FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 07-2019

    701

    Pindah Ibu Kota, Ciptakan 20 Kota Satelit Baru

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Dubes LBBP untuk Brasil (2010-2014) Sudaryomo Hartosudarmo di Dismed FMB9 di Bappenas, Rabu (10/7/2019). - (FMB9)

    Jakarta, Kominfo - Memindahkan ibu kota, bukan hal yang baru. Ada yang membangun baru, ada yang memindah ibu kota ke kota lain. Ide pindah ibu kota bagi Indonesia juga sudah lama, sejak Presiden Soekarno. 

    "Banyak negara sudah melakukan, pemindahan ibu kota. Yang dilakukan Brasil, memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brasilia, adalah contoh yang berhasil dan bisa dijadikan perbandingan," jelas Duta Besar LBBP RI untuk Brasil (2010-2014) Sudaryomo Hartosudarmo.

    Dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman negara Sahabat", bertempat di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (10/7/2019), Sudaryomo menambahkan, pemindahan ibu kota Brasil berhasil menumbuhkan sedikitnya 20 kota satelit di sekitar Brasilia. "Sebagai ibu kota, Brasilia juga memiliki pertumbuhan ekonomi sangat bagus," katanya.

    Negara Brasil sudah beberapa kali memindahkan ibu kota. Awalnya, ibu kota Brasil di Bahia yang letaknya di bagian utara Brasil. Kemudian, setelah berjalan dua ratus tahun, ibu kota Brasil  pindah ke Rio de Janeiro.

    Ibu kota kedua Brasil tersebut bertahan 200 tahun. Selanjutnya, dengan alasan untuk memajukan ekonomi, pemerintah Brasil memindahkan ibu kota negara kontinental itu ke kawasan baru di pedalaman yang disebut Brasilia.

    "Saat pindah ke Brasilia, ekonomi Brasil mirip dengan Indonesia, yakni tengah booming, saat tumbuh pesat dan pembangunan infrastruktur yang besar-besaran," tambah Sudaryomo.

    Kota Brasilia, jelas Sudaryomo,  dirancang sangat futuristik. Kota yang luar biasa indah. "Mengutip astronot Yuri Gagarin saat pertama datang ke Brasilia, saat pertama ke Brasilia seperti mendarat di planet yang lain. Itu karena desainnya yang futuristik, serba modern dan terencana dengan baik," katanya

    Kota Brasilia di desain seperti badan pesawat. Kota yang direncanakan dengan baik. Pusat pemerintah ada di bagian badan, sementara pusat-pusat bisnis ada di bagian sayap.

    Menurut Sudaryomo banyak persamaan antara Brasil dan Indonesia.  Keduanya merupakan negara dengan penduduk multi etnik. Indonesia multi etniknya sukunya, seperti Jawa sampai Papua. Sedangkan Brasil semua bangsa ada di sana. 

    "Masyarakatnya sangat toleran. Saya merasa sangat nyaman bertugas di Brasil. Pengalaman yang luar biasa, yang berbeda dengan teman teman dubes di negara di sekitar Brasil," jelas Sudaryomo.

    Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 yang merupakan inisiasi Kementerian Kominfo ini adalah Menteri PPB/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro,  dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa.

    Berita Terkait

    Presiden Tinjau Kesiapan Menuju Tatanan Normal Baru di Bekasi

    Presiden berharap agar muncul kesadaran dan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam ke Selengkapnya

    Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idulfitri 1441H

    Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh bertepatan p Selengkapnya

    Presiden Tiadakan Gelar Griya saat Idulfitri Tahun Ini

    Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dipastikan tidak akan mengadakan gelar griya (open house) pada Idulfitri 1 Syawal Selengkapnya

    Pemerintah Kaji Kebijakan Sosial Ekonomi Menuju Normal Baru

    Sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19, baik dari aspek kesehatan maupun sosial ekonomi, Pemerintah tengah mempersiapkan Indon Selengkapnya