FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
10 05-2019

75

Uji Layanan untuk Mudik Berkualitas

Kategori Berita Kementerian | Yusuf
Tim Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika Ditjen PPI Kominfo ketika melakukan pengukuran kualitas layanan (QoS) dengan metode Static Test terhadap lima operator seluler di Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Rabu (08/05/2019). - (DPS)

Makassar, Kominfo - Pengguna meningkat di area terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar udara. Belum lagi pergerakan sepanjang jalur mudik membutuhkan kapasitas jaringan telekomunikasi yang andal.

"Setiap tahun, menjelang Mudik Lebaran, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan operator telekomunikasi melakukan pemantauan dan pengujian kualitas jaringan telekomunikasi.

Gambaran itu menunjukkan bagaimana kondisi layanan telekomunikasi semasa libur lebaran. Pergerakan pemudik mulai dari rumah, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar udara, sepanjang perjalanan hingga sampai tujuan mudik tentu tidak bisa dilepaskan dari layanan telekomunikasi. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong operator telekomunikasi menyiapkan jaringan telekomukasi dengan kapasitas yang memadai serta andal.

Menjelang Libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019, bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan operator seluler, Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo melakukan pengujian kualitas jaringan telekomunikasi. Pengujian mencakup kapasitas, kekuatan sinyal maupun luas cakupan jaringan yang akan digunakan oleh pemudik.

Tim Ditjen PPI sedang uji jaringan di Bandara Makassar

Kepala Sub Direktorat Monitoring dan Evaluasi Telekomunikasi Khusus dan Jaringan Telekomunikasi Direktorat Pengendalian Ditjen PPI, Indra Apriadi, mengatakan pengukuran QoS layanan telekomunikasi tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

“Pada 2018, memang kita hanya menerima hasil pengukuran self assesment dari operator. Mereka yang melakukan pengukuran sendiri dengan menggunakan perangkat-perangkatnya masing-masing. Pada tahun ini, kita melakukan perhitungan sendiri dengan alat kita dan operator bisa juga ikut melakukan perhitungan bersamaan yg hasilnya nanti dapat dijadikan pembanding,” jelas Indra di Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Rabu (08/05/2019).

Kepala Sub Direktorat Monitoring dan Evaluasi Telekomunikasi Khusus dan Jaringan Telekomunikasi Ditjen PPI Kominfo

Indra Apriadi mengatakan bahwa pengukuran kualitas jaringan telekomunikasi (QoS) dilakukan untuk mengetahui kesiapan operator telekomunikasi dalam menyambut mudik dan perayaan lebaran yang berpotensi terjadinya lonjakan trafik telekomunikasi.

“Pengukuran kesiapan jaringan dan layanan telekomunikasi dilakukan untuk mengukur kualitas layanan telekomunikasi selular baik berupa voice, sms maupun data. Hal ini dilakukan guna mendukung kebutuhan layanan telekomunikasi bagi masyarakat baik pada saat dalam perjalanan mudik, maupun di hari perayaan Idul Fitri di kota tujuan,” paparnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indra menjelaskan jajaran Kementerian Kominfo bekerjasama dengan lima operator seluler (Telkomsel, Indosat, XL Axiata, H3I, dan SmartFren) mengadakan kegiatan pengecekan kesiapan jaringan seluler di Kota Makassar, untuk memastikan performansi jaringan agar mampu melayani pelanggan dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 16 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Jasa Teleponi Dasar Pada Jaringan Bergerak Selular. 

“Kegiatan pengukuran QoS sebelumnya telah dilakukan pada tanggal 02 – 07 Mei 2019 di Kota Solo, Yogyakarta, dan Semarang pada titik-titik keberangkatan dan kedatangan mudik, jalur mudik, arus balik dan inner city,” ujarnya.

Tim DitDal lakukan Static Test di pintu keberangkatan Bandara Makassar

Gunakan Perangkat Sendiri

Tahun ini ada perbedaan dari pengukuran tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, pengukuran oleh Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika menggunakan perangkat sendiri yang dioperasikan oleh tim internal.

“Pada 2018, memang kita hanya menerima hasil pengukuran self assesment dari operator. Mereka yang melakukan pengukuran sendiri dengan menggunakan perangkat-perangkatnya masing-masing. Nah kalau pada tahun ini kita melakukan perhitungan sendiri dengan alat kita dan operator bisa juga ikut melakukan perhitungan bersamaan yang hasilnya nanti dapat dijadikan pembanding," ujar Indra.

Alat pengukur ini baru kita gunakan pada tahun ini. Bentuknya berupa tas yg terdiri dari ponsel biasa tetapi di dalamnya terdapat aplikasi yang dapat melakukan pengukuran terhadap seluruh layanan seluler. Ponsel-ponsel tersebut terhubung ke tablet yang digunakan sebagai masternya yang dapat memerintahkan seluruh ponsel untuk running proses pengukuran melalui koneksi Bluetooth.

Anton (petugas QoS dari DitDal PPI) saat lakukan Drive Test di Makassar

Pengukuran kualitas jaringan operator seluler di Makassar, menurut Indra, dilakukan dengan metode static test pada titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur mudik, yakni di Pintu kedatangan dan keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin untuk moda pesawat terbang, Pelabuhan Soetta untuk moda angkutan laut dan Terminal Bus Daya untuk moda angkutan darat.Selain itu juga dilakukan metode drive testKota Makassar. Rute yang dilintasi diantaranya Jl. Tol Insinyur Sutami, Jl. Tol Reformasi, Jl. Nusantara, Jl. Poros Makassar – Maros.

“Statik dilakukan berdasarkan uji panggil (test call)  dengan  posisi  tidak bergerak pada wilayah  yang  dapat  diakses  publik  yang berada dalam wilayah cakupan penyelenggara jasa, perhitungan  harus didasarkan  pada sampel test  call pada jam sibuk  pada hari kerja, ukuran sampel  paling  sedikit  260  (dua  ratus  enam puluh) test call yang terdiri dari test call on-net sebanyak 200 (dua ratus) dan test call off-net sebanyak 60 (enam puluh. Sedangkan sistem drive test untuk pengujiannya  dilakukan selama 5 jam dengan mengambil  sampel  pada saat berkendaraan di jalan utama,” tutur  Indra.

Drive Test Jaringan opsel di Makassar oleh tim DitDal PPI Kominfo

Saat ini, Kementerian Kominfo sedang membangun pusat monitoring jaringan telekomunikasi. Melalu pusat ini, nantinya pemantauan dan pengukuran QoS dilakukan secara remote atau jarak jauh dari Jakarta. “Ke depan alat ukur akan dikontrol oleh pusat sehingga petugas yang melakukan pengukuran QoS cukup membawa perangkat tersebut ke satu titik ke titik lain, namun pengoperasiannya dilakukan dari pusat dan hasil pengukurannya pun langsung terkirim ke server pusat melalui koneksi internet,” jelas Indra. (hm.ys)

Ivan dan Iwan (Petugas pengukur layanan opsel dari Ditdal PP)

Berita Terkait

Kelola Izin Kelas untuk Efek Berganda Ekonomi Masyarakat

Wujud pelayanan publik yang dilakukan pemerintah dalam teknologi komunikasi adalah memberikan hak seluas-luasnya kepada masyarakat dalam men Selengkapnya

Layanan 175 dan LCT BPJS Ketenagakerjaan Kian Mudahkan Pekerja

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi layanan kode akses 175 dan Layanan Cepat Tanggap (LCT) BPJS Ketenagakerjaan. Lay Selengkapnya

Kisah Nelayan Natuna Gunakan Internet Untuk Jual Ikan

“Saya profesi sebagai nelayan selama kurun waktu 23 tahun. Selama tenggang waktu tersebut baru sekitar 2 tahun belakangan ini, pendapatan Selengkapnya

Layanan Publik Pulau Morotai Makin Lancar Berkat Internet Cepat

Sebagai beranda terdepan Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Pulau Morotai menjadi saksi atas bukti nyata kehadiran Negara dengan melaksanaka Selengkapnya