11 dan 12.

Kemudian, tahap kedua dilakukan dengan cara Telkomsel melakukan returning untuk seluruh network element dari blok 3 ke blok 6. XL Axiata juga melakukan returning dari blok 10 ke blok 7.

Penataan ulang (refarming) telah dimulai pada 21 November 2017 dan dijadwalkan rampung pada April 2018.

Setelah selesai dilakukan re-tuning oleh Indosat, Telkomsel dan XL, selanjutkan akan diterbitkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika yang menetapkan hasil penataan ulang yang diikuti dengan pembayaran biaya Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) Tahunan.

(kem)

Sumber : https://techno.okezone.com/read/2017/12/12/54/1829295/lelang-frekuensi-2-1-ghz-dan-2-3-ghz-dimenangkan-3-operator

Berita Terkait

Hitung Ulang Terbaru, 328 Juta Kartu Prabayar Dinyatakan Berhasil Terdaftar

Pada akhir Maret 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan ada perbedaan data jumlah kartu SIM prabayar yang berh Selengkapnya

Lelang Frekuensi 700 MHz Tidak Usah Tunggu Migrasi TV

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ke depannya, alokasi penggunaan frekuensi akan bertambah. Khususnya, untuk optimali Selengkapnya

Indonesia berhasil tata ulang frekuensi 2,1 GHz

Penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz ini bertujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (cont Selengkapnya

Telkomsel rampungkan tata ulang frekuensi 2,1 GHz

Telkomsel memulai proses refarming ini pada 15 Januari 2018 dan berlangsung selama 87 hari hingga tanggal 11 April 2018. Selengkapnya