FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 10-2018

    646

    Wapres Harap Media Sediakan Informasi Terpercaya dan Independen

    SIARAN PERS NO. 268/HM/KOMINFO/10/2018
    KategoriSiaran Pers

    Siaran Pers No. 268/HM/KOMINFO/10/2018

    Rabu, 10 Oktober 2018

    Tentang

    Wapres Harap Media Sediakan Informasi Terpercaya dan Independen

     

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik kehadiran platform digital dan televisi untuk menyediakan informasi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan Wapres mengharapkan keberadaan media televisi dan platform digital dapat menyediakan informasi yang kredibel untuk menjadi solusi dan modal memenangkan kompetisi. 

    "Kita bergembira bagaimana teknologi telah mengubah banyak hal, teknologi mempercepat masalah dan mempercepat solusi informasi yang sampai ke kita," paparnya  dalam Peluncuran Perdana CNBC Indonesia di The Trans Resort Bali, Badung, Rabu (10/10/2018). 

    Jusuf Kalla menegaskan dinamika ekonomi yang mengglobal membutuhkan keberadaan  informasi yang terpercaya. "Ekonomi dunia sudah mengglobal, informasi bisa datang dari mana-mana. Dari sekian banyak informasi itu dibutuhkan informasi yang kredibel dan terpercaya," ungkapnya.

    Di tengah situasi persaingan dan kompetisi global, menurut Wapres, orang atau perusahaan yang akan bisa menang karena adanya informasi.  "Tentunya dalam persaingan yang menang adalah yang terbaik dan tercepat. Lebih cepat lebih baik memang. Rupanya ada yang ingat," ujarnya disambut applaus dan tawa hadirin.

    Oleh karena itu, Jusuf Kalla mengharapkan agar media televisi CNBC terus independen dan tidak terpengaruh akan kekuatan politi apapun. "Terus independen dari informasi politik apapun. Inti infomasi adalah trust dan kecepatan serta dependensi informasi tersebut," katanya.

     

    Modal Pengambilan Keputusan

    Jusuf Kalla menyataian CNBC bisa mengikuti kriteria yang sudah dijalankan di berbagai negara. Dengan menyajikan informasi ekonomi global tentu akan dapat membantu pengambilan keputusan para pengusaha dan pengambil kebijakan.

    "Inti bisnis adalah kepercayaan dan kecepatan dan informasi yang akurat. Itu membutuhkan kerja yang profesional dan kerja yang cepat tentunya. Patut ditonton untuk mendapatkan informasi yang lebih baik dan seimbang. Kalau seimbang kita semua yakin bisa ambil keputusan yang baik," ujarnya. 

    Saat ini, menurut Jusuf Kalla, Amerika dan China merupakan kekuatan yang sangat memengeruhi ekonomi dunia. Agar bisa bersaing dibutuhkan sistem dan informasi yang baik.  

    "Modal dalam dunia dewasa ini adalah informasi. Tanpa kecepatan informasi kita akan ketinggalan dari negara lain dan pesaing-pesaing kita. Para pengusaha dan pengambil keputusan membutuhkan infomasi. Termasuk ketika ada  pasar yang bergejolak juga membutuhkan hubungan dengan respons bagaimana yang kita berikan dalam betuk informasi yang baik kepada siapapun," jelasnya.

    CNBC dinilai Jusuf Kalla sebagai media yang memiliki pasar tertentu di bidang ekonomi. Dan agar bisa berkembang ia mengharapkan tetap menjaga kredibilitas. "CNBC yang bisa jadi kredibel kalau tidak ditonton maka iklan tidak bisa masuk," ungkapnya.

    Momentum perhelatan AM IMF WB 2018 dimanfaatkan Trans Media untuk peluncuran perdana CNBC Indonesia yang akan fokus pada kanal informasi ekonomi dan politik.  Menurut CEO Trans Corp, Chaerul Tanjung, CNBC mengembangkan mobile platform sebagai TV platform yang akan melayani informasi bagi kebutuhan masyarakat Indonesia

    "Sebelumnya kita meluncurkan cnbcindonesia.com, hingga hari ini rata-rata pembaca berjumlah 200 ribu orang. Untuk perjalanan sebuah dot com ini pencapaian yang sangat cepat. Akhir tahun depan kita akan capai 1 juta pengakses website dan pemirsa televisi," ungkapnya optimistis.

    Chaerul Tanjung menargetkan CNBC akan menjadi platform digital terintegrasi. "Tidak hanya berita dan informasi lewat website dan informasi pasar atau ekonomi. Saat ini kita juga masuk ke teknologi streaming. Dan tahun depan kita akan targetkan ke fintech terintegrasi, bisa transaksi bond, currency dan saham," jelasnya.

    Acara peluncuran juga dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta CEO atau pimpinan perusahaan multinasional dan Indonesia.

     

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

     


    Berita Terkait

    Siaran Pers No.133/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Konsultasi Publik RPM Kominfo mengenai Hasil Pemetaan Urusan Pemerintahan dan Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika

    Dalam rangka reformasi regulasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan simplifikasi regulasi bidang kominfo dengan meng Selengkapnya

    Siaran Pers No. 132/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Kolaborasi Jadi Modal Utama Wujudkan Kebebasan Media

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan kerja sama yang kuat dan upaya kolaborasi menjadi modal utama kesuksesan dalam mew Selengkapnya

    Siaran Pers No. 131/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Menkominfo Serukan Lawan Ancaman Kebebasan Media

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan dukungan untuk kebebasan media dan awak jurnalis dalam menghadapi ancaman-ancaman d Selengkapnya

    Siaran Pers No. 130/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Hadiri Global Conference on Media Freedom, Menkominfo Tegaskan Komitmen Indonesia Lindungi Insan Pers

    Indonesia telah membuat pencapaian demokratis yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan Freedom House 2019 menunjukkan Indones Selengkapnya