FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 05-2018

238

Rudiantara Buka Suara Soal Persaingan Gojek-Grab di Asia

Kategori Sorotan Media | Diani Hutabarat

Penyedia layanan transportasi daring lainnya, Grab sudah terlebih dahulu melakukan ekspansi di empat negara tersebut. Grab bahkan sudah menancapkan taji di delapan negara di Asia Tenggara. Artinya, akan ada 'perang' bidang transportasi daring di sana.

Namun menurut Rudiantara, Gojek akan tetap mampu bersaing dengan segala inovasinya, seperti layanan Go-Food, Go-Massage, Go-Clean, dan inovasi lainnya yang akan muncul.

"Kelengkapan ekosistem produk akan menjadi pembeda strategis dalam berkompetisi. Setidaknya, Gojek sudah menunjukkan hal itu di Indonesia," kata Rudiantara saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (26/5).

Dengan layanan yang beragam itu, menurut Rudiantara, Gojek akan lebih berpotensi untuk bermitra dengan perusahaan lokal di keempat negara. Kemitraan itu pun bisa berdampak positif dalam perkembangan ekonomi Gojek di Asia Tenggara.

"Pendekatan Gojek untuk bermitra dengan perusahaan setempat diperkirakan akan mempercepat tingkat economic of scale Gojek dalam konteks regional Asean," ujar Rudiantara.

Rudiantara mengaku bangga dengan ekspansi Gojek yang notabene dibesut oleh anak bangsa. Ekspansi itu bisa menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya menjadi pasar ekonomi digital, melainkan juga sebagai pelaku ekonomi digital.

"Sebagai unicorn Indonesia yang produknya unik (ride hailing) Gojek pandai melihat pasar kota-kota besar di Asean yang mempunyai karakteristik seperti Jakarta," kata Rudiantara.

Ekspansi Gojek juga menurutnya akan mendorong korporasi start-up di Indonesia untuk melakukan hal yang sama di Asia Tenggara. Ekspansi itu sendiri akan dilakukan beberapa bulan ke depan.


Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini merogoh kocek US$500 juta (sekira Rp7,1 triliun) untuk rencana ekspansi bisnisnya. Untuk memuluskan rencana tersebut, Nadiem akan bekerja sama degan pemerintah dan perusahaan lokal di negara-negara setempat. 

sumber berita : CNN Indonesia

Berita Terkait

Indonesia inginkan peraturan bersama keamanan siber ASEAN

Ubud, Bali - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai salah satu isu terpenting yang harus dibahas dalam pertemuan Telecommunic Selengkapnya

Rudiantara Akan Lantik BRTI Baru Pertengahan Desember

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bakal melantik anggota baru Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada Dese Selengkapnya

Ini Rencana Menkominfo Soal Digitalisasi Masjid di Indonesia

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Masjid Indonesia (DMI), Menkominfo Rudiantara -- yang juga Ketua Pimpinan Pusat DMI -- memapar Selengkapnya

Kominfo Gelar Serat Optik 36 Ribu Km Perluas Jaringan Internet

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memasang serat optik sepanjang 36 ribu kilometer untuk memperluas jaringan Selengkapnya