FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 03-2019

    161

    Penuhi Nawacita ke-3, Palapa Ring hingga Gerbangdutas Hadir di Morotai

    KategoriBerita Pemerintahan | anni005
    Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM meresmikan langsung pencanangan tahun ke-5 Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2019 di Kabupaten Pulau Morotai, Senin (18/3). (SINA)

    Morotai, Kominfo - Selama 4 tahun lebih, pemerintah telah berhasil membangun dan mengembangkan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan melalui program-program prioritas yang tercantum dalam nawacita ke-3. Dengan bunyi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, pemerintah telah menyisihkan anggaran yang berkali-kali lipat untuk mewujudkan nawacita nomer 3 tersebut.

    Kementerian Kominfo pun juga hadir membangun kawasan 3T melalui program Palapa Ring yang akan membangun tulang punggung fiber optik mulai dari wilayah Barat, Tengah hingga Timur. Dalam kesempatan peresmian Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2019, Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos pun mengaku sangat bergembira dan bersyukur karena daerahnya terpilih untuk melakukan video conference peresmian Proyek Palapa Ring bersama Presiden RI dari Jakarta.

    “Perlu kami laporkan besok lusa, Menteri Koordinator Perekonomian akan hadir di Pulau Morotai untuk meresmikan Palapa Ring dengan Bapak Presiden dari Jakarta, terpusat dengan 4 lokasi, salah satunya Kabupaten Pulau Morotai,” sambut Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos dalam kesempatan peresmian Gerbangdutas bersama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM di Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (18/3) siang.

    Selain palapa ring, tower-tower telekomunikasi (BTS) pun telah dibangun para operator dan BAKTI Kominfo di Pulau Morotai. Bupati Morotai Benny pun tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Komunikasi dan Informatika serta Kementerian dan Lembaga lain yang sudah membantu mengembangkan wilayah Pulau Morotai yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara Filipina.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Informatika beserta jajarannya, serta Telkomsel, Telkom, BAKTI yang telah membangun 31 tower sehingga 82 desa di Kabupaten Pulau Morotai sudah terjangkau sinyal telepon seluler serta fiber optic 40% merata di Kabupaten Pulau Morotai,” tambah Benny.

     

    Gerbangdutas, Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

    Dalam rangka mengakselerasi pembangunan kawasan perbatasan pun pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Pengelola Perbatasan mencanangkan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan atau disebut Gerbangdutas pada tahun 2019 di Kabupaten Morotai, Pulau Morotai, Maluku Utara. Melalui sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan perbatasan negara sebagai beranda terdepan NKRI. Dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM selaku pengarah BNPP, Wiranto mengatakan alokasi anggaran untuk Kabupaten Morotai tahun ini ada sebanyak 776,9 Miliar Rupiah.

    “Nawacita ke-3 ini sedang berlangsung, buktinya seorang Bupati daerah pinggiran sudah mengucapkan terima kasih kepada 17 Kementerian/Lembaga kan artinya sudah banyak yang dilakukan pemerintah pusat kepada daerah pinggiran,” ungkap Wiranto.

    Sebagai ilustrasi, Wiranto menyebutkan mengapa wilayah perbatasan harus turut diperhatikan pembangunannya. Ibarat buah-buahan yang pasti keras kulitnya untuk melindungi isi di dalamnya, sama halnya dengan negara pun yang diharapkan dapat memperkuat wilayah perbatasan agar bisa melindungi keseluruhan isi negara tersebut. “Sebagai negara pun harusnya sama, secara kodrati mengikuti alur bahwa di luar kita harus kuat. Agar semua ancaman yang masuk itu bisa diatasi di luar tanpa perlu masuk,” papar Wiranto.

    Menurutnya, membangun dari pinggiran bukanlah hal yang mudah. Apalagi saat ini ancaman yang masuk ke negara Indonesia bukan lagi hanya serangan dari negara lain melainkan ancaman narkoba, human trafficking, radikalisme, terorisme, dan lainnya. Maka dari itu pemerintah pusat hadir membangun dan memperkuat perbatasan dengan total 99 ribu km. “Kalau tidak diawasi, tidak diperkuat, negara kita rapuh,” tambah Wiranto.

    Gerbangdutas sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 hingga tahun ini diresmikan langsung di Pulau Morotai. Program ini diharapkan mampu mengatasi keterisolasian wilayah perbatasan serta pengembangan perekonomian agar merata dan tidak berbeda jauh dengan wilayah pusat. Walaupun belum sempurna, program ini akan membenahi yang masih kurang dari pembangunan tahun-tahun sebelumnya. “Tidak mudah tapi mungkin, tidak mudah tapi bisa kita lakukan,” tutup Wiranto.

    Hadir dalam program tahunan ini, Menkopolhukam Wiranto, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani, Sekretaris BNPP Suhajar Diantoro, Bupati Pulau Morotai Benny Laos dan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai. Dalam kegiatan peresmian Gerbangdutas juga diserahkan berbagai bantuan seperti mobil pelayanan administrasi kependudukan, peralatan pasca panen pengolahan KOPRA, Bantuan Mobil Ambulance dan SpeedBoat, Kartu Asuransi Nelayan hingga bantuan renovasi rumah tidak layak huni oleh Menkopolhukam. (ABPP)

     

    gerbangdutas

     

    gerbangdutas

    Berita Terkait

    Kemenko Polhukam Dorong Perbaikan Regulasi Konten Negatif di Media Sosial

    Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum Selengkapnya

    Ekonomi Digital Buka Peluang Wirausaha Industri Baru

    Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya wirausaha indusri baru dalam menyambut peluang era ekonomi digital. Hal ini merupakan sa Selengkapnya

    Presiden Ajak Para Santri Pelihara Kerukunan dan Persatuan

    Sebagai sebuah bangsa, Indonesia dianugerahi Allah beragam perbedaan, mulai dari perbedaan suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa daerah. Selengkapnya

    Pejabat Negara hingga Penarik Becak Hadiri ‘Open House’ Presiden

    Pada hari pertama Lebaran Idulfitri 1439H/2018M, Jumat (15/06/2018), Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dibuka bagi masyarakat umum untu Selengkapnya