FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 08-2018

    516

    Perangi Hoax di Internet, Kominfo Gaet Qlue

    Kategori Sorotan Media | daon001

    Jakarta -- Genderang perang terhadap hoax atau berita palsu, khususnya di internet, terus ditabuhkan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun menggandeng Qlue untuk bekerja sama.

    Kedua belah pihak satu suara untuk memerangi penyebaran konten negatif di dunia maya. Itu ditandai dengan diluncurkan dashboard Aduan Konten. Sebagai informasi, yang dimaksud dashboard ini adalah adanya fitur yang dirancang khusus, di mana untuk kerja sama Kominfo dan Qlue ini dashboard dimanfaakan guna pelaporan dari masyarakat.

    "Kerja sama ini menambah berbagai channel untuk pelaporan yang lebih luas lagi. Kita ada akun Facebook, Twitter atas nama Adun Konten. Sekarang dengan Qlue untuk memfasilitas pelaporan, karena Qlue sudah ada produknya," tutur Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Selasa (27/8/2018).

    Sebelumnya, dashboard Qlue telah teruji di beberapa kota Tana Air, termasuk Jakarta, sehingga kesuskesan tersebut coba ditularkan bagi tim Qlue untuk mengembangkan dashboard untuk Kominfo. Nantinya, dashboard ini dapat melihat tren konten negative yang banyak beredar seperti intoleransi, berita palsu, dan provokasi. Disebutkan laporan konten negatif yang diadukan ke Qlue, nanti datanya diintegrasikan ke Kominfo yang langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah.

    "Dengan adanya kerja sama ini, harapnya makin banyak laporkan. Data pelaporan nanti diintegrasikan dan dianalisa," ungkap CEO Qlue Raditya Maulana Rusdi di kesempatan yang sama.

    Ide dari pembuatan dashboard ini sendiri pun diperkuat oleh tukar pikiran antara Qlue dengan komunitas-komunitas di pelosok Tanah Air. Isu konten negatif ini cukup banyak ditemukan di daerah dan masyarakat, di mana itu membuT resah karena merusak persaudaraan.

    Dengan diluncurkannya dashboard Aduan Konten dan Qlue, Kominfo mengharapkan dapat menganalisia lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif yang berpotensi memecah-belah bangsa.

     

    Sumber Berita: www.detik.com (27/08/2018)

    Berita Terkait

    Selama 23 Januari-3 Maret 2020, Kominfo Deteksi 147 Hoaks soal Virus Corona

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendeteksi 147 berita bohong atau hoaks terkait virus corona selama 23 Januari-3 Maret 2020. Selengkapnya

    Perangi Hoaks, Kemenkominfo Galakkan Literasi Medsos

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Proses literasi media sosial perlu dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat, baik itu pelajar dan mahasiswa maupun Selengkapnya

    Pemerintah Lindungi Anak dari Paparan Konten Pornografi

    JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan edukasi dan literasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan per Selengkapnya

    Bersih-bersih Konten Pornografi, Kominfo Tingkatkan Koordinasi

    Jakarta - Sebagai upaya optimalisasi penanganan konten negatif, seperti pornografi, di internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kom Selengkapnya