FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
09 01-2018

508

Menteri Yohana Minta Kemenlu dan Kominfo Turun Tangan Atasi Video Porno Anak

Kategori Sorotan Media | Winda Ferrissa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise meminta dua kementerian untuk segera turun tangan dalam menangani video porno yang melibatkan tiga orang anak di bawah umur.

Dua kementerian tersebut, yaitu Kementerian Luar Negeri agar bekerjasama dengan instansi terkait di luar negeri atas dugaan pendanaan oleh warga asing dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memblokir akun penyebar video porno.

Yohana mengatakan, dugaan pendanaan oleh warga asing atas pembuatan video porno, sedang diselidiki oleh pihak kepolisian menjadi perhatian khusus karena ada ancaman kejahatan jaringan internasional.

"Untuk perlindungan anak Indonesia dari jaringan kejahatan Internasional, saya mendesak Kementerian Luar Negeri untuk melakukan kerjasama internasional yang mengacu pada UU NO. 10 Tahun 2012 tentang Pengesahan Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak Mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak dan Pornografi Anak," ujar Yohana, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Menurut Yohana, tiga anak yang menjadi korban merupakan anak putus sekolah, sehingga akan diberikan pendampingan khusus, melalui Unit Pelayanan Pendidikan Khusus agar hak pengajaran bisa diberikan dan anak-anak mau kembali ke sekolah.

"Saya meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas video tersebut, serta dilakukan pembinaan, pendampingan dan pemulihan terhadap anak korban atau pelaku pornografi sesuai dengan PP nomor 40 Tahun 2011. Kami juga minta agar Kemkominfo memblokir penyebarluasan video porno tersebut," tutur Yohana.

‎Diketahui, para tersangka pembuat video pornografi dapat dijerat Pasal 35 UU No.4 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan akan dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

"Mengingat para tersangka telah melibatkan anak sebagai objek pornografi, maka berdasarkan pasal 37 UU No.4 Tahun 2008 hukumannya pun akan di tambah sepertiga dari maksimum ancaman pidananya," ujar Yohana.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2018/01/08/menteri-yohana-minta-kemenlu-dan-kominfo-turun-tangan-atasi-video-porno-anak

Berita Terkait

Dukung Asian Games 2018, Kemkominfo Luncurkan Aplikasi Duta Suporter Indonesiali

Dalam rangka mendukung gelaran Asian Games 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan aplikasi mobile bernama Dut Selengkapnya

Medium Diblokir Mesin Sensor Kominfo, Dianggap Memuat Perjudian dan Pornografi

Situs blog berbasis jurnalisme warga, Medium, sempat tak bisa diakses melalui beberapa penyedia layanan internet (ISP) pada Selasa (1/5/2018 Selengkapnya

Peta Okupasi Bidang Kominfo Diluncurkan, Untuk Apa?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan peta okupasi nasional bidang Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Rabu (25/4/ Selengkapnya

Pemerintah perlu berikan insentif di pembangunan jaringan telekomunikasi

Pemerintah disarankan memberikan insentif bagi operator dalam membangun jaringan agar penetrasi layanan telekomunikasi kian tersebar di selu Selengkapnya