FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
12 10-2018

430

Aspek Security Jadi Fokus Perhatian Peta Jalan IoT

Kategori Berita Kementerian | mth

Badung, Kominfo - Variasi teknologi yang digunakan untuk Internet of Things  (IoT) sangat beragam,  mulai dari teknologi kelompok Short Range Device hingga Low Power Wide Area. Belum lagi lapisan dalam IoT yang mencakup service/aplikasi, platform, network, device, dan security. 

"Lapisan security merupakan lapisan yang menjangkau semua lapisan lainnya. Setiap lapisan harus mempunyai aspek security yang cukup, diantaranya terkait perlindungan informasi, data privasi, dan trust," jelas Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika-Ditjen SDPPI, Mochamad Hadiyana, dalam CodeBali Conference,  di Padma Resort, Legian, Bali, Rabu (10/10/2018). 

Membawakan tema Regulasi IoT di Indonesia, Direktur Hadiyana menyatakan trust sebagai  atribut yang memberikan jaminan bahwa informasi identitas pribadi pengguna akhir dilindungi dan hanya digunakan untuk tujuan yang disepakati. 

"Hal ini menjadi sangat penting untuk keberhasilan adopsi IoT di Indonesia,“ tuturnya.

Menurut Hadiyana, IoT saat ini memperbesar kekhawatiran tentang potensi peningkatan pelacakan untuk data sensitif atau pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat di rumah, kantor, dan lingkungan publik pengguna. 

"Seringkali pengumpulan data individu ini dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna. Oleh karena itu, cybersecurity menjadi hal yang sangat penting untuk tetap menjaga data pribadi pengguna," tandasnya.

 

Peta Jalan IoT

Hadiyana memaparkan Roadmap IoT yang terdiri atas teknologi, standardisasi, dan frekuensi serta Roadmap dan skema sertifikasi dan pengujian perangkat telekomunikasi yang ada di Indonesia. Semua itu disiapkan oleh Kementerian Kominfo untuk mengantisipasi dinamika penggunaan IoT di Indonesia. 

"Langkah ke depan yang bisa ditempuh yaitu pentingnya untuk memperhatikan keamanan dan privasi jaringan agar penggelaran IoT sukses serta pendekatan kolaboratif untuk mengembangkan solusi yang tepat dan efektif untuk menjawab tantangan mengenai cybersecurity," paparnya.

Acara yang diselenggarakan itu merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan International Cyber Security Conference and Exhibitions 2018. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Operasi keamanan Siber Nasional, Id-SIRTII/CC. Acara Codebali Conference dibuka Kepala BSSN Djoko Setiadi. 

Konferensi juga diisi dengan materi dan pembahasan perwakilan badan cybersecurity dari Jepang, dan Malaysia. Selain itu ada pembicara dari kementerian/lembaga dan akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Berita Terkait

Menkominfo: Ekonomi Digital Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Tumbuhnya ekonomi Indonesia dipastikan menjadi perhatian negara-negara besar di dunia. Perhatian itu khusus diberikan dalam konteks ekonomi Selengkapnya

Dirjen SDPPI: Terapkan IoT Perhatikan People dan Process

Implementasi Internet of Things (IoT) bukan hanya soal teknologi atau aturan. Namun, hal terpenting menurut Direktur Jenderal Sumber Daya da Selengkapnya

Kembangkan Tourism 4.0 Jadikan Milenial Sasaran Utama

Upaya pemerintah mengembangkan pariwisata melalui tourism 4.0 menjadikan milenial sebagai sasaran utama. “Anak muda sekarang tidak bisa le Selengkapnya

Ayo Bersiap Daftar Jadi Peserta Digital Talent Scholarship 2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersiap membuka peluang beasiswa nongelar untuk 25 ribu anak bangsa melalui Digital Talent Scholarshi Selengkapnya