FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 01-2019

    571

    Tiga Cara Kementerian Kominfo Tangkal Hoax

    KategoriSorotan Media | Diani Hutabarat
    Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Ferdinandus Setu.

    JAKARTA - Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu mengatakan ada tiga cara atau pendekatan untuk menangkal dan mengurangi hoax yang beredar di masyarakat. 

    Pertama adalah dengan membentuk Undang-Undang ITE. 

    Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) dengan tema "Menjadi Pemilih Cerdas Melawan Maraknya Hoax dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2019" pada Kamis (10/1/2019) di Matraman, Jakarta Pusat. 

    "Dari 2005 sampai 2008 kemudian kami undangkan Undang-Undang ITE dengan mengatur juga didalamnya kabar bohong. Dan kami juga mengatur mengenai SARA. Ketika informasi yang disebarkan sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian antar indivudu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan kita hajar dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2. Enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," kata pria yang akrab disapa Nando itu. 

    Kedua adalah dengan menggunakan mesin. 

    "Kita tahu teknologi harus dilawan dengan teknologi. Hoax mungkin dari dulu sebelum teknologi informasi datang. Tapi ketika hoax bertemu dengan teknologi informasi menjadi masif," kata Nando. 

    Ketiga adalah dengan pendekatan literasi digital. 

    Ia menilai salah satu faktor yang meningkatkan penyebaran hoax adalah rendahnya literasi digital. 

    "Jujur tingkat literasi kita sangat kecil. Jangankan baca buku, baca jurnal atau media sosial sampai selesai saja kita nggak. Kita baca judul doang saja selesai, dianggap jadi pakar," kata Nando. 

    Ia mengatakan untuk itu pihaknya telah membangun Gerakan Nasional Siber Kreasi yang bekerja sama dengan 96 instansi, lembaga negara, perguruan tinggi negeri, lembaga masyarakat, dan partai politik.

    "Kami berkampanye betapa berbahanya hoax, think before posting, saring sebelum sharing. Terus setiap hari. Tentu itu butuh kerjasama kita semua. Nggak ada Kominfo bekerja sendiri. Ini semua butuh kerja keras, cerdas, dan ikhlas, dari kita semua sebagai komponen bangsa," kata Nando.

    Sumber berita: www.tribunnews.com (10/01/2019)

    Pewarta: Gita Irawan

    Berita Terkait

    Kementerian Kominfo Ajak Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

    Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Selengkapnya

    Tiga Cara Kemenkominfo Perangi Hoaks

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus memerangi peredaran berita palsu atau hoaks melalui berbagai cara. Salah satu Selengkapnya

    Kementerian Kominfo: Indonesia Harus Jadi "Smart Nation"

    Pergerakan mewujudkan kota/kabupaten di wilayah Indonesia berbasis smart city bukanlah semata-mata untuk kepentingan daerah. Namun, keberada Selengkapnya

    Kementerian Komunikasi dan Informasi RI Sebut LPPL Pererat Nasionalisme Bangsa

    Sekretaris Jenderal Informasi dan Komunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rosarita Niken Widyastuti, mengapresi Selengkapnya