FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
04 05-2018

389

Percepat Kelahiran Unicorn, Pemerintah Kampanyekan Digital Paradise

SIARAN PERS NO. 103/HM/KOMINFO/05/2018
Kategori Siaran Pers
Deputy to the Chairman for NextICorn Strategy Formulation Coordination Lis Sutjiati (kiri); bersama Chief Coordinator of NextICorn Promotion Roadshow Calendar Donald Wihardja (tengah) dan Lead Coordinator of NextICorn Promotion Roadshow Calendar, Ridzki Syahputera (kanan) dalam Konferensi Pers 1st NextICorn International Summit, di Ruang Serbaguna, Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jum'at (04/05/2018) - (DPS)

SIARAN PERS NO. 103/HM/KOMINFO/05/2018
Tanggal 04 Mei 2018
tentang
Percepat Kelahiran Unicorn, Pemerintah Kampanyekan Digital Paradise

Sejumlah perusahaan rintisan (start-up) digital Indonesia akan diperkenalkan dalam The 1st NextICorn International Summit pada tanggal 09 s.d. 10 Mei 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. Forum itu dirancang untuk mengenalkan potensi start-up digital kepada investor global, keterbukaan pemerintah dan kematangan masyarakat dalam kampanye Indonesia sebagai “Digital Paradise”.

“Kita perkenalkan Indonesia itu sebagai digital paradise, tempatnya bukan cuma bagus tapi government-nya juga sangat welcoming untuk digital initiative ini. Kita masyarakatnya juga sudah matang secara global, mahir pakai fintech, aplikasi, sehingga dapat menciptakan unicorn yang statusnya didapat hanya dengan mengaddress customer di Indonesia,” papar Chief Coordinator of NextICorn Promotion Roadshow Calendar, Donald Wihardja dalam Konferensi Pers di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jumat (04/05/2018).

The 1st NextICorn International Summit yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Centre ini juga menjadi salah satu solusi Pemerintah Republik Indonesia atas beberapa permasalahan yang dialami start-up digital.

"Terutama mereka yang berada di Zona Missing Middle atau Series B. Di mana para start-up umumnya mendapat pendanaan di awal, biasa disebut Series Pre-A atau Series A, namun kesulitan dalam mendapatkan pendanaan berikutnya. Melalui NextICorn, kami membantu menjembatani mereka yang sudah sampai di titik ini, yang memang susah mendapat pendanaan,” papar Donald.

Hingga menjelang perhelatan The 1st NextICorn International Summit, sebanyak 70 start-up telah dikurasi berdasarkan kesiapan dalam aspek pendanaan. Proses kurasi dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Global Consulting Ernst & Young. Tujuan kurasi untuk membantu start-up menyusun resume singkat dalam satu halaman mengenai gambaran serta model bisnis.

"Kita telah susun compendium atau booklet yang berisi informasi tentang start-up tersebut sesuai dengan standar kebutuhan investor. Informasi yang disusun dalam compedium tersebut di antaranya model bisnis, kategori, proses, perkembangan terakhir start up tersebut, keadaan keuangan, serta potensi ke depannya," jelas Deputy to the Chairman for NextICorn Strategy Formulation Coordination Lis Sutjiati.

Menurut Lis Sutjiati, dengan kriteria yang telah ditentukan akan dapat diketahu kelas atau tahapan pendanaan masing-masing start-up.  “Untuk masuk program ini bukan hanya karena bagus. Start-up ini akan diminta mengisi berbagai kriteria yang dibutuhkan untuk melakukan assessment oleh EY. Kita bikinin compedium, semacam bookletnya. Nanti akan ketahuan kelasnya. Jadi nanti mereka tidak semuanya berada di tahapan yang sama. Ada yang siap untuk menerima 1 juta, 1 sampai 5 juta, di atas 5 juta,” jelas Lis Sutjiati.

Melalui informasi dalam compendium, diharapkan investor akan lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai kondisi start-up, sehingga proses pendanaan atau inevstasi dapat berlangsung lebih cepat. "Follow-up nya lebih cepat dan akan meningkatkan peluang investasi yang pada gilirannya akan mempercepat kelahiran unicorn baru di Indonesia," tambah Lis Sutjiati.

Beberapa bidang start-up yang akan terlibat dalam 1st NextICorn International Summit antara lain fintech landing; fintech payment; bidang e-commerce; enabler; serta bidang pendidikan. "Kegiatan ini merupakan langkah awal, selanjutnya akan berlangsung kegiatan sejenis untuk mendorong pendanaan start-up digital lain mampu bertumbuh jadi unicorn," jelas Lis Sutjiati. 

Program NextICorn melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO).

BIRO HUMAS
KEMENTERIAN KOMINFO

Berita Terkait

Siaran Pers No. 113/HM/KOMINFO/05/2018 Tentang Pedoman Pendirian Lembaga Penyiaran Jasa Penyiaran Radio Siaran Frequency Modulation (FM) Untuk Keperluan Khusus

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo telah menandatangani Surat Edaran Dirjen PPI Nomor 02 Tahun 2018 Selengkapnya

Siaran Pers No. 112/HM/KOMINFO/05/2018 Tentang Jumlah Pelanggan Telekomunikasi Seluler Prabayar Hasil Rekonsiliasi dan Berakhirnya Program Registrasi Ulang

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika selaku Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ahmad M. Ramli, bersama de Selengkapnya

Siaran Pers No. 111/HM/KOMINFO/05/2018 tentang Penyelenggara Platform Medsos Pastikan Kerjasama Penuh Turunkan dan Hapuskan Konten Terorisme dan Radikalisme

Menteri Komunikasi dan Informatika kembali mengadakan pertemuan dengan penyelenggara platform internet (aplikasi media sosial, messenger, ch Selengkapnya

Siaran Pers No. 110/HM/KOMINFO/05/2018 Tentang Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia membutuhkan antisipasi dalam bentuk peraturan dan kebijakan Peme Selengkapnya