FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 07-2018

212

Gandeng IPB, Kominfo Akan Sajikan Statistik Telekomunikasi dan TI Langsung

Kategori Berita Kementerian | mth

Surabaya, Kominfo - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana  menyajikan data statistik telekomunikasi dan teknologi informasi Indonesia secara langsung (realtime). Sajian yang akan dikerjakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) itu diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku bisnis, pengambil kebijakan, maupun masyarakat luas.

Selama ini, data statistik mengenai telekomunikasi Indonesia disajikan Ditjen SDPPI setiap enam bulan atau tiap semester dan masih bersifat statis dalam bentuk cetak. “Nah ini nanti secara realtime bisa kita ekspos kepada pengguna kita untuk bisa dimanfaatkan,” kata Kepala Bagian Perencanaan Program dan Pelaporan, Setditjen SDPPI Arifah di Surabaya, Jatim, Jumat (29/06/2018) minggu lalu.

Ditjen SDPPI menargetkan sajian dan konten data statistik langsung itu sudah bisa tersedia bagi pengguna dan masyarakat pada akhir semester dua 2018 ini. "Dengan penyediaan data secara real time nanti berarti secara penyajian dan konten data statistik Ditjen SDPPI ada peningkatan positif. Jadi, antarsatker bisa memanfaatkan data-data Ditjen SDPPI ini, kemudian sejauh mana pihak eksternal memanfaatkan data-data ini,” kata Arifah.

Sesditjen SDPPI Sadjan mengharapkan agar data statistik Ditjen SDPPI kedepan juga mengupas mengenai digital economy, mengingat Indonesia pada 2020 diperkirakan akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia.

Erfiani, dari tim LPPM-IPB, mengatakan bahwa data statistik real time Ditjen SDPPI itu nantinya akan disajikan dalam web dalam bentuk data yang dinamis dan selalu up to date. Namun, ini diperlukan konsistensi Ditjen SDPPI dalam memperbarui data secara cepat.

“Ini mungkin bisa terlaksana pada semester berikutnya. Untuk semester satu ini masih pakai cara lama, nanti semester dua sudah diakumulasikan dengan data yang realtime,” tambahnya.

Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Eni, menyampaikan bahwa BPS siap mendukung untuk memberikan informasi dan data-data mengenai isu-isu strategis dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi yang dibutuhkan Ditjen SDPPI.

Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi sorotan dalam isu ekonomi digital yakni network (jaringan), device (perangkat), dan application (aplikasi). “Nah kalau dari sisi network ini lebih banyak dari Kemkominfo, sedangkan dari BPS nanti bisa menyediakan data soal pengguna seluler Indonesia secara detil bahkan untuk tiap provinsi juga ada,” katanya.

Sementara dari sisi aplikasi yang terkait erat dengan e-Commerce, BPS mungkin baru bisa menyediakan data validnya pada 2019 karena surveinya baru dilaksanakan pada tahun depan.

Rapat penyusunan data statistik Ditjen SDPPI yang berlangsung di Surabaya ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan dari Kemkominfo serta seluruh satuan kerja Ditjen SDPPI. (*)


Berita Terkait

Menkominfo Sampaikan Penanganan Akses Telekomunikasi di Lombok ke Komisi I DPR

Strategi penanganan akses telekomunikasi pasca bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu agenda pemba Selengkapnya

Kominfo Ajak PT Siapkan Pemikir Antisipasi Dinamika Teknologi

Kementerian Kominfo mengajak perguruan tinggi untuk menyiapkan pemikir yang bisa melakukan antisipasi perubahan dan dampak teknologi. Selengkapnya

Kominfo Ajak Nelayan Gunakan Frekuensi dan Perangkat dengan Aman

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak nelayan dan pemilik kapal yang beroperasi di perairan pantai utara Jawa Tengah untuk menggun Selengkapnya

Kominfo Ajak Optimasi Komunikasi Sains untuk Lawan Hoaks

Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai, penggunaan dan pemanfaatan komunikasi sains yang efektif serta cermat dapat memberangus mara Selengkapnya