FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
10 08-2018

345

Gempa Bumi di NTB, Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam NTB di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/08/2018). Presiden menginstruksikan pencarian korban gempa bumi di Lombok yang masih belum ditemukan menjadi prioritas, memastikan ketersediaan logistik bagi korban luka, wisatawan serta warga yang berada di pengungsian. - (antarafoto)

Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo meminta agar evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas. Presiden juga mengemukakan, bahwa dirinya mendapatkan laporan dari lapangan proses pencarian korban yang terus dilakukan secara intensif, dan sudah banyak mulai dengan mengerahkan alat-alat berat.

"Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air serta yang berkaitan dengan listrik," kata Presiden  saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTB, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/08/2018) siang.

Presiden mengemukakan, dirinya terus memonitor dari menit ke menit, dari jam ke jam, hari ke hari mengenai proses penanganan dampak gempa yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) lalu.

“Saya juga selalu mendapatkan laporan update dari lapangan mengenai jumlah korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka, serta jumlah kerusakan mulai dari rumah, sekolah, dan fasilitas umum,” kata Kepala Negara.

Setelah tanggap darurat selesai, tegas Presiden, pemerintah akan masuk ke rehabilitasi, ke rekonstruksi guna memperbaiki kondisi fisik bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum. 

Adapun terkait gempa susulan masih terus terjadi, Presiden meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dibantu seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, utamanya pemerintah provinsi dan kabupaten untuk lebih gencar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama di daerah- daerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. 

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Nila F Moelok, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Selain itu juga tampak hadir Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi K Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri Kominfo Rudiantara, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur NTB  Zainul Majdi.

Sumber

Berita Terkait

Komitmen Indonesia Tangani Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mewakili Pemerintah Indonesia kembali menyatakan komitmennya untuk sungguh-sungguh menangani perubahan i Selengkapnya

Peninjauan Posko Evakuasi Lion Air JT-610 di Tanjung Priok

Di luar agenda kepresidenan, Presiden Joko Widodo pada Selasa (30/10/2018) sore, bertolak menuju posko evakuasi musibah Lion Air JT-610 di J Selengkapnya

Pemerintah Siapkan Kebijakan Atasi Tantangan Ekonomi

Sejumlah negara mengakui ekonomi Indonesia dalam kondisi yang baik, meskipun ada tantangan yang harus diselesaikan oleh Pemerintah dengan me Selengkapnya

BNPB: Ada 7 Prioritas Penanganan Dampak Gempa Sulawesi

Pemerintah terus melakukan penanganan terhadap dampak dari bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di sejumlah wilayah Selengkapnya