FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 03-2019

    1609

    Dorong Literasi Digital, Kominfo Galang Gerakan Siberkreasi

    Kategori Berita Kominfo | patr001
    Menteri Kominfo Rudiantara dalam Acara Kopitalk di All Seasons Jakarta Thamrin, Jumat (01/03/2019). - (Sina)

    Jakarta, Kominfo – Pemerintah berupaya melibatkan seluruh ekosistem untuk membangun dan mengembangkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi era digital. Untuk melakukan percepatan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggalang Gerakan Siberkreasi.

    “Pemerintah tidak bisa sendiri. Oleh karenanya Kominfo membuat sebuah gerakan namanya Siberkreasi. Di situ ada pemerintah, korporasi, wsasta, operator telekomunikasi, NGO, ada Civil Society Organization (CSO), bahkan ada artis,” kata Menteri Kominfo Rudiantara dalam Acara Kopitalk di All Seasons Jakarta Thamrin, Jumat (01/03/2019).

    Menurut Menteri Kominfo, seluruh ekosistem yang tergabung dalam Siberkreasi bekerja melakukan literasi-literasi kepada masyarakat. “Sebenarnya sederhana agar masyarakat dapat memanfaatkan media sosial, bagaimana menghindari konten-konten yang negatif,”ungkapnya.

    Menteri Rudiantara mengakui literasi sebagai upaya yang strategis dalam membuat masyarakat siap menangani teknologi digital. Namun demikian, pekerjaan itu membutuhkan keterlibatan semua pihak karena menyasar seluruh pengguna internet di Indonesia. “Yang paling strategis sebetulnya literasi karena literasi bisa langsung ke orangnya tapi 150 juta pengguna internet, waduh, luar biasa, itu pekerjaan yang belum selesai,” katanya.

    Selain dorong literasi digital, Kementerian Kominfo juga mendorong anak-anak muda Indonesia untuk lebih mempunyai keahlian dalam bidang digital. Menteri Rudiantara menjelaskan saat ini keahlian bidang digital dibutuhkan oleh big technology company karena kebanyakan perusahaan itu mengalami kendala dalam merekrut teknisi digital.

    “Salah satu kasusnya yaitu berkaitan dengan big technology company seperti CISCO, Microsoft, dan Google. Mereka itu susah untuk merekrut teknisi di bidang digital. Kalau solusinya rekrut dari luar maka akan membuat produknya mahal di Indonesia karena bayarnya pakai valas, kemudian akan membuat cemburu banyak anak muda Indonesia,” papar Rudiantara.

    Oleh karena itu, Pemerintah, menurut Rudiantara berupaya menyiapkan tenaga teknis digital dengan mengadopsi kebutuhan perusahaan ternama di bidang teknologi. Ia meyakini kemampuan dan talenta anak muda Indonesia dalam bidang digital.

     

    “Sebenarnya anak muda Indonesia bisa punya bakat jadi bagaimana kita dorong. Akhirnya jadilah kami meniru silabus dari big technology company dengan menyesuaikan kebutuhan di Indonesia. Silabus itu kita ajarkan kepada anak muda Indonesia,” tandasnya.

    Melalui Program Digital Talent Scholarship, Kementerian Kominfo berupaya menyiapkan talenta digital bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

    “Pengajarnya adalah dosen-dosen muda yang ditraining dulu oleh global technology company tadi. Ini bukan satu-satunya upaya yang dilakukan Indonesia karena global technology company sendiri melakukan itu. Saya yakin mereka juga melakukan talent development karena beliau secara ekosistem membutuhkan talent,” jelasnya.

    Mengenai kebutuhan talenta digital, mengutip studi World Bank dan McKinsey, Menteri Rudiantara mengatakan dalam satu tahun Indoneisa membutuhkan talenta digital sebanyak 600.000 orang. “Tahun 2015 sampai tahun 2030 kita butuh sembilan juta agar kita bisa keep up dengan perkembangan ekonomi digital, kalau tidak kita keteter atau kita harus meng0hire dari luar,” ungkapnya.

    Menteri Kominfo mengakui bahwa saat ini Kementerian Kominfo hanya mampu mencetak talenta digital sekitar 20.000 orang dalam setahun. “Siapa mereka? Mereka itu boleh lulusan SMK, boleh lulusan D3, boleh lulusan S1, yang penting usianya tidak boleh lebih dari 29 tahun. Kotanya ada 25 kota di 20 provinsi dari Lhoksumawe sampai ke Jayapura karena kita ingin memberikan kesempatan kepada anak muda Indonesia jangan hanya difokuskan di Jawa,” ungkapnya. (PS)

    Berita Terkait

    Ciptakan Ruang Digital Kondusif, Kominfo Terapkan Strategi Hulu ke Hilir

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyatakan strategi literasi digital dapat dilakukan secara kolabora Selengkapnya

    Kolaborasi dengan Penerima Beasiswa, Kominfo Terapkan Inovasi untuk Kembangkan DTS

    Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun kolaborasi dengan penerima benerima beasiswa Program Beasiswa S2 Luar Negeri. Hasil inovasi Selengkapnya

    Dukung Telemedicine, Kominfo Gandeng Operator Seluler Jaga Kualitas Layanan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng penyelenggara operator layanan telekomunikasi seluler untuk menjaga kualitas layanan tele Selengkapnya

    Kominfo Siapkan 5G Jadi Pendorong Lompatan Besar Inovasi Digital Indonesia

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mengembangkan jaringan telekomunikasi 5G secara komprehensif. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Peran Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA