FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 10-2018

95

Pimpinan Bank Sentral Bahas Keamanan Siber Sektor Perbankan

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) Wilayah New York John C. Williams (kanan) menjawab pertanyaan peserta dalam sesi Central Banking Forum 2018 pada Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). Forum tersebut m - (antarafoto)

Nusa Dua, Kominfo - Pimpinan bank sentral dari berbagai penjuru dunia secara bersama-sama menghasilkan tiga kesimpulan tentang keamanan siber di acara Central Banking Forum 2018.

Pertama, perlunya pendekatan kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan, baik otoritas maupun sektor swasta, termasuk berbagi informasi untuk keperluan deteksi awal risiko siber.

Kedua, pentingnya pendekatan komprehensif untuk meningkatkan ketahanan siber, termasuk aspek sumber daya manusia, proses bisnis, dan peningkatan infrastruktur teknologi.

Ketiga, bahwa keseimbangan antara inovasi dan mitigasi risiko akan menjadi kunci menjaga sistem keuangan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam sesi ke-2 Central Banking Forum 2018, yang merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan /Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan keamanan dan risiko siber merupakan salah satu topik utama yang diangkat dalam Central Banking Forum 2018. Topik ketahanan siber sangat relevan bagi bank sentral mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Mau tidak mau, teknologi digital akan berpengaruh kepada bank sentral. Di satu sisi, igitalisasi telah membantu inklusi keuangan dan menciptakan kesempatan-kesempatan baru di bidang ekonomi. Di sisi lain, terdapat pula risiko siber yang terus meningkat dan berkembang,” ujar Perry.

Untuk itu, menurut Gubernur BI, Bank sentral perlu mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi digital, dengan tetap meminimalisasi risiko terhadap keamanan siber.

Bertindak sebagai pembicara mengenai keamanan dan risiko siber tersebut adalah Gubernur Bank Negara Malaysia, Datuk Nor Syamsiah, Wakil Presiden Federal Reserve Bank of New York, Matthew Nemeth, Chief Information Security Officer dari Society for Wolrdwide Interbank Financial Telecommunication, Marc Hoffman, dan Kepala Sekretariat Komite Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar dari Bank for Internatinal Settlements, Morten Bech.

Masing-masing panelis memiliki keahlian dan relevan dan memberi berbagai insight terkait keamanan dan risiko siber. Untuk menjembatani dan menarik kesimpulan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, bertindak sebagai moderator diskusi.

Secara keseluruhan, Central Banking Forum 2018 memberi pelajaran berharga bahwa kolaborasi antarlembaga, termasuk bank sentral, menjadi semakin tak terhindari. Dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, masing-masing negara akan dapat meraih manfaat yang lebih besar, termasuk dalam menjaga keamanan siber.

Berita Terkait

Menangkal Serangan Siber yang Kian Menggila

Di era digital, ancaman yang datang tak lagi bersifat konvensional. Tidak hanya lewat ancaman militer yang bersifat fisik. Namun ancaman yan Selengkapnya

Ini Aturan Baru Soal Kerja Sama Daerah

Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 369 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Presiden Joko Wido Selengkapnya

Presiden Buka Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden

Presiden Joko Widodo membuka acara Festival Shalawat Nusantara piala presiden di Sentul International Convention Center, Bogor. Pada kesempa Selengkapnya

Presiden Ingin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan Sri Lanka

Di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Sri Lanka pada Rabu (24/01/2018), Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Pemimpin Oposisi P Selengkapnya