FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 06-2019

    324

    Ketua Dewan Pers Ibaratkan Informasi Seperti Oksigen

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Perkembangan teknologi informasi kini menjadi kunci pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini. Namun, selalu ada tantangan bagi yang menerima maupun yang menyampaikan informasi melalui teknologi tersebut. 

    Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, Muhammad Nuh mengibaratkan informasi seperti oksigen. "Setiap orang tentu membutuhkan oksigen untuk bernafas. Namun, setiap orang mendapatkan ogsigen dengan cara yang berbeda-beda," ungkapnya melalui Program Tok Tok Kominfo Kepoin Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (25/06/2019).

    Menurut Nuh, layaknya oksigen saat ini setiap orang pasti membutuhkan. Meskipun demikian, Ketua Dewan Pers menekankan persoalan bagaimana menerima informasi.

    “Intinya kita itu butuh informasi, esensinya itu. Oleh karena itu, sering saya istilahkan informasi itu ibaratnya oksigen, semua orang butuh oksigen. Tinggal bagaimana persoalannya, gimana saya bisa dapat oksigen itu,” kata M Nuh. 

    Mantan Mendikbud itu kembali mencontohkan, informasi ibarat oksigen itu harus yang murni. Artinya, oksigen yang murni dan tidak terkontaminasi.  Jika ada oksigen yang terkontaminasi, maka setiap orang bisa memfilter atau memilah dan memilih.

    “Jadi ilustrasinya seperti itu. Oleh karena itu, kita sekarang sudah masuk pada era masyarakat yang berbasis informasi dan pengetahuan. Maka, mau tidak mau, yang namanya informasi itu jadi ruh nya,” jelasnya

    Menurut M. Nuh, jika setiap orang meletakkan informasi sebagai ruh dalam pribadi masing-masing, maka informasi yang dikatakan baik, haruslah berbasis pada data. 

    “Semuanya (informasi) harus basisnya data. Dari data ini kalau diolah jadi informasi, (dari) informasi ini kalau dicari keterkaitan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain, nanti jadinya knowladge (pengetahuan)," tegasnya.

    Melalai penjabaran esensi informasi berbasis data, kemudian menghasilkan pengetahuan, M. Nuh menyatakan, informasi tersebut akan berkembang menjadi wisdom (kebijaksanaan).

    "Kalau kita cari keterkaitan dengan perkembangan masyarakat di era sekarang ini, maka motornya itu ilmu pengetahuan, kreatifitas dan inovasi. Karena untuk kreatif itu harus punya imajinasi," tuturnya. **

    Berita Terkait

    Dirjen Aptika: Dokumen Elektronik Ikut Selamatkan Hutan Indonesia

    Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Infomatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Indonesia dapat menghemat ribuan h Selengkapnya

    Dukung Visi Indonesia Maju, Kominfo Perankan Tugas Pemerataan Informasi dan Infrastruktur TIK

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memaparkan Kebijakan Strategis Kementerian Kominfo pada periode 2020-2024 Mendukung 5 (Li Selengkapnya

    Manfaatkan Big Data SDPPI untuk Transformasi Digital

    Pengelolaan big data milik Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di era t Selengkapnya

    Lewat Teknologi Informasi Nelayan Dapat Akses Pasar Global

    "Melalui kemajuan teknologi informasi, maka para nelayan dari seluruh wilayah Indonesia yang menjadi mitra kami dapat mengakses pasar global Selengkapnya