FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 09-2019

    321

    Kemenkominfo dan LPS Bagikan 500 Set Up Box Gratis untuk Warga Perbatasan

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Bisnis.com, NUNUKAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan sejumlah lembaga penyiaran televisi swasta (LPS) menyerahkan 500 set up box secara gratis kepada warga Nunukan, Kalimatan Utara.

    Penyerahan ini merupakan upaya pemerintah dan swasta, untuk mendorong penetrasi TV digital di perbatasan sekaligus menciptakan ekosistem siaran digital.

    Set Top Box adalah alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog biasa.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan LPS yang memberikan secara gratis Set Up Box di Nunukan, Kalimantan Utara, antara lain Trans 7, Metro TV dan TVRI.

    Rudiantara menuturkan dengan alat yang diberikan nantinya, televisi warga perbatasan yang masih menggunakan teknologi analog, sudah dapat menyiarkan tayangan digital.

    “Yang pasti dengan Set Up Box, warga di Nunukan dan Sebatik, bisa melihat siaran digital nanti,” kata Rudiantara, Sabtu (31/8/2019).

    Rudiantara menambahkan dengan hadirnya siaran digital di perbatasan, warga perbatasan diharapkan mendapat kualitas tayangan yang lebih baik, dari sisi konten siaran dan kualitas gambar.

    Sementara itu, Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia meyakini pemberian set up box akan mendorong masyarakat di perbatasan menonton tayangan lokal.

    Dia mengatakan selama ini masyarakat di perbatasan kerap disuguhi oleh siaran Malaysia dan Singapura, karena ketidakhadiran siaran lokal selain TVRI.

    “Kalau konten analog di kota besar masuk, sudah otomatis masyarakat pindah ke digital,” kata Gery kepada Bisnis.

    Gery menambahkan sebelum ada set up box, warga perbatasan harus berlangganan tv berbayar agar dapat menonton tayangan lokal. Mereka harus membayar uang senilai Rp25.000 - Rp50.000 per bulan.

    Jika membeli set up box, kata Gery, mereka cukup membayar Rp250.000- Rp300.000 untuk sekali bayar. Harga tersebut dapat dibayar secara menyicil 6 bulan sehingga harga yang ditawarkan akan lebih murah dibandingkan dengan berlangganan.

    “Nanti kalau sudah produksi massal harganya bisa Rp150.000/ set up box. Sekarang vendor belum mulai, karena belum jalan secara masif,” kata Gery.

    Gery menuturkan meski penjualan belum masif, dibandingkan dengan tahun lalu penjualan set up box di daerah terluar, terdepan dan tertinggal meningkat, di dorong hadirnya siaran liga inggris dan bulutangkis di TVRI.

    Sementara itu, Direktur Utama TVRI Helmy Yahya mengatakan TVRI berkomitmen terus melakukan perbaikan konten dengan mengakomodir kebutuhan milenial, salah satunya melalui tayangan siaran liga inggris.

    Adapun saat ini komposisi konten di TVRI 40 persen didominasi oleh informasi, 30 persen hiburan, dan 30 persen edukasi dan budaya.

    “Jadi apa yang diinginkan milenial coba kami sajikan walaupun tidak semuanya bisa kami sajikan karena TVRI merupakan TV publik, jadi all genre,” kata Helmy.

    Sumber : bisnis.com

    Berita Terkait

    Kominfo targetkan tiga unicorn baru pada 2024

    Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan tiga perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi lebih dari Selengkapnya

    Kemenkominfo Luncurkan Seleknas TIK 2020

    JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) resmi Selengkapnya

    Di WEF 2020, Menkominfo Pamerkan Pesatnya Perkembangan Startup Indonesia

    KOMPAS.com – Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan startup. Terbukti Indonesia menduduki posisi lima dunia dengan 2.193 s Selengkapnya

    Menkominfo bahas strategi Indonesia untuk ekonomi digital di WEC

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan lansekap dunia perusahaan rintisan dan ekonomi digital di I Selengkapnya