FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 02-2019

    1598

    Kemendag Revitalisasi Pasar Rakyat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    Kategori Artikel GPR | mth

    Jakarta, 20 Februari 2019 - Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan dengan  melakukan program revitalisasi pasar rakyat. Program ini merupakan salah satu dari tiga mandat Presiden Joko  Widodo kepada Kementerian Perdagangan.

    Adapun target revitalisasi selama periode 2015—2019 yaitu sebanyak  5.000 pasar rakyat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti saat  memberikan keterangan pers pada hari ini, Rabu (20/2) di Kementerian Perdagangan, Jakarta.  

    "Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan revitalisasi, eksistensi pasar rakyat akan  tetap kuat dan daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat sehingga dapat memajukan ekonomi  kerakyatan, " jelas Tjahya. 

    Menurut Tjahya, hingga tahun 2018, Pemerintah telah membangun/merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 4.211 unit  yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus dan tugas pembantuan. Untuk memenuhi target, tahun ini  direncanakan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat sebanyak 1.037 unit. 

    Tjahya menyampaikan, konsep pembangunan/revitalisasi pasar rakyat tidak hanya sekedar pembenahan bangunan  fisik, tetapi juga nonfisik yang terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasi dengan sektor-sektor lain.  

    "Pembenahan secara fisik tentunya dapat meningkatkan citra dan kesan buruk terhadap pasar rakyat yang semula  kumuh, becek, dan kotor menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga harus didukung dengan  revitalisasi nonfisik yang meliputi revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial, " tandas Tjahya. 

    Revitalisasi manajemen yaitu pembenahan yang mencakup tata cara penempatan pedagang, pembiayaan/permodalan, dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasar. Revitalisasi ekonomi yaitu pembenahan untuk meningkatkan pendapatan pedagang dan mengakomodasi kegiatan ekonomi formal dan informal di pasar rakyat. Sedangkan revitalisasi sosial budaya yaitu pembenahan dengan menciptakan lingkungan pasar yang  menarik, berdampak positif, dan dapat meningkatkan dinamikan dan kehidupan sosial masyarakat/warga. 

    Untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah, Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat.  Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.  Selain itu, Ianjut Tjahya, pasar rakyat saat ini sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi rujukan  bagi pengelola pasar dalam mengelola dan memberdayakan komunitas pasar secara optimal dan profesional. 

    "SNI pasar rakyat diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat dapat menjadi rumah ekonomi dan rumah  budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, " ungkap Tjahya. 

    Menurut Tjahya, Kemendag juga mempunyai program pemberdayaan pasar rakyat. Program-program yang  dijalankan meliputi pemberian pelatihan pengelola pasar rakyat, focus group discussion (FGD) seputar SNI pasar  rakyat dan SOP pengelolaan pasar rakyat, penyediaan sekolah pasar untuk para pedagang, aktivasi pasar rakyat, pendampingan dan sertifikasi SNI pasar rakyat,  serta pemberian penghargaan kepada pengelola pasar rakyat yang  berprestasi. 

     

     

    Peningkatan Omzet dan Digitalisasi Pasar Rakyat 

    Salah satu indikator keberhasilan program revitalisasi pasar rakyat adalah peningkatan omzet pasar. Berdasarkan 

    hasil pantauan, omzet dari pasar yang telah direvitalisasi naik sebesar 20 persen. "Kenaikan omzet mengindikasikan 

    adanya peningkatan pengunjung di pasar tersebut. Hal ini karena pasar rakyat yang sudah direvitalisasi 

    memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung untuk berbelanja di pasar tersebut, " ungkap Tjahya. 

    Tjahya menyampaikan, untuk mempermudah pemantauan omzet pasar rakyat, maka Kemendag mendukung 

    pengembangan aplikasi daring yang memanfaatkan teknologi digital, yaitu E-Retribusi dan E-Payment. 

    "Pengembangan aplikasi daring ini merupakan transformasi digital pasar rakyat. Dengan melakukan pemantauan 

    omzet secara daring diharapkan dapat membuat sistem kerja pasar rakyat menjadi lebih mudah, tepat, dan 

    efisien, " pungkas Tjahya. 

    Penganugerahan Pasar Rakyat Award 

    Untuk memberikan apresiasi kepada pasar rakyat dan pengelola pasar rakyat, Kementerian Perdagangan akan  menggelar penganugerahan Pasar Rakyat Award. Pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada kegiatan  peresmian pasar rakyat yang rencananya dibuka Presiden RI Joko Widodo di International Convention and  Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, pada bulan Maret 2019. 

    "Pasar Rakyat Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengelola pasar yang telah mengelola dan  mengembangkan pasar rakyat dengan baik serta menyediakan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang  terjangkau, " jelas Tjahya. 

    Menurut Tjahya, pemberian penghargaan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian pasar rakyat untuk melakukan  penataan dan pengelolaan pasar secara aktif dan meningkatkan motivasi pengelola, pedagang, dan instansi  pembina untuk melakukan berbagai usaha dalam rangka mewujudkan pasar yang aman, bersih, nyaman, dan  berkeadilan. Selain itu, juga meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar untuk saling bersinergi  mempertahankan eksistensi pasar rakyat dan meningkatkan daya saing pasar rakyat agar dapat memberikan  kontribusi terhadap peningkatan perekonomian di daerah sekitarnya. 

    Adapun kategori Pasar Rakyat Award dibagi menjadi tiga, yaitu Pasar Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Lingkungan,  serta Pasar Ramah Difabel. Dari masing-masing kategori, akan dipilih tiga pasar untuk mendapatkan penghargaan.  Sementara itu, bagi para pengelola pasar juga akan diberikan penghargaan untuk satu kategori, yaitu Pengelola Pasar Rakyat Terbaik. 

    Selain peresmian pasar dan pemberian penghargaan, akan dilakukan juga pemberian sertifikat kepada lima pasar  yang telah mendapatkan SNI pasar rakyat 8152:2015 tahun 2018. 

    "Dengan pengelolaan pasar rakyat yang semakin baik, maka pasar rakyat akan semakin kompetitif dan menjadi  tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, " pungkas Tjahya. 



     

    Berita Terkait

    Digitalisasi Sekolah Percepat Perluasan Akses Pendidikan Berkualitas di Daerah 3T

    Dalam rangka menyiapkan sekolah memasuki era revolusi industri 4.0 serta memenuhi Nawa Cita ketiga, yakni "Membangun Indonesia dari Pinggira Selengkapnya

    Indah Berbagi Pasang Listrik Baru untuk Masyarakat Tak Mampu

    Kokohnya Gunung Rinjani yang berpadu dengan berkah kekayaan alam dan budaya luhur menjadi bagian hidup bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggar Selengkapnya

    Kemensos Gelar Jambore dan Bakti Sosial Tagana 2019, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

    Kementerian Sosial RI menggelar Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Bakti Sosial Tingkat Nasional pada 25--29 September 2019 di Jawa T Selengkapnya

    Indonesia Development Forum 2019: Gali Inovasi Pemanfaatan Peluang Kerja Inklusif Masa Depan

    Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) kembali menggelar program tahunan terbesar u Selengkapnya