FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 01-2018

529

Kenalan Dengan Cyber Drone 9, Polisi Internet Indonesia

Kategori Sorotan Media | Ayu Yuliani

Jika mendengar nama Cyber Drone 9, mungkin kebanyakan orang terbayang akan sebuah pesawat terbang nirawak yang melakukan pemantau atau surveillance.

Padahal bukan demikian wujudnya. Ya Cyber Drone 9 adalah sistem baru milik Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai pengganti sistem pemblokiran konten negative yang telah ada sebelumnya yakni Trust+ yang secara de facto di bubarkan.

Menurut Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kominfo, Teguh Arifiyadi, Cyber Drone 9 akan membantu mempercepat cara kerja melawan konten negative. Apalagi dengan tambahan kecerdasan buatan Aritifical Intelligence (AI), cara kerja mesin sensor internet ini akan serba otomatis.

Sistem yang memiliki ruangan khusus di lantai 8 Gedung Kominfo itu membantu tim yang berjumlah 58 orang ini untuk mempercepat proses pencarian atau crawling konten negative. “Secara ideal melakukan penapisan bisa dimulai dari IP filtering, hosting, URL ataupun dari kontennya. Untuk melakukan itu semua, maka dari itu kami harus memilih yang mana melanggar aturan,” kata Teguh.

Sistem tersebut di terapkan di router untuk memantau aliran data secara real-time dan melakukan tindakan atas aliran tersebut, sehingga di khawatirkan bakal menggangu privasi pengguna internet di Indonesia.

“Cyber drone akan membantu kami men-supply informasi tentang ribuan bahkan puluhan ribu situs serta akun penyebar konten negatif seperti pornografi, perjudian, penipuan, persekusi, hoaks, dan ideologi radikal, dalam waktu relatif cepat,” ungkapnya.

Cyber Drone 9 terdiri dari dua ruang utama, Security Operation Center (SOC Room) dan War Room. Untuk SOC Room adalah dapur dari segala aktivitas pemantauan dan pengendalian terhadap konten negative.

Tim yang terdiri dari 58 anggota ini bekerja tiga shift selama 24 jam. Sementara War Room yakni ruang rapat sekaligus untuk mengambil keputusan dimana hadil Cyber Drone 9 ini akan diverifikasi ulang oleh tim secara hati-hati.

“Sebelum akhirnya diputuskan bahwa situs atau akun tersebut harus ‘dieksekusi mati.’ Jadi, manusia sebagai eksekutor terakhir,” ujarnya, menegaskan.

Teguh juga memastikan Cyber Drone 9 tidak dibekali ‘senjata’ pembubuh akun, situs, ataupun sejenisnya. Selain itu, mesin sensor ini juga bukan mesin penyadap penggunaan internet yang memakai sistem Deep Packet Inspection (DPI)

“Jangan khawatir. Kami dan tim berkomitmen menjaga jarak dengan urusan yang berkaitan dengan politik atau kepentingan tertentu,” jelas teguh.

Sumber: http://eratekno.com/-tekno/kenalan-dengan-cyber-drone-9-polisi-internet-indonesia/

Berita Terkait

Pekan Depan, Polri Periksa Facebook Indonesia soal Data Bocor

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan bahwa pekan depan akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Facebook Indonesia di Bar Selengkapnya

Kominfo Satukan Aturan Safe Harbour Policy dan Konten Ilegal

Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana menggabungkan peraturan soal penanggulangan konten ilegal dengan aturan tentang Safe Harbou Selengkapnya

Petani dan Nelayan Juga Perlu Akses Internet, Ternyata untuk Kepentingan Ini

Komunikasi menjadi bagian dari kebutuhan penting bagi masyarakat. Selengkapnya

Ungkapan 'Hoax Membangun' Ketua Badan Siber Djoko Setiadi yang 'hanya pancingan'

Pernyataan Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Purn Djoko Setiadi soal 'hoax membangun' menjadi pembahasan warganet sampai Selengkapnya