FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 07-2019

    809

    Prioritaskan Konservasi, Presiden Ingin Wisatawan ke Pulau Komodo Dibatasi

    Kategori Berita Pemerintahan | vera002
    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat mengunjungi Pulau Rinca, di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/7) pagi. - (Setkab)

    Labuan Bajo, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengemukakan, pembenahan kawasan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo harus terintegrasi dengan Pulau Rinca, yang masih termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Komodo.

    Saat ini di Pulau Komodo kurang lebih ada 1.700 komodo dan di Pulau Rinca kurang lebih ada 1.040 komodo. Untuk itu, Presiden meminta agar betul-betul dihitung daya dukungnya.

    “Jangan sampai kita loss, bukan hanya urusan turisme tapi tidak juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” kata Presiden menjawab wartawan saat mengunjungi Pulau Rinca, di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggra Timur (NTT), Kamis (11/7/2019) pagi.

    Menurut Presiden, nantinya akan dibuat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi. Mana yang dikuota, mana yang tidak.

    “Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca,” ujar Presiden.

    Rancangan besar ini, menurut Presiden, sebentar lagi akan dibuatkan Rapat Terbatas sehingga grand desainnya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan lautnya.

    “Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial. Kita ini senangnya mengerjakan parsial, anggaran setahun Rp200 juta, Rp500 juta, jadi mau buat apa gitu. Jadi betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,” tegas Presiden Jokowi.

    Saat ditanya apakah dengan demikian Taman Nasional Komodo akan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Presiden Jokowi tegas menjadi tidak perlu. Menurut Presiden, yang penting pembenahan kawasan ini dikerjakan dengan baik.

    Presiden mengisyaratkan, nantinya Pulau Komodo akan dibuat lebih eksklusif, namun Pulau Rinca tidak. Tapi tetap ada kuotanya. Rinca pun, lanjut Presiden, tetap punya hitungan daya dukung, berapa turis yang datang.

    “Enggak mungkin kita buka silakan, silakan, enggak ada seperti itu,” ujar Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa ini adalah taman nasional. Jadi urusan lingkungan juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan.

    Kepala Negara menargetkan semua pembenahan itu akan selesai maksimal dua-tiga tahun, karena ini pekerjaan berat. “Jadi saat bandaranya jadi, runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini juga siap,” pungkasnya.

    Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (*)

    Sumber

    Berita Terkait

    Peringati Trisuci Waisak, Presiden: Kita Akan Berjalan Bersama Lewati Segala Ujian

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa dengan persaudaraan dan gotong royong, kita akan berjalan bersama melewati segala ujian dan kesulita Selengkapnya

    Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

    Tiap-tiap daerah yang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) harus memiliki target-target yang terukur. Selengkapnya

    Pemerintah Akan Lakukan Program Perlindungan Sosial Bagi Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Pemerintah akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Selengkapnya

    Pesan dan Apresiasi Presiden Saat Hadapi Pandemi Covid-19

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan bahwa saat ini, 209 negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi tantangan yang tidak pernah Selengkapnya