FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
16 04-2018

107

Menkominfo: Refarming 2.1 GHz Selesai Lebih Cepat dari Target

Kategori Berita Kementerian | vera002
Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Konferensi Pers Closing Refarming 2.1 GHz untuk Indonesia di Menara Merdeka Jakarta, Senin (16/04/2018). - (AYH)

Jakarta, Kominfo- Penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz telah selesai dirampungkan lebih cepat dari target yang dijadwalkan pada akhir April 2018. “Terima kasih kepada teman-teman operator dan SDPPI atas pelaksanaan refarming 2.1 GHz. Ada 42 cluster yang dilakukan refarming. Dulu saya sampaikan refarming akan selesai akhir April, tapi ternyata pertengahan April bisa selesai. Dengan refarming layanannya nggak lemot lagi, tidak padat lagi. Itu tujuan kita tambahkan frekuensi,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat Konferensi Pers Closing Refarming 2.1 GHz untuk Indonesia di Menara Merdeka Jakarta, Senin (16/04/2018).

Selanjutnya Menkominfo mengatakan hal perlu dilakukan adalah konsolidasi antar operator. “Jalan satu-satunya untuk lebih suistainable adalah dengan konsolidasi Pemerintah mendorong konsolidasi dengan menyiapkan regulasi dan memberi assurance bahwa frekuensi akan tersedia dan tidak perlu dikhawatirkan jika terjadi konsolidasi,” katanya.

 

Refarming 2.1 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler secara nasional sendiri telah dilaksanakan sejak 21 November 2017 sampai. 12 April 2018, dan terbagi ke dalam target 42 cluster di seluruh Indonesia dan dilakukan secara bertahap dalam 136 langkah (batch) pemindahan frekuensi (retuning), dan melibatkan pembahasan dengan 4 Operator seluler di pita frekuensi radio 2.1 GHz dan dieksekusi oleh 3 operator diantaranya yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat.

Penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz  ditujukan untuk kepastian penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) bagi seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2.1 GHz. Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi traffic layanan selulernya pada suatu area tertentu. Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (congestion).

Mengakhiri sambutannya Menkominfo menekankan bahwa rasionalitas dalam berkompetisi sangat penting dan kita bagaimana memanfaatkan frekuensi semaksimal mungkin, serta keberlangsungan bisanis juga harus terus dijaga. (VE)

Berita Terkait

Adaptasi Ekonomi Digital, Menkominfo Harapkan Mastel Lebih Progresif

Kehadiran Unicorn Indonesia Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak serta pemain baru digital dalam bentuk start up membawa tantangan ters Selengkapnya

Menkominfo Ajak Kabupaten Bandung Bangun Daerah Berbasis TIK

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk membangun daerah denga Selengkapnya

Menkominfo: Peran Pemerintah Jadi Fasilitator dan Akselerator

"Kita berikan kemudahan dan simplifikasi regulasi, dimana perusahaan startup tidak perlu meminta izin tapi hanya registrasi. Jadi kita fokus Selengkapnya

Menkominfo Harap Ada Startup Fintech Jadi Next Unicorn

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap akan lahir unicorn baru dari bidang fintech meskipun level fintech Indonesia masih di Selengkapnya