FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 06-2019

    197

    Media Mainstream Dibutuhkan untuk Lawan Hoaks

    KategoriBerita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo - Media mainstream masih dibutuhkan untuk melawan penyebaran berita hoaks. "Karena produk media mainstream adalah produk jurnalistik yang benar," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

    Dalam diskusi bertajuk "Pers di Pusaran Demokrasi" itu, Depari menyatakan saat ini publik akan senantiasa percaya kepada hasil kerja wartawan. “Banyak orang yang mengatakan bahwa medsos seperti ancaman bagi pers yang serius. Tapi saya tidak begitu yakin. Menurut saya, kepercayaan publik sejainya tetap berada di pundak wartawan,” tandasnya.

    Mengapa demikan, Atal menjelaskan, karena cuma wartawan yang memiliki pedoman penulisan, ada kode etik, dan produknya terverifikasi.  “Oleh karena itu, pers profesional tetap yang terpercaya dan terbaik. Asal mereka menghasilkan produknya dengan benar,” tuturnya. 

    Lebih lagi, Atal menjelaskan, dengan berpegang pada pedoman penulisan jurnalistik, maka pers tidak mungkin melakukan kebohongan. Sedangkan di sisi lainnya, sambung dia, ini era di mana siapapun bisa melakukan kebohongan informasi. 

     “Jadi mengapa pers tetap layak dipercaya, karena ada regulasi dan aturan yang mengkoridori kinerja jurnalis dalam menghasilkan informasi,” pungkasnya. 

    Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo.

    Berita Terkait

    Kembangkan Kecakapan Digital untuk Lawan Konten Negatif

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengajak generasi milenial Manado Selengkapnya

    Kominfo Pastikan SPDP Prabowo Hoaks!

    Sebuah unggahan konten menjadi viral di media sosial menyebut Capres 02 Prabowo Subianto. Dalam konten itu, ada foto yang memperlihatkan ter Selengkapnya

    Sekjen Kominfo Dorong Perempuan Ikut Tangkal Hoaks

    Dinamika era digital memicu transformasi dalam segala bidang, salah satunya kebutuhan peran perempuan Indonesia dalam menangkal penyebaran h Selengkapnya

    Gandeng Prosa, Kominfo Luncurkan Layanan Chatbot untuk Perangi Hoaks

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng start up Prosa menyediakan aplikasi layanan chatbot guna memerangi hoaks yang masih marak Selengkapnya