FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
09 06-2018

247

Pastikan Kelancaran Komunikasi Selama Libur Lebaran, Kominfo Kerahkan 35 UPT

Kategori Berita Kementerian | mth

Bandung, Kominfo  -  Kementerian Komunikasi dan Informatika mengerahkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung kelancaran jaringan komunikasi selama libur Lebaran Tahun 2018. Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) secara khusus mendirikan Posko Monitoring Spektrum Frekuensi Radio selama arus mudik, balik, dan libur Lebaran 2018.

"Pendirian posko dan kegiatan monitoring spektrum frekuensi radio ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan frekuensi radio yang merugikan dan membahayakan keselamatan jiwa manusia dan memberikan informasi terkait kualitas sinyal jaringan komunikasi seluler dan dinas lainnya," kata Dirjen SDPPI Ismail di Balai Monitoring Kelas I Bandung di Jawa Barat, Jumat (08/06/2018) kemarin.

Tim posko monitoring frekuensi radio Ditjen SDPPI ini akan bekerja selama H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dengan fokus pemantauan pada band frekuensi bergerak penerbangan VHF (108-137 MHz), band seluler teknologi 2G, 3G, dan 4G, repeater Orari band VHF (144-148 MHz), repeater Rapi band VHF (142-143, MHz) serta frekuensi lain yang digunakan untuk kelancaran arus mudik dan arus balik.

"Fokus utama monitoring adalah frekuensi penerbangan, karena perannya yang sangat krusial menyangkut keselamatan jiwa manusia, dan frekuensi seluler sebagai upaya memberikan pelayanan komunikasi yang baik kepada masyarakat," jelasnya.

Wilayah-wilayah yang menjadi prioritas monitoring antara lain wilayah bandar udara, pelabuhan, jalur perkeretaapian, dan jalur mudik utama. Selama pelaksanaan monitoring, Ditjen SDPPI berkoordinasi dengan AIRNAV, ORARI, RAPI dan Dinas Perhubungan.

"Alhamdulillah kita setiap tahun mengadakan Posko Monitoring SFR dan melaksanakan kegiatan drive test sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna mendukung ketersediaan akses komunikasi dan mengantisipasi lonjakan dan pergeseran trafik komunikasi khususnya selama arus mudik dan arus balik pada hari libur nasional Idul Fitri 2018,” kata Dirjen SDPPI Ismail.

Dengan adanya Posko Monitoring SFR ini diharapkan bisa menjaga kelancaran komunukasi selama masa libur Lebaran 2018. Dirjen Ismail berpesan agar petugas di lapangan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian khususnya menyangkut penggunaan frekuensi keselamatan penerbangan. “Saya minta agar petugas lapangan tersebut bertindak secara responsif, cepat dan tepat agar tidak merugikan masyarakat luas.”

Dirjen SDPPI kemudian melepas secara simbolis tim beserta mobil Monitoring SFR untuk Posko Monitoring SFR Lebaran 2018 Ditjen SDPPI yang diwakili tim dari Balai Monitor Kelas I Bandung, Balai Monitor Kelas I Jakarta, dan Balai Monitor Kelas I Banten

Hadir mendampingi Dirjen SDPPI dalam kegiatan ini Plt. Direktur Pengendalian SDPPI Nurhaedah. Hadir juga perwakilan dari RRI Bandung, ORARI Daerah Jabar, RAPI Jabar, AIRNAV Bandung, dan sejumlah operator seluler (Telkomsel, Smartfren, Indosat dan XL).

Sumber

Berita Terkait

Wagub Kaltara Apresiasi e-Licensing SDPPI Kominfo

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio mengapresiasi layanan perizinan spektrum frekuensi radio dan sertifikasi perangkat telekomunik Selengkapnya

Ketika Kemerdekaan Indonesia Dirayakan Seluruh Negara Asia

Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini tergolong istimewa. Pasalnya pada bulan ini perhelatan Asian Games 2018 turut digelar Selengkapnya

Daftar Perangkat Komunikasi Nelayan, Amankan Pelayaran dan Penerbangan

Masih banyaknya kapal pelayaran yang belum dilengkapi peralatan komunikasi radio marabahaya menjadi perhatian Kementerian Kominfo untuk mela Selengkapnya

Pastikan Indonesia Merdeka Sinyal 2020, Kominfo Libatkan Pemda

Direktur Utama BAKTI Anang Latif meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan target Indonesia Merdeka Sinyal 2020. “Komitmen peme Selengkapnya