FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 10-2018

    822

    Aspek Security Jadi Fokus Perhatian Peta Jalan IoT

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Badung, Kominfo - Variasi teknologi yang digunakan untuk Internet of Things  (IoT) sangat beragam,  mulai dari teknologi kelompok Short Range Device hingga Low Power Wide Area. Belum lagi lapisan dalam IoT yang mencakup service/aplikasi, platform, network, device, dan security. 

    "Lapisan security merupakan lapisan yang menjangkau semua lapisan lainnya. Setiap lapisan harus mempunyai aspek security yang cukup, diantaranya terkait perlindungan informasi, data privasi, dan trust," jelas Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika-Ditjen SDPPI, Mochamad Hadiyana, dalam CodeBali Conference,  di Padma Resort, Legian, Bali, Rabu (10/10/2018). 

    Membawakan tema Regulasi IoT di Indonesia, Direktur Hadiyana menyatakan trust sebagai  atribut yang memberikan jaminan bahwa informasi identitas pribadi pengguna akhir dilindungi dan hanya digunakan untuk tujuan yang disepakati. 

    "Hal ini menjadi sangat penting untuk keberhasilan adopsi IoT di Indonesia,“ tuturnya.

    Menurut Hadiyana, IoT saat ini memperbesar kekhawatiran tentang potensi peningkatan pelacakan untuk data sensitif atau pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat di rumah, kantor, dan lingkungan publik pengguna. 

    "Seringkali pengumpulan data individu ini dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna. Oleh karena itu, cybersecurity menjadi hal yang sangat penting untuk tetap menjaga data pribadi pengguna," tandasnya.

     

    Peta Jalan IoT

    Hadiyana memaparkan Roadmap IoT yang terdiri atas teknologi, standardisasi, dan frekuensi serta Roadmap dan skema sertifikasi dan pengujian perangkat telekomunikasi yang ada di Indonesia. Semua itu disiapkan oleh Kementerian Kominfo untuk mengantisipasi dinamika penggunaan IoT di Indonesia. 

    "Langkah ke depan yang bisa ditempuh yaitu pentingnya untuk memperhatikan keamanan dan privasi jaringan agar penggelaran IoT sukses serta pendekatan kolaboratif untuk mengembangkan solusi yang tepat dan efektif untuk menjawab tantangan mengenai cybersecurity," paparnya.

    Acara yang diselenggarakan itu merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan International Cyber Security Conference and Exhibitions 2018. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Operasi keamanan Siber Nasional, Id-SIRTII/CC. Acara Codebali Conference dibuka Kepala BSSN Djoko Setiadi. 

    Konferensi juga diisi dengan materi dan pembahasan perwakilan badan cybersecurity dari Jepang, dan Malaysia. Selain itu ada pembicara dari kementerian/lembaga dan akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

    Berita Terkait

    Tiga Aspek Pelindungan Data Pribadi dalam Penyelenggaraan Pos

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi tiga aspek data pribadi dalam penyelenggaraan pos. Kepala Bagian Hukum dan Kerjasam Selengkapnya

    Disinfodemic Jadi Tantangan Jurnalisme Online Indonesia

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan UNESCO telah memperingatkan disinfodemic menjadi hal yang membahayakan saat pandemi Covid-19. Men Selengkapnya

    Beraktivitas di Internet? Perhatikan Keamanan Data Pribadi!

    Kebutuhan akses internet meningkat saat Pandemi Covid-19. Hal tersebut melahirkan dua pandangan, yaitu antara kebebasan informasi dan keaman Selengkapnya

    Targetkan 100 Orang Jadi Ujung Tombak Pemasaran Digital UMKM

    Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika memulai pelatihan Digital Talent Scholarship ( Selengkapnya