FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 11-2018

    915

    RIoT 2018, Pamerkan Produk Unggulan Anak Bangsa di Bidang IoT

    SIARAN PERS NO. 298/HM/KOMINFO/11/2018
    KategoriSiaran Pers
    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (tengah) didampingi CEO Dycodex dan perwakilan XL Axiata saat konferensi pers Republic of Internet of Things 2018 di Ruang Ruslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Kamis (08/11/2018) - (AYH)

    Siaran Pers No. 298/HM/KOMINFO/11/2018
    Tanggal 08 November 2018
    Tentang
    RIoT 2018, Pamerkan Produk Unggulan Anak Bangsa di Bidang IoT

    Setelah sukses dengan Hackathon Republic of Internet of Things (RIoT) pada tahun 2017 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggelar RIoT hasil kerja sama dengan Makestro sebagai komunitas pengembang IoT Indonesia. Penyelenggaraan RIoT 2018 yang bertajuk Makers Make Nation ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap implementasi Internet of Things di Indonesia dalam menghadapi Indonesia Siap 4.0.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan pemerintah terus berupaya menjalankan fungsi sebagai fasilitator dan akselerator, dengan mendukung Industri IoT agar dapat menjadi isu nasional. “Selama ini kita lihatnya pemerintah fokus kepada startup digital, padahal di belakangnya ada supporting industry IoT yang sudah jadi bagian hidup kita. Sejak tahun lalu sudah kita dorong supaya bisa jadi isu nasional,” jelasnya dalam Konferensi Pers Republic of Internet of Things 2018 di Ruang Ruslan Abdul Gani Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (08/11/2018).

    Menurut Dirjen Aptika, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan kementerian, lembaga dan stakeholders lainnya untuk menciptakan marketspace bagi para makers IoT. “Selama ini banyak yang mendesain di sini, tapi prototype-nya di luar. Ide itu cepat berkembangnya, butuh penyempurnaan yang baik. Supaya pergerakan inovasinya cepat, pemerintah ingin sediakan makerspace biar komunitas IoT tumbuh. Kalau kita buat peluang besar bagi anak-anak muda berkarya, akan terciptakan solusi bagi permasalahan di negara kita lewat IoT,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Dirjen Semuel menyatakan Kementerian Kominfo saat ini tengah menyusun standar bagi IoT. "Disusun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) bersama dengan komunitas, untuk menjadi pegangan dalam industri IoT," ungkapnya.

    Mengusung konsep pameran dan showcasing produk karya anak bangsa, puncak gelaran RIoT 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 24-25 November di Hall Senayan City, Jakarta. Menurut Veronica dari Makestro, sejak awal September ada sekitar 280 tim dengan dari berbagai daerah di Indonesia yang telah memasuki tahap 50 besar untuk kemudian disisihkan lagi menjadi 30 besar.

    “Ada yang submit dari Aceh, Majene Sulawesi Barat, dan dari Bima NTB. “Kita harapkan ini ngga menjadi lomba saja, tapi benar-benar cara memberikan solusi yang tepat sasaran,” papar Vero.   

    Penyelenggaraan RIoT 2018, menurut Vero ditujukan untuk meningkatkan kepedulian ekosistem makers dan arti penting pergerakan ekosistem Indonesia untuk mendukung program Indonesia Siap 4.0. "Selain itu juga untuk menyediakan peluang bagi makers di Indonesia yang sejak 4 tahun terakhir telah menunjukkan pergerakan angka yang signifikan. Kita sama-sama bantu agar tidak sekadar sampai tahap prototyping aja, tapi siap dipasarkan secara masal,” jelas Vero.

    Makestro juga bekerja sama dengan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area) untuk mempromosikan bakat anak muda Indonesia untuk ranah mereka terkait internet of things.

    Pameran RIoT 2018 ini meliputi 10 topik, yaitu agrikultur, logistik, energi dan utilitas, industrial IoT, keamanan, kesehatan, fintech, building automation, fleet management, dan transportasi. 

    Dalam pameran kali ini, pengunjung juga dapat belajar langsung tentang IoT dari hardware hingga pembuatan apliksi android, ataupun ingin mengetahui lebih banyak tentang hal yang dibutuhkan startup seperti cara mendapatkan investasi, riset pasar, memasarkan produk hingga membuat rancangan produk IoT baik dari pemilihan konektivitas maupun cloud service, dapat belajar langsung melalui sesi Breakout Class full-day.

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No.133/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Konsultasi Publik RPM Kominfo mengenai Hasil Pemetaan Urusan Pemerintahan dan Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika

    Dalam rangka reformasi regulasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan simplifikasi regulasi bidang kominfo dengan meng Selengkapnya

    Siaran Pers No. 132/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Kolaborasi Jadi Modal Utama Wujudkan Kebebasan Media

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan kerja sama yang kuat dan upaya kolaborasi menjadi modal utama kesuksesan dalam mew Selengkapnya

    Siaran Pers No. 131/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Menkominfo Serukan Lawan Ancaman Kebebasan Media

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan dukungan untuk kebebasan media dan awak jurnalis dalam menghadapi ancaman-ancaman d Selengkapnya

    Siaran Pers No. 130/HM/KOMINFO/07/2019 tentang Hadiri Global Conference on Media Freedom, Menkominfo Tegaskan Komitmen Indonesia Lindungi Insan Pers

    Indonesia telah membuat pencapaian demokratis yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan Freedom House 2019 menunjukkan Indones Selengkapnya