FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 05-2018

597

Pernyataan Presiden Joko Widodo Tentang Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Setelah meninjau lokasi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno serta menjenguk korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers sebagai berikut:

  1. Hari ini telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tidak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan 2 anak berumur kurang lebih 10 tahun, yang digunakan juga untuk melakukan bom bunuh diri. 
  2. Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya. 
  3. Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini. 
  4. Pagi tadi saya sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan saya perintahkan untuk membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.
  5. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini.
  6. Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan. 
  7. Saya juga menghimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada. Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme.
  8. Marilah kita berdoa untuk para korban yang meninggal dunia, semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan dan keikhlasan.
  9. Untuk para korban yang luka-luka, mari kita doakan agar segera diberi kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban.

 

Surabaya, 13 Mei 2018

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin



Berita Terkait

Miliki Aneka Keragaman, Presiden Sebut Sumut Sebagai Miniatur Indonesia

“Di sini ada suku Batak Karo, ada suku Batak Mandailing, ada suku Batak Pakpak, ada suku Batak Simalungun, ada suku Batak Toba, ada suku M Selengkapnya

Presiden Minta Bangun Ekosistem Pasar Rakyat untuk Masuki Era Digital

Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan agar dapat membangun ekosistem online tetapi juga memperbaiki ekosistem offline agar pa Selengkapnya

KPU: Pernyataan Bahwa Jutaan WNA masuk Daftar DPT Hoaks

Selengkapnya

Presiden Terima Penghargaan The Tough Leader dari OMG

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mendapatkan penghargaan sebagai "The Tough Leader" pada malam puncak Obsession Awards 2019 yang digelar Obses Selengkapnya