FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 08-2019

    146

    Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa

    SIARAN PERS NO. 152/HM/KOMINFO/08/2019
    KategoriSiaran Pers
    Wapres Jusuf Kalla saat membuka Ignite The Nations, di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/08/2019). - (AYH)

    Siaran Pers No. 152/HM/KOMINFO/08/2019

    Minggu, 18 Agustus 2019

    Tentang

    Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa


    Sejak tahun 2015, Pemerintah memfasilitasi warga negara untuk mengembangkan perusahaan rintiisan atau startup digital. Melalui Gerakan 1000 Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

    Kini dalam momentum Peringatan Ulangtahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan 1000 Startup Digital dikemas dengan konsep baru. Melalui, gerakan masif Ignite The Nations, Pemerintah memfasilitasi pertemuan ribuan pelaku startup digital untuk mendorong tumbuhnya industri startup yang kini tengah booming di kalangan anak muda milenial.

    Bertema "Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1.000 Mimpi, 1.000Karya, 1.000 Solusi - untuk Indonesia Raya" ditargetkan untuk memantik patriotisme generasi milenial yang telah akrab dengan dunia digital agar membangkitkan mimpi besar yang dapat memberikan solusi dan inovasi bagi bangsa.

    “Sesuai dengan namanya, ignite berarti memantik atau menyalakan. Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita ingin memantik kembali semangat para generasi muda agar bisa merubah bangsa,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan ribuan peserta Ignite The Nations, di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/08/2019).

    Menurut Wapres, generasi muda saat ini jauh lebih beruntung karena kehadiran teknologi yang bisa mempermudah semua hal. Meskipun demikian, Wapres mendorong generasi muda dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Namun, dengan syarat (menguasai) ilmu pengetahuan. Kalau tidak sekarang memulai, kapan lagi?” ujarnya retoris.

    Wapres Jusuf Kalla membuat analogi dalam membangun usaha startup digital seperti berenang. "Sebanyak apapun kita membaca buku dan teori tentang berenang, kita akan tenggelam juga ketika menceburkan diri. Sama seperti membuat startup, tidak perlu banyak membaca teori, tapi harus berani mencoba perlahan demi perlahan," jelasnya.

    Bahkan, Jusuf Kalla optimistis keberadaan stratup digital akan dapat mengguncang dunia. Ia pun menirukan ujaran Bung Karno yang terkenal mengenai pemuda. “Bung karno mengatakan berikan saya 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia. Jika saat ini, berikan 1000 startup digital akan kita guncang dunia,” tandasnya.

    Wapres menegaskan inovasi dan pengetahuan bisa mengubah bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global saat ini. "Jika kita tidak memulai berusaha berubah, maka kita akan menjadi konsumen negara Jepang dan Cina. Kita juga harus semangat. Banyak negara kaya akan sumber daya, tapi kalah dengan negara lebih kecil karena tidak punya semangat,” tegasnya.

    Berani Buat Perubahan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, sebelumnya menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk mendorong industri startup digital. "Tidak hanya memfasilitasi, kami ingin akselerasi adanya unicorn melalui ekosistem. Semua startup yang sudah unicorn ikut. Bagaimana kita membuat unicron berikutnya. perusahaan-perusahaan rintisan memang telah terdapat di Indonesia, terutama yang memanfaatkan teknologi digital," ungkapnya.

    Menteri Kominfo menyebutkan upaya fasilitasi untuk mempercepat pertumbuhan startup sudah dilakukan sejak tahun 2016. Menurutnya Indonesia saat ini memiliki tiga unicorn dan satu decacorn yang berbasis digital. "Kita ingin mendapatkan lebih banyak unicorn di masa mendatang. Startup Digital ini sudah dimulai pada 2016 dan yang menggerakkan adalah komunitas digital Indonesia," tegasnya.

    Bahkan melalui Gerakan 1000 Stratup Digital, Pemerintah telah mendorong sebanyak 200 perusahaan rintisan telah melalui fase ignition, inkubasi hingga mendapat suntikan modal. Sedangkan sisanya, sebanyak 800 perusahaan masih berada dalam masa inkubasi. "Kominfo tidak sendirian, ada Badan Ekonomi Kreatif, BKPM, Telkom dan perusahaan swasta lain. Kami harap yang akan datang, lebih banyak lagi startup dan success rate-nya naik," tuturnya.

    Lewat berbagai gerakan ini pemerintah juga ingin mendorong startup untuk bisa meningkatkan keberhasilan perusahaan menjadi unicorn, perusahaan start up yang telah memiliki valuasi nilai usaha sebesar USD 1 juta.

    "Saya berharap Program Ignite The Nation Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat menciptakan unicorn baru di Indonesia dan para pelaku startup dapat melalui tahapan-tahapan yang baik hingga akhirnya mampu mendapatkan modal dan terus berkembang sebagaimana unicorn yang kini dimiliki Indonesia," harap Rudiantara.

    Menteri Kominfo mendorong generasi milenial harus berani menjadi game changers atau agen perubahan.“Semua yang hadir di sini harus berani menjadi game changers, sebagai game changers kita harus berani gagal. Kita contoh para pendahulu seperti founder unicorn, seperti Erick Thohir dan Wishnutama. Mereka semua pernah gagal,” ujarnya menyemangati peserta Ignite The Nations.

    Menteri Rudiantara berkisah tentang upaya Thomas Alva Edison yang pernah 999 gagal. "Di percobaan ke-1000 baru berhasil membuat lampu. Coba bayangkan jika Thomas Alva Edison menyerah. Kita tidak akan menikmati lampu seperti saat ini,” katanya.

    Guna mengembangkan ekosistem startup digital, Menteri Kominfo menjamin pemerintah tidak akan menerapkan regulasi yang ketat agar success rate startup meningkat dan mendorong startup berkembang.

    “Pemerintah akan fokus untuk mendorong ekosistem, menerapkan regulasi untuk perlindungan bagi konsumen. Kita juga akan adakan mentor-mentor agar memberi arahan yang jelas bagi anak muda yang mau buat startup. Saya harap success rate-nya naik, unicorn dan decacorn juga bertambah,” ungkapnya.

    Pertemuan milenial digital Ignite The Nations sendiri merupakan suatu gerakan besar untuk mengobarkan rasa patriotik digital milenial Indonesia. Membangkitkan mimpi besar mereka sebagai solusi dan inovasi bagi bangsa Indonesia. Acara tersebut dihadiri lebih dari 8.000 orang peserta dan 1.411 orang relawan.

    Selain itu hadir sebagai mentor sektyor strategis antara ;lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta Kepala Bekraf Triawan Munaf.

    Ada juga sesi game changer ajang berbagi sukses dari para pendiri startup unicorn, antara lain CEO Bukapalak Achmad Zaky, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, CEO Traveloka Fery Unardi, Erick Thohir, dan Whisnutama.

    Tampak hadir dari Kementerian Kominfo, Dirjen Aplikasi Informatika Semual A. Pangerapan, Sekretaris Jenderal Rosarita Niken Widiastuti, Inspektur Jenderal Doddy Setiadji, Staf Khusus Bidang PMO dan Ekonomi Digial, Lis Sutjiati, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital Deddy Permadi, dan pejabat di lingkungan Kementerian Kominfo.

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 182/HM/KOMINFO/09/2019 tentang Palapa Ring Timur Rampung, Siap Dukung Ekosistem Esports

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan Proyek Palapa Ring Timur telah rampung. Itu artinya, proyek tersebut sudah bisa dig Selengkapnya

    Siaran Pers No. 181/HM/KOMINFO/09/2019 Tentang Layanan Data Internet di Jayapura Dibuka Secara Bertahap

    Selengkapnya

    Siaran Pers No. 180/HM/KOMINFO/09/2019 Tentang Sinergi Pemerintah dan Badan Usaha Jadi Contoh di ITU Telecom World 2019

    Setelah menggaungkan capaian keberhasilan inklusi digital di ajang internasional ITU Telecom World Budapest 2019, Kementerian Komunikasi dan Selengkapnya

    Siaran Pers No. 179/HM/KOMINFO/09/2019 Tentang Layanan Data Internet di Seluruh Papua Barat Dibuka

    Selengkapnya