FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 05-2018

472

Pernyataan Presiden Joko Widodo Tentang Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Kategori Berita Pemerintahan | mth

Setelah meninjau lokasi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno serta menjenguk korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers sebagai berikut:

  1. Hari ini telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tidak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan 2 anak berumur kurang lebih 10 tahun, yang digunakan juga untuk melakukan bom bunuh diri. 
  2. Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya. 
  3. Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini. 
  4. Pagi tadi saya sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan saya perintahkan untuk membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.
  5. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini.
  6. Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan. 
  7. Saya juga menghimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada. Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme.
  8. Marilah kita berdoa untuk para korban yang meninggal dunia, semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan dan keikhlasan.
  9. Untuk para korban yang luka-luka, mari kita doakan agar segera diberi kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban.

 

Surabaya, 13 Mei 2018

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin



Berita Terkait

Pertahankan Pasar Rakyat, Presiden Minta Bangun Ekosistem Online

Presiden Joko Widodo menyatakan pasar rakyat harus terus diberikan perhatian agar bisa terus mempertahankan eksistensinya di tengah hadirnya Selengkapnya

Prihatin Maraknya Kabar Bohong, Presiden Setuju Gerakan Indonesia Bicara Baik

Presiden Joko Widodo menyampaikan keprihatinannya menyaksikan munculnya konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong ya Selengkapnya

Tingkatkan Pelayanan, Presiden Minta ASN Tidak Terjebak Ego Organisasi

Presiden Joko Widodo mengingatkan para anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa Selengkapnya

Presiden Dorong Wapres Amerika dan ASEAN Atasi Krisis Rakhine State

Presiden Joko Widodo mendorong Amerika Serikat memberikan dukungan untuk AHA Centre, khususnya dalam penanganan Rakhine State. Selengkapnya