FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
23 12-2018

579

Presiden Sampaikan Dukacita untuk Korban Tsunami di Selat Sunda

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Korban bencana tsunami yang mengalami luka diperiksa aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk diobati di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). BPBD setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia 13 orang dan ratusan lainya mengalami luka-luka serta 400 lebih rumah warga di pinggir pantai roboh akibat terjangan gelombang tinggi Sabtu (22/12) malam. - (antarafoto)

Tana Toraja, Kominfo - Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita bagi para korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, kemarin. Sejumlah elemen pemerintah saat ini telah bergerak untuk melakukan penanganan bencana.

"Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam kepada korban di Provinsi Banten, Serang dan Pandeglang. Semoga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran," ujarnya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (23/12/2018).

Pagi tadi, Kepala Negara juga sudah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Sosial, Panglima TNI dan jajaran terkait lainnya untuk bersegera melakukan penanganan darurat sekaligus mendata kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan. 

"Tadi saya mendapat laporan ada beberapa yang meninggal karena tsunami ini. Tetapi memang datanya masih dalam proses berkembang. Kemudian tadi siang saya telepon lagi sudah tambah sehingga kita tunggu saja nanti laporan dari Banten," ucapnya.

Mengutip siaran pers Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, bencana tsunami terjadi di wilayah pantai Selat Sunda, di antaranya pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada Sabtu Malam, 22 Desember 2018, sekitar pukul 21:27 WIB. 

Hingga pukul 07:00 WIB hari ini, Minggu, 23 Desember 2018, jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat sebanyak 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 2 orang hilang. Sementara Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat, dan puluhan lainnya mengalami kerusakan.

"Penanganan darurat terus dilakukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum, dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat," tulis Sutopo.

Berita Terkait

Presiden ADB Apresiasi Perkembangan Ekonomi Indonesia

Sebelum berangkat menuju Pangkalan Militer Don Mueang untuk bertolak ke Jakarta, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk menerima kunju Selengkapnya

Presiden Bahas Peningkatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan PM Thailand

Presiden Joko Widodo bersama PM Thailand Prayut Chan-o-cha membahas tiga isu dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Thailand di Hote Selengkapnya

Presiden Perintahkan Mendikbud Evaluasi Kebijakan Zonasi Sekolah

Banyaknya respons dan reaksi masyarakat yang keberatan terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahu Selengkapnya

Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK ke Pansel

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menerima Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pembe Selengkapnya