FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
17 05-2018

64

Sambut Ramadan 1439H, Presiden Sampaikan Puasa untuk Capai Derajat Takwa

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap menunaikan salat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis (17/05/2018). - (antarafoto)

 

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan atas datangnya bulan suci Ramadan 1439 Hijriah/2018 Masehi. “Marhaban yaa Ramadhan 1439 H. Puasa untuk mencapai derajat taqwa dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar -Jkw,” tulis Presiden di akun twitter @jokowi, Rabu (16/05/2018). 

Pada malam pertama bulan Ramadan 1439H, Presiden Jokowi menunaikan salah Tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta dengan didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

 

Presiden Salat Tarawih di Masjid Istiqlal

Presiden Joko Widodo melaksanakan salat tarawih pertama Ramadan tahun ini di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018. Presiden tampak mengenakan baju koko putih, sarung, dan peci hitam.

Presiden tiba sekitar pukul 18.50 WIB dengan didampingi sejumlah menteri. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Setibanya di Masjid Istiqlal, Presiden langsung melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid yang kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah. Setelah salat Isya dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan ceramah yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Dalam ceramahnya Nasaruddin mengajak jamaah untuk berhati-hati dalam menggunakan telepon genggam dan lebih giat membaca Alquran di bulan Ramadan. "Saya ingin mengingatkan hati-hati kemuliaan Ramadan jangan ditukar dengan kepentingan sesaat. Hati-hati memberikan statement, hati-hati menggunakan jari kita untuk mengenter whatsapp, jari jemari harus juga berpuasa. Kita di depan handphone, saya mengajak untuk meninggalkan benda kecil itu untuk membaca Quran," kata Nasaruddin.

Selesai ceramah, Presiden kemudian melaksanakan salat tarawih berjamaah. Bertindak sebagai imam dalam salat tarawih ini adalah Drs. H. Muhasyim Abdul Majid, M.A.

Setelah selesai melaksanakan salat tarawih, Presiden bersama para menteri pergi meninggalkan Masjid Istiqlal.

 

Sumber

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Berita Terkait

Ada Ledakan Lagi, Presiden Jokowi: Saya Perintahkan Kapolri Untuk Tegas, Tidak Ada Kompromi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui setelah kejadian di tiga lokasi di Surabaya kemarin, tadi malam ada satu kejadian lagi di Sidoarjo, d Selengkapnya

Pernyataan Presiden Joko Widodo Tentang Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Setelah meninjau lokasi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Selengkapnya

Pernyataan Pers Presiden Terkait Tindakan Narapidana Terorisme Terhadap Aparat Keamanan di Mako Brimob

1. Saya telah mendapatkan laporan langsung dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wakapolri, Panglima TNI dan Kepala B Selengkapnya

Sambut Annual Meeting IMF-WB, Indonesia Berikan Penanganan Keamanan Tertinggi

Dalam pengarahan singkat terkait progres persiapan Annual Meeting IMF-World Bank Oktober 2018 yang akan diselenggarakan di Bali, Menko Luhut Selengkapnya