FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 06-2019

    189

    Presiden ADB Apresiasi Perkembangan Ekonomi Indonesia

    KategoriBerita Pemerintahan | mth

    Bangkok, Kominfo -  Sebelum berangkat menuju Pangkalan Militer Don Mueang untuk bertolak ke Jakarta, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk menerima kunjungan kehormatan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao, di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu (23/06/2019) kemarin.

    Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan, Presiden ADB menyampaikan apresiasinya kepada Presiden yang telah membawa ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi cukup baik.

    “Nakao memuji manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang solid, sebagaimana terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi 3,2 persen, serta kehati-hatian manajemen fiskal dan cadangan devisa,” kata Menlu.

    Menurut Menlu, Presiden ADB itu menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu contoh dari ekonomi yang bertumbuhkembang dengan baik di kawasan.

    Berita Terkait

    Presiden: Lindungi Pancasila, Toleransi, dan Keberagaman

    Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa tanggung jawab para Perwira Remaja TNI dan Polri sangat besar. “Saudara harus terus melindungi Pa Selengkapnya

    Presiden Ingatkan Perlunya Kerja Terintegrasi Dalam Investasi

    Dalam sambutan pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019) siang, Presiden Joko Widodo ke Selengkapnya

    Presiden: Pilpres Sudah Selesai, Mari Kita Berangkulan Kembali

    Presiden Joko Widodo menegaskan, masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan April lalu telah selesai setelah keputusan Mahkamah Konstit Selengkapnya

    Pertemuan G20 Berdampak Positif Bagi Indonesia

    Usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam menghadiri pertemuan tahunan tingkat tinggi 19 negara (plus Uni Eropa), dengan perekonomian terb Selengkapnya