FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 04-2018

483

Presiden Optimistis Pembangunan Infrastruktur di Asmat Berjalan Lancar Pasca KLB Gizi Buruk

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menilai pembangunan yang tengah dilakukan di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, pasca kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk berjalan dengan baik. Hal ini disampaikan Presiden kepada para wartawan di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, usai berkunjung ke Kabupaten Asmat, Kamis (12/04/2018).

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Asmat meliputi pembangunan jangka pendek maupun menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru. “Saya lihat tadi semuanya, semuanya berjalan dengan baik. Kita juga  membangun tampungan untuk air baku ada sembilan yang lima di Agats kemudian yang empat dibangun di distrik-distrik yang ada,” ujar Presiden.

Tentang gizi anak-anak, Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Bupati Asmat untuk benar-benar memperhatikan gizi anak-anak di Kabupaten Asmat. Saat ini, ucap Kepala Negara, ada 320 anak setiap hari diberikan kacang hijau, sayur dan makanan bergizi lainnya. Namun yang ada di distrik-distrik penanganannya tidak mudah. “Ada 13 puskesmas. Namun pemberian gizi di distrik tidak mudah karena keterisolasian,” ujar Presiden.

Oleh sebab itu saat ini pemerintah membangun jalan Trans Papua untuk membuka daerah yang terisolasi. “Memudahkan kepada kita untuk bisa mengakses kepada distrik, mengakses pada kabupaten, ada koneksi antar provinsi, ada koneksi antar kabupaten dan kota. Arahnya kesana, jadi kalau ini belum bisa kita selesaikan, sulit meyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan distrik-distrik yang ada, di kabupaten manapun,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana mengunjungi Kabupaten Asmat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Pj Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Asmat Elisa Kambo.

Pemberian Nama Adat

Saat tiba di Helipad kawasan pelabuhan Laut Agats, Kabupaten Asmat, Kamis, 12 April 2018, Presiden dan Ibu Iriana disambut tarian selamat datang dan juga dianugerahi gelar adat yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kayuh perahu dan noken.

Presiden diberi nama adat yang telah diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat, yaitu Kambepit. Kambepit adalah nama Panglima Perang Asmat yang berasal dari rumpun Bismania. Bagi Suku Asmat,  Panglima Perang Kambepit adalah pemimpin pemberani dan visioner yang memimpin Suku Asmat memasuki era perubahan dimana masyarakat Suku Asmat mengenal peradaban modern seperti sekarang ini.

Dengan pemberian nama Kambepit dan gelar adat sebagai Panglima Perang kepada Presiden Joko Widodo,  masyarakat adat Asmat menginginkan agar Presiden Joko Widodo bisa menjadi Panglima Kambepit di masa kini yang memimpin mereka menuju era perubahan dan masa depan yang lebih baik.

Sumber

Berita Terkait

Presiden Ingatkan Pentingnya Hormati Kearifan Lokal

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi Riau diakhiri dengan silaturahmi bersama Keluarga Besar Paguyuban Putra Jawa Keturunan Suma Selengkapnya

Bangun Infrastruktur Bukan Hanya Urusan Ekonomi, Tapi Juga Persatuan Bangsa

Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Nusantara dilakukan dengan harapan agar keterhubungan antarwilayah menjadi lebih me Selengkapnya

TNI-Polri Tangani Kasus Penembakan Pekerja Infrastruktur di Papua

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk menyelidiki kabar adanya penembakan pekerja pembangunan infrastru Selengkapnya

Presiden Pimpin Peringatan Hari Pahlawan di TMP Cikutra, Bandung

Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Sabtu (10/11/2018). Upacara y Selengkapnya