FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 09-2018

    820

    Kominfo ikut keroyokan poles Danau Toba

    Kategori Sorotan Media | daon001

    JAKARTA - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ikut bersinergi dengan 8 kementerian meluncurkan Pilot Project Pengembangan Kewirausahaan di Sektor Pariwisata di Danau Toba.

    Pilot project itu mensinergikan 8 kementerian untuk merealisasikan program dengan membagi dalam tiga fokus, yakni penyediaan akses modal, pengembangan SDM handal, dan pengadaan infrastruktur.

    "Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan pembuatan konten promosi homestay untuk memperluas jangkauan wirausaha  Homestay dan Tourist Guide yang ada. Selain itu kami akan mediasi dengan provider telekomunikasi dan membantu menghubungkan dengan pelaku start-up pariwisata," kata Menkominfo Rudiantara, dalam laman Kominfo (21/9).

    Pilot project ini akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi, di mana program ini akan meningkatkan sarana pendukung dan infrastruktur dan pengembangan budaya dan kearifan lokal daerah secara komprehensif dengan dikoordinasikan dengan 8 Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,  Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Badan Ekonomi Kreatif.

    Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya keunikan dari Pilot Project ini adalah menggunakan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi.

    Terintegrasi artinya pengembangan kewirausahaan Homestay dan Tourist Guide tidak hanya melatih SDM untuk dapat menjadi wirausaha, namun juga menyiapkan berbagai sarana pendukung, seperti pembangunan Homestay, listrik air bersih, instalasi listrik, dan menumbuhkembangkan budaya lokal seperti sejarah budaya, seni musik dan tari, juga kuliner lokal.

    "Terkoordinasi artinya, bukan hanya melibatkan Kementerian Pariwisata saja, namun juga kementerian terkait lainnya, agar pembangunan pariwisata dapat terintegrasi dan tidak parsial," ujar Menpar Arief Yahya.

    Pemilihan Kabupaten Humbang Hasundutan dipilih sebagai lokasi Pilot Project, dilatari pertimbangan Danau Toba yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas Nasional. Selain itu juga mempunyai potensi pariwisata yang besar. Potensi itu antara lain Danau Toba yang dijuluki “Monaco of Asia”, juga Geopark Kaldera Toba yang saat ini dalam proses mendapatkan penghargaan dari UNESCO dalam Bidang Geologi, Biologi, dan Kebudayaan.

    "Kawasan ini sangat indah, dan Presiden telah menetapkan 10 destinasi prioritas atau yang juga disebut sebagai 10 Bali Baru. Dari 10 destinasi itu empat destinasi yang menjadi super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur dan Danau Toba sebagai yang utama," ujar Menteri Arief Yahya.

    Kementerian Pariwisata juga akan menyusun masterplan infrastruktur dan penyusunan standar keamanan dan keselamatan homestay. Selanjutnya adalah peranan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang akan melakukan tugasnya antara lain bimbingan teknis pengembangan desa wisata juga pelatihan pengelolaan BUMDes dan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di desa.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan pembuatan konten promosi, serta Kementerian Koperasi dan UKM yang antara lain melakukan pelatihan kewirausahaan melalui gerakan kewirausahaan nasional (GKN) serta pelatihan dan uji kompetensi melalui SKKNI Bidang Pariwisata.  

    Kemenko Perekonomian akan melakukan dukungan pembiayaan untuk pengusaha homestay dan tourist guide dengan skema khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pariwisata melalui bank-bank penyalur, yaitu Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri.  

    Sementara, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memberikan bantuan modal bagi wirausaha muda pemula, secara khusus akan ada pendanaam pembinaan usaha perintisan atau start-up dari Kemenpora.

    Selanjutnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang akan memberikan bantuan permodalan bagi BUMDes. Menpar di kesempatan itu menjelaskan, salah satu community based tourism yang bagus saat di Sanur, Bali. Dimana tiap desa memiliki BumDes dan sangat kuat.

    Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menyediakan antara lain Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan Program Integrated Tourism Master Plan terkait infrasturktur dasar.

    Kementerian Komunikasi dan Informasi selanjutnya juga akan menyiapkan, antara lain, intermediasi dengan provider telekomunikasi dan membantu intermediasi pelaku start-up pariwisata.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain melakukan Program Indonesiana; Seniman Mengajar Budaya Lokal; Penyiapan Buku Story Telling. Badan Ekonomi Kreatif juga akan melaksanakan Bimbingan Teknis Pengembangan Brand Ekonomi Kreatif serta Pengembangan Pemasaran Produk Kreatif Berbasiskan Online.(wn)

    sumber berita: www.indotelko.com (23/09/2018)

    Berita Terkait

    Kominfo awali Natal dengan aksi sosial

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengawali perayaan Natal tahun ini dengan menggelar aksi sosial, sekaligus untuk mengura Selengkapnya

    Kominfo raih predikat wilayah bebas korupsi 2020

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapat penghargaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi setelah memenuhi persyaratan yang d Selengkapnya

    Cara Kominfo Dukung Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia usai terhantam pandemi covid-19. Salah sa Selengkapnya

    Kemkominfo Tingkatkan Kemampuan Aplikasi PeduliLindungi

    Sampai hari ini, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai ratusan ribu orang. Angka ini terus bertambah dari hari ke hari. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA