FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
04 06-2018

295

Presiden: Lakukan Terobosan Sehingga Lebih Bagus Lagi

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Senin (04/06/2018) pagi. - (Setkab/Humas/Rahmat)

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya karena untuk 2 (dua) tahun berturut-turut pemerintah pusat mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk laporan hasil pemeriksaan LKPP Tahun 2017.

“Ini sungguh patut kita syukuri dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras segenap jajaran di Kementerian Keuangan dan semua Kementerian Lembaga pengguna APBN,” kata Presiden saat menyampaikan sambutan pada acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Senin (04/06/2018) pagi.

Meskipun masih ada 2 (dua) kementerian/lembaga (K/L) yang memperoleh opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atas disclaimer, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), Presiden Joko Widodo  melihat ada peningkatan jumlah entitas pemeriksaan yang mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

“Tahun 2016 yang WTP ada 74, sekarang yang di 2017 menjadi 80. Kemudian juga, yang WDP (Wajar Dengan Pengecualian) tahun 2016 ada 8, di 2017 tinggal 6, masih 6. Dan yang mendapatkan TMP (Tidak Menyatakan Pendapat) atau disclaimer menurun, 2016 ada 6, 2017 masih ada 2,” ujar Presiden.

Presiden berharap tahun depan bisa diperbaiki sehingga tidak ada lagi yang TMP disclaimer, tidak ada lagi yang WDP, semuanya WTP.

“Yang masih mendapatkan WDP dan TMP perlu melakukan terobosan-terobosan, upaya-upaya sehingga tahun ini lebih bagus lagi, dan juga saya minta untuk koordinasi dalam penyelesaian beberapa temuan BPK yang tadi disampaikan,” tutur Presiden.

Presiden menegaskan, dirinya tidak akan bosan mengingatkan, supaya semuanya benar-benar memperbaiki, membenahi, menjaga, dan memaksimalkan pengelolaan keuangan negara keuangan rakyat ini.

“Ini adalah pertanggungjawaban konstitusional kita kepada negara, serta pertanggungjawaban moral kita kepada rakyat, kepada masyarakat, bahwa yang namanya uang negara, uang rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, dan dibersihkan dari tangan-tangan kotor,” ujar Presiden.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkes Nila F. Moelok, Mensos Idrus Marham, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sementara dari BPK, selain Moermahadi Soerja, juga tampak Bahrullah Akbar, Agung Firman Sampurna, Agus Joko Pramono, Ahsanul Qosasih, Rizal Djalil, Isma Yatun, Heryy Azhar Azism dan  Eddy Mulyadi Supardi. 

sumber

Berita Terkait

Presiden: Dunia Tak Perlu Seperti Skenario Games of Thrones

Presiden Joko Widodo mengingatkan pimpinan ekonomi dari 189 negara pada sidang pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali bahwa ker Selengkapnya

Presiden: Inovasi Teknologi dan Keuangan Digital Tak Boleh Dibatasi

Presiden RI Joko Widodo mengatakan saat ini digital teknologi sudah menjadi fondasi ekonomi, sehingga inovasi keuangan digital atau financia Selengkapnya

Pemerintah Siapkan Kebijakan Atasi Tantangan Ekonomi

Sejumlah negara mengakui ekonomi Indonesia dalam kondisi yang baik, meskipun ada tantangan yang harus diselesaikan oleh Pemerintah dengan me Selengkapnya

Presiden Siagakan Jajaran Pemerintah Tangani Gempa Sulawesi Tengah

Presiden Joko Widodo menegaskan, dirinya memantau dan menyiagakan seluruh jajaran pemerintah terkait untuk menghadapi segala kemungkinan set Selengkapnya