FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 07-2019

    253

    Lewat Great Sale, Kemendag Ajak Masyarakat Bergembira Sambut Hari Belanja Diskon Indonesia 2019

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina ketika menyampaikan paparannya dalam acara pelaksanaan HBDI di Ruang Auditorium Kemendag, Jakarta, hari ini, Kamis (25/07/2019). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Perdagangan mengajak masyarakat menyambut Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang digelar Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mulai 16 hingga 31 Agustus 2019.

    Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina pada konferensi pers pelaksanaan HBDI bertempat di Ruang Auditorium Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (25/07/2019). “Terselenggaranya HBDI dapat dimanfaatkan sebagai sarana memacu daya beli masyarakat yang akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, HBDI menjadi kesempatan emas bagi anggota HIPPINDO yang bergerak di sektor ritel, kuliner, dan hiburan untuk lebih menggali potensi pasar secara maksimal serta menggairahkan sektor perdagangan dan pariwisata di dalam negeri,” ujar Srie.

    Srie menyebutkan, sepanjang tahun lalu sektor perdagangan menyumbang 13,20% ke pertumbuhan PDB sementara konsumsi rumah tangga berkontribusi 56,82%. "Sementara itu, serapan tenaga kerja di sektor perdagangan mencapai 18,53%, ketiga sesudah industri dan pertanian. Artinya, ekonomi masih cukup banyak disumbang dari konsumsi," jelasnya.

    Doorstop Irjen Kemendag HBDI 2019

     

    Menurut Srie, kegiatan HBDI diharapkan dapat meningkatkan konsumsi domestik serta menciptakan peluang lebih besar untuk perkembangan dan kemajuan UKM, para pelaku ekonomi kreatif, pusat perbelanjaan, dan pelaku bisnis ritel di seluruh Indonesia. Selain itu, HBDI dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia. “Saya mendorong para pelaku usaha agar promosi produk-produk dalam negeri baik produk makanan, minuman, kerajinan maupun fesyien dapat lebih serius sehingga akan lebih dikenal negara lain yang pada akhirnya dapat bersaing di ajang global,” terang Srie.

    Ia pun berharap pelaksanaan HBDI bisa diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sehingga popularitasnya bisa menyamai Black Friday di AS atau Boxing Day di Inggris dan dapat digelar secara rutin di Indonesia.

    Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah Budihardjo mengungkapkan, dalam acara ini, bukan hanya peritel yang terlibat, melainkan juga industri pendukung ritel lainnya, seperti produsen, pemasok, dan distributor. “Setiap sektor yang terlibat merupakan bagian untuk mengembangkan merek lokal Indonesia di negeri sendiri, maupun untuk tujuan ekspor,” tandasnya.

    Ketua HIPPINDO HBDI 2019

     

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. K juga menambahkan, tema HBDI tahun ini dilatarbelakangi semangat nasionalisme, semboyan bangsa ‘Bhineka Tunggal Ika’, sekaligus upaya mewujudkan persatuan di antara keragaman di negeri ini. “Untuk itu, pada HBDI 2019, para peritel akan memberikan promo tambahan konsumen yang menggunakan atribut merah putih pada 17 Agustus 2019. Atribut merah putih tersebut dapat berupa pakaian, aksesori yang dikenakan atau pun dibawa saat berbelanja,” imbuhnya.

    HBDI 2019

    HBDI merupakan acara tahunan HIPPINDO yang diluncurkan pertama kali pada 2017 sebagai kegiatan tahunan Indonesia Great Sale. Kegiatan HBDI kedua telah berlangsung secara nasional dan dipusatkan di Palembang bertepatan dengan perayaan ASIAN Games 2018 pada 8 Agustus—2 September 2018.

    Selanjutnya, HBDI ketiga akan berlangsung secara nasional pada 16—31 Agustus 2019. Pada gelaran tahun ini, HBDI mengangkat tema Merah Putih Fun Pesta Diskon Persatukan Bangsa. Rencananya kegiatan ini akan dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 15 Agustus 2019 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

    Pada acara pembukaan tersebut, akan diselenggarakan Parade Merek Lokal Indonesia 2019 yang akan menampilkan produk-produk dari berbagai merek Indonesia yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian dan pendapatan devisa negara.

    Selain HBDI, ada juga Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang digelar setiap tahun. Harbolnas pertama kali dihelat di Indonesia pada 12 Desember 2012 dengan jargon menarik: 12.12.12. Ada beberapa retail online yang turut meramaikan pergelaran nasional belanja online perdana ini, termasuk Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, Luxola, Persebaya Store, dan beberapa lini e-commerce lainnya.

    Selain beragam promosi menarik di HBD 2019, akan dilangsungkan forum diskusi “Indonesian Brands Go Global”. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program “Aku Cinta Produk Indonesia” yang digalakkan Kementerian Perdagangan sekaligus menunjang program Visit Wonderful Indonesia (ViWI) yang dijalankan Kementerian Pariwisata.

    Turut hadir dalam konferensi pers ini Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Ketua Panitia HBDI 2019 Fetty Kwartati, rekan-rekan media dan juga para tamu undangan lainnya. (hm.ys)

     

     

    Foto Bersama HBDI 2019

     

     

    Berita Terkait

    Menko Polhukam Ajak Masyarakat Bersikap Dewasa Hadapi Kasus Teror

    Menanggapi teror bom bunuh diri di Medan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengajak masyarakat untuk bersik Selengkapnya

    Presiden Ajak Pemuda Bergandengan Tangan Gerakkan Indonesia

    Menyambut Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, 28 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo yang saat ini sedang berada di Papua untuk kunjungan ke Selengkapnya

    Pemerintah Ajak Seluruh Masyarakat di Papua Bersatu Sebagai Bangsa Indonesia

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto kembali meminta seluruh masyarakat di Papua untuk bersama-sama bersatu sebaga Selengkapnya

    Di Amerika Serikat, Kementerian PANRB Sampaikan Reformasi Pelayanan Publik Indonesia

    Reformasi pelayanan publik di Indonesia telah dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Selengkapnya