FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
16 04-2018

281

Menkominfo: Refarming 2.1 GHz Selesai Lebih Cepat dari Target

Kategori Berita Kementerian | vera002
Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Konferensi Pers Closing Refarming 2.1 GHz untuk Indonesia di Menara Merdeka Jakarta, Senin (16/04/2018). - (AYH)

Jakarta, Kominfo- Penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz telah selesai dirampungkan lebih cepat dari target yang dijadwalkan pada akhir April 2018. “Terima kasih kepada teman-teman operator dan SDPPI atas pelaksanaan refarming 2.1 GHz. Ada 42 cluster yang dilakukan refarming. Dulu saya sampaikan refarming akan selesai akhir April, tapi ternyata pertengahan April bisa selesai. Dengan refarming layanannya nggak lemot lagi, tidak padat lagi. Itu tujuan kita tambahkan frekuensi,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat Konferensi Pers Closing Refarming 2.1 GHz untuk Indonesia di Menara Merdeka Jakarta, Senin (16/04/2018).

Selanjutnya Menkominfo mengatakan hal perlu dilakukan adalah konsolidasi antar operator. “Jalan satu-satunya untuk lebih suistainable adalah dengan konsolidasi Pemerintah mendorong konsolidasi dengan menyiapkan regulasi dan memberi assurance bahwa frekuensi akan tersedia dan tidak perlu dikhawatirkan jika terjadi konsolidasi,” katanya.

 

Refarming 2.1 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler secara nasional sendiri telah dilaksanakan sejak 21 November 2017 sampai. 12 April 2018, dan terbagi ke dalam target 42 cluster di seluruh Indonesia dan dilakukan secara bertahap dalam 136 langkah (batch) pemindahan frekuensi (retuning), dan melibatkan pembahasan dengan 4 Operator seluler di pita frekuensi radio 2.1 GHz dan dieksekusi oleh 3 operator diantaranya yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat.

Penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz  ditujukan untuk kepastian penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) bagi seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2.1 GHz. Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi traffic layanan selulernya pada suatu area tertentu. Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (congestion).

Mengakhiri sambutannya Menkominfo menekankan bahwa rasionalitas dalam berkompetisi sangat penting dan kita bagaimana memanfaatkan frekuensi semaksimal mungkin, serta keberlangsungan bisanis juga harus terus dijaga. (VE)

Berita Terkait

Menkominfo Dorong Start Up dan Unicorn Tawarkan Saham ke Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendorong perusahaan unicorn dan start up digital untuk melakukan Initial Public Offering atau Selengkapnya

Kominfo Jamin Keandalan Akses Telekomunikasi dalam Asian Games 2018

"Fokus kami bukan cuma di pertandingan tapi juga di acara pembukaan dan penutupan di stadion GBK. Sebab perhatian terbanyak biasanya di pemb Selengkapnya

Menkominfo: Indonesia Butuh Coder dan Ahli Big Data Analysis

Indonesia membutuhkan banyak sumberdaya manusia untuk menjadi coder dan ahli big data analysis. Oleh karena itu Menteri Komunikasi dan Info Selengkapnya

Bangun BTS Lebih Cepat, Sediakan Akses untuk Warga 3T

Kepala Desa Helebeik Ori Zet Mbooh mengungkapkan bahwa daerahnya selama ini sangat sulit mendapatkan sinyal telekomunikasi. Ia bercerita bah Selengkapnya