FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 01-2019

270

Jelang Pesta Demokrasi, Pemerintah Makin Giat Tangkal Hoaks

Kategori Berita Kementerian | vera002
Dirjen IKP Niken Widiastuti bersama Deputi VII Kemenko Polhukam Rus Nurhadi memberikan keterangan usai rapat mengenai Optimasi Peran SIMAN dalam menangkan peredaran hoaks di dunia maya. Rapat itu berlangsung di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019) - (DPS)

Jakarta, Kominfo – Menjelang pesta demokrasi tahun 2019 ini, Pemerintah makin giat dalam upaya menangkal peredaran hoaks melalui dunia maya. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun sinergisitas untuk mencegah dampak negatif penyebaran hoaks di Indonesia. 

Deputi VII Kemenko Polhukam Rus Nurhadi menegaskan koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan. ”Tahun ini pesta demokrasi bangsa kita. Perlu bahu membahu untuk mencegah sesuatu yang akan menjadi perpecahan bangsa,” ungkapnya usai Rapat Koordinasi dengan Tim Sinergi Media Sosial Aparatur Negara) di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (11/01/2019) pagi.

Menurut Rus Nurhadi, Kemenko Polhukam memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan dan kondisi nasional. "Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga di bawah Polhukam," jelasnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik R. Niken Widiastuti menyatakan rapat itu dilaksanakan untuk menyusun strategi dalam menangkal penyebaran hoaks.

"Kementerian Kominfo bersama dengan Kemenko Polhukam melaksanakan pertemuan untuk susun strategi. Apalagi ini tahun pesta demokrasi, kita lebih merapatkan barisan dan mengerahkan semua sumber daya yang ada. Kebetulan Kominfo dalam hal ini Ditjen IKP tusi-nya melakukan diseminasi dan melakukan counter narasi terhadap informasi-informasi yang tidak sesuai dengan data dan fakta,” jelas Niken Widiastuti.

Niken menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan revitalisasi SIMAN. "Revitalisasi diperlukan karena tantangan di dunia maya yang sangat luar biasa. “Hoaks setiap hari yang disebarkan tentunya sangat berbahaya. Selain hoaks, ada fitnah, provokasi, ujaran kebencian, dan menghasut. Kalau tidak ditangani secara sungguh-sungguh bisa berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa,” tambahnya.

Tantangan menangkal hoaks itu dinilai Dirjen Niken semakin besar, pasalnya beberapa aktivitas penyebaran menjadi semakin masif karena menggunakan akun bot atau akun palsu. Hal yang menjadi perhatian bersama bagaimana melakukan respons secara cepat agar tidak membuat masyarakat menjadi bingung.

“Kita menangkal hoaks tidak hanya untuk menangkal media sosial yang digerakan orang per orang, tapi sekarang ini justru medsos digerakkan oleh bot atau mesin-mesin. Sehingga kalau kita tidak cepat dalam merespons, akan membingungkan masyarakat dan masyarakat akan ada di situasi yang negatif,” ungkap Niken. (VE)

Berita Terkait

Facebook Paling Rendah Penuhi Permintaan Blokir Konten Hoaks

Menteri Kominfo Rudiantara mengungkapkan saat ini Facebook menjadi platform yang paling rendah dalam hal pemenuhan permintaan Pemerintah unt Selengkapnya

Sekjen Kominfo Dorong Perempuan Ikut Tangkal Hoaks

Dinamika era digital memicu transformasi dalam segala bidang, salah satunya kebutuhan peran perempuan Indonesia dalam menangkal penyebaran h Selengkapnya

Dorong Penerapan IoT, Pemerintah Keluarkan Izin Kelas Spektrum Frekuensi Radio

Menteri Kominfo Rudiantara menandatangani Rancangan Peraturan Menteri tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio berdasarkan Izin Kelas pad Selengkapnya

Menkominfo: Pemerintah Dukung Layanan Cepat Tanggap BPJS Ketenagakerjaan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan jika pemerintah berkomitmen mendukung badan-badan pelayanan masyarakat, terutama ya Selengkapnya