FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
22 12-2017

166

Indonesia Butuh SDM di Bidang Data Sains

Kategori Sorotan Media | Winda Ferrissa
Foto: GettyImages

Jakarta - Data banyak beredar di Indonesia dan seharusnya kita bisa menggunakannya dengan tepat guna. Pengolahan data Indonesia belum maksimal karena kurangnya sumber daya manusia yang mampu menjalankan tugas ini dengan baik. 

Hal itu diungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, saat meresmikan akademi Algoritma yang akan dimulai pada Januari 2018. 

"Terima kasih atas kehadiran Algoritma. Mudah-mudahan bisa berkontribusi dan menciptakan banyak talent yang dapat mengolah data," ungkap Semuel dalam sambutannya yang dikutip detikINET, Jumat (22/12/2017).

Algoritma sendiri merupakan pusat belajar data sains pertama di Jakarta yang baru saja menggelar 'academy launch' di Block71 Jakarta. Kegiatan ini merupakan perkenalan resmi akademi Algoritma yang akan dimulai tahun depan. 

Dalam acara ini, Algoritma juga menghadirkan beberapa pembicara dalam diskusi panel dari perusahaan rekanan yang membahas mengenai karir dalam data. 

Diskusi panel yang dimoderatori oleh Nayoko Wicaksono, Managing Director Algoritma ini, mengupas bagaimana aplikasi pekerjaan data scientist di beberapa perusahaan di Indonesia. 

Pembicara yang hadir dan memberikan insight adalah Norman Sasono (Co-founder & CTO Bizzy Indonesia), Irzan Raditya (CEO Kata.ai), Galvin Marne (Head of Marketing, Iflix Indonesia), Suwandi Soh (CEO Sleekr), Natali Ardianto (Co-founder & CTO Tiket.com).

Data sains banyak disebut sebagai 'the new oil' alias sumber daya baru. Jika beberapa tahun lalu minyak merupakan sumber daya yang paling mahal dan paling banyak dicari orang, saat ini minyak telah digantikan oleh data. 

Dari diskusi itu juga diakui, data menjadi sumber daya yang sangat mahal dan penting bagi semua jenis industri karena data dapat membantu para pengambil keputusan untuk menentukan arah bisnis. 

Data sifatnya sangat cepat, bervariasi, dan sangat banyak jumlahnya. Data ini dapat berupa informasi mengenai data diri seorang pelanggan dan sejarah pembelian selama beberapa bulan, data pengunjung museum dalam satu minggu, data penjualan sepeda motor di Jakarta, data curah hujan, dan lain-lain. 

Semua jenis data ini menjadi bernilai guna apabila diolah dan dianalisis dengan benar. Untuk dapat memanfaatkan data dengan tepat guna, dibutuhkan ilmu yang dinamakan data sains. 

Data sains adalah pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperoleh data, menganalisanya, sampai melaporkan hasil data yang dapat ditampilkan dalam bentuk matrik bisnis sampai perilaku pengguna dalam perusahaan.

Satu untuk Semua

Dalam kesempatan terpisah di Menara Kibar, Nayoko sempat menceritakan tujuannya membangun Algoritma. Menurutnya, mereka ingin menjadi penyedia akademi data sains, yang bisa diikuti oleh siapa saja tanpa latar belakang programming atau statistika. 

Dibangun dengan tujuan mengisi kekosongan antara permintaan dan persediaan data scientist di Indonesia, Algoritma melihat bahwa kesempatan ini sangat tepat untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mendukung iklim bekerja berdasarkan data.

"Algoritma menyediakan pelatihan intensif data sains bagi siapa saja yang tertarik menjadi data scientist dalam waktu singkat. Kami ingin menjadi penyedia pendidikan data sains satu untuk semua," kata Nayoko kepada detikINET.

Dijelaskan olehnya, Algoritma membantu setiap siswanya bukan hanya dalam kebutuhan akademis namun juga pekerjaan. Algoritma memberikan pelatihan data science disertai dengan contoh dan aplikasi yang sebenarnya di dunia kerja, dukungan pengembangan karir, jaringan korporat dan komunitas, serta bantuan dari mentor yang ahli di bidangnya masing-masing. 

"Kurikulum Algoritma dibagi menjadi dua spesifikasi, yakni visualisasi data dan pembelajan mesin atau machine learning. Dalam dua spesifikasi ini, setiap siswa akan belajar menggunakan bahasa pemrograman R dan/atau Python. Setiap siswa tidak diwajibkan untuk mengambil dua spesifikasi sekaligus karena masing-masing spesifikasi mempunyai projek yang berbeda di akhir akademi," papar Nayoko.

Sejak Juli sampai November 2017, Algoritma sudah meluluskan sebanyak 175 siswa yang merupakan gabungan spesifikasi visualisasi data dan pembelajaran mesin. Para lulusan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari fresh graduates, programmer, IT manager, sales and marketing officer, risk management officer, CTO, dan CEO. 

"Semua lulusan tersebut merupakan para siswa yang menghadiri pelatihan Algoritma yang diadakan selama tiga hari dan berhasil membangun projek untuk masing-masing spesifikasi," kata dia.

Pada Januari 2018, Algoritma rencananya mulai membuka kelas akademi, yakni belajar data sains secara intensif selama enam bulan. Setiap peserta dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti spesifikasi visualisasi data atau pembelajaran mesin atau keduanya. 

"Masing-masing kelas akan berlangsung dengan maksimal peserta sebanyak 20 orang dan setiap peserta akan dibantu oleh asisten pengajar. Iklim belajar di Algoritma didesain senyaman dan seefektif mungkin agar setiap peserta berhasil menyelesaikan proyek yang ditugaskan di akhir akademi," pungkas Nayoko. (rns/rns)

Ayo ikuti Quiz OPPO F5 dan menangkan hadiahnya. Periode sampai dengan 23 Desember 2017

 

Sumber : https://inet.detik.com/cyberlife/d-3780955/indonesia-butuh-sdm-di-bidang-data-sains

Berita Terkait

Harus Optimistis, Indonesia Bisa Jadi Raksasa Dunia

Kementerian Komunikasi dan Informatika memproyeksikan, pada 2020, ekonomi digital di Indonesia dapat tumbuh hingga 130 miliar dollar AS (sek Selengkapnya

Indonesia Uji Coba Jaringan 5G Saat Asian Games 2018

Indonesia akan mencoba jaringan 5G saat perhelatan Asian Games pada Agustus 2018. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Infor Selengkapnya

Menkominfo: Indonesia Paling Tegas Tindak Facebook

Rudiantara menegaskan Indonesia menjadi rujukan negara-negara tetangga dalam lingkup ASEAN perihal penegakan aturan terhadap penyelenggara s Selengkapnya

Dirjen SDPPI resmikan tujuh BTS di daerah terpencil

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail meresmikan tujuh Base Transcei Selengkapnya