FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
21 05-2018

330

Menkominfo Harap Pesantren Ikut Produksi Konten Positif

Kategori Berita Kementerian | mth

Batang, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan pesantren bisa berperan aktif dalam menyebarkan konten-konten yang positif. Hal itu ditujukan untuk mengkonter balik konten yang mengandung paham radikalisme dan terorisme.

"Saya berharap dari pesantren ini bisa membuat konten-konten positif. Saya bisa fasilitasi dengan sistem. Saya minta bantuan pesantren bikin konten-konten yang bisa menggambarkan Islam yang sesungguhnya, dan saya janji untuk memfasilitasinya," katanya Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, Minggu (20/05/2018). 

Harapan Menteri Kominfo itu dilandasi kekhawatiran akan munculnya kelompok-kelompok radikal dan teroris akibat konten-konten paham radikalisme dan terorisme di dunia maya. 

Fasilitasi sistem bagi Pesantren, menurut Menteri Rudiantara sejalan dengan target Kementerian Kominfo pada Tahun 2022 untuk mengkoneksikan seluruh pesantren dan lembaga pendidikan. "Semua pesantren dan lembaga pendidikan lainnya akan berbasis internet. Jadi nanti semua pesantren akan saling terkoneksi satu sama lain," paparnya. 

Acara silaturahim & buka puasa bersama Menkominfo, dibuka dengan sambutan Bupati Batang.  Dalam sambutannya, Bupati Batang, Wihaji mengucapkan selamat datang kepada Menkominfo. Menurutnya, Bandar dengan adanya Pesantren Tazakka dan Undip yang akan dibangun, menjadikan Bandar sebagai kota pendidikan. 

Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyhadi, MA menegaskan bahwa forum pertemuan seperti ini sangat mahal karena semua elemen umat dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. “Ini wujud ukhuwah Islamiyah,  ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sekaligus" ujarnya.  

Ibarat orang sedang shalat berjamaah, kata Kiai Anang, shaffnya yang lurus dan rapat, supaya tidak diisi oleh setan.  "Kata Rasul, shaff shalat yang renggang bisa diisi oleh setan, itu artinya perintah supaya shaffnya rapat. Nah, dalam konteks kebangsaan, kita ini sedang berjamaah, maka kalau shaff kebangsaan kita rapat, maka setan-setan provokator yang ingin memecah-belah bangsa ini tidak bisa masuk" tandasnya. 

Menteri Rudiantara hadir mewakili Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia yang juga Wakil Presiden RI HM. Jusuf Kalla. "Undangan kepada Wakil Presiden sudah diterima beliau, namun karena beliau acara kenegaraan ke Turkey, maka beliau menugaskan Pak Rudiantara untuk hadir ke Tazakka. Di struktur DMI, Pak Rudiantara sebagai salah seorang ketua" jelas Kiai Anizar, salah seorang Pimpinan Pondok Tazakka.

Acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama itu dihadiri sekitar 3.800 peserta. Mereka berasal dari semua elemen organisasi kemasyarakatan antara lain: NU, Banser, Muhammadiyah, Kokam, Kiai-kiai Muda Jawa Tengah, FKPPI, FPI, Pemuda Pancasila, Srikandi, HNSI, Pagar Nusa, Gojukai, LBH Lindu Aji, GMBI, Barisan Roban, dan beberapa komunitas lainnnya.

Acara rutin tahunan yang selalu diadakan pada bulan Ramadhan di Pondok Modern Tazakka itu dihadiri pula oleh Bupati Batang dan Forkompimda, santri dan walisantri dari 21 provinsi, marbot, muadzin dan imam masjid, togatomas, ormas-ormas dan masyarakat. 

Sumber: tazakka.media.center

Berita Terkait

Menkominfo Ajak Mahasiswa Berpikir Inovatif

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak mahasiswa untuk berpikir inovatif dan tanpa batasan untuk menghadapi era Revolusi Ind Selengkapnya

COCLASS, Bekali SDM Kominfo Kompetensi Kolaborasi Ekosistem

Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Pelatihan CoClass untuk membekali pemimpin dan calon pemimpin dengan pengetahuan dan kompet Selengkapnya

Menkominfo Sampaikan Penanganan Akses Telekomunikasi di Lombok ke Komisi I DPR

Strategi penanganan akses telekomunikasi pasca bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu agenda pemba Selengkapnya

Menkominfo Apresiasi Kontribusi Penyiaran dalam Asian Games 2018

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengapresiasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena telah ikut berkontribusi da Selengkapnya