FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 09-2019

    145

    Marak Point to Point, Loka Kendari Ketatkan Pengukuran Unlicense Band

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Kendari, Kominfo -  Penggunaan frekuensi radio dari titik ke titik (ponit to point) kian marak di Kabupaten Wakatobi. Guna menjaga ketertiban, Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kendari (Loka Kendari) mengetatkan pengukuran frekuensi radio unlicense band, seperti 2,4 GHz dan 5,8 GHz, termasuk stasiun radio maupun televisi siaran.

    “Dua unlicense band, khusunya 5,8 GHz, banyak digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan intranet di wilayah Kepulauan Wakatobi,” kata Kepala Loka Kendari Abdul Salam, Jumat (13/9/2019).

    Menurut Abdul Salam, kegiatan berlangusng sejak Selasa (10/9/2019). Tim Loka Kendari mengunjungi beberapa lokasi untuk sosialisasi on the spot. Mulai dari Bandara Haluoleo Kendari, Bandara Matahora Wakatobi, dan kantor dinas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta sekolah. "Kami membagikan alat peraga, seperti permen, leaflet, balon tepuk, dan kipas tangan berisi info tentang fungsi dan manfaat frekuensi radio dan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Abdul Salam.

    Melalui kegiatan itu, diharapkan semua pengguna frekuensi radio, khususnya radio unlicense band, di seluruh Kabupaten Wakatobi, dapat menggunakan frekuensi sesuai alokasi dan peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah. "Termasuk menggunakan perangkat telekomunikasi yang sudah tersertifikasi. Ini memastikan penggunaan wireless acces point (WAP) di daerah wisata itu tidak mengganggu citra radar, terutama pemantauan dini kebencanaan serta transportasi laut dan udara," ungkap Abdul Salam.

    Di setiap tempat,  petugas fungsional pengendali frekuensi radio Loka Kendari melakukan pengukuran langsung beberapa stasiun radio point to point di wilayah Wangi-wangi, Ibukota Kabupaten Wakatobi. "Perangkat dan wireless acces point (WAP) di 75 desa dan 25 kelurahan serta SKPD yang ada di wilayah Kabupaten Wakatobi," tutur Abdul Salam.

    Tim Loka Kendari berkoordinasi langsung dengan Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian (Dinas KSP) Kabupaten Wakatobi, selaku penyelenggara jaringan intranet di kabupaten kepulauan tersebut. Tim juga mengunjungi Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah, beberapa kantor desa dan lurah, serta sekolah yang menggunakan frekuensi dan perangkat radio point to point.

    Kepala Dinas KSP Suruddin menyambut baik upaya Loka Kendari untuk mencegah timbulnya interferensi dan memperlancar komunikasi antar pengguna frekuensi radio. Bahkan, Suruddin memerintahkan Kabid Kominfo Dinas KSP Laode Ahmad Ready Putra mendampingi Tim Loka ke Stasiun TVRI dan lokasi radar pantai untuk konservasi maritim di puncak Gunung Tindoi Wakatobi (220 mdpl). Tower radar ditempati empat radio point to point milik Dinas KSP Wakatobi dengan pointing dan sinyal menjangkau Pulau Kaleduppa, Binongko, Tomia, dan Runduma.

    Berita Terkait

    Tahun 2020, Kominfo Tingkatkan Alokasi Penguatan GPR Rp48 Miliar

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 untuk memperkuat peran sebagai Selengkapnya

    Menkominfo Letakkan Batu Pertama Kantor Balmon Padang

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Padang, S Selengkapnya

    Kominfo Dukung Prioritas Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan

    Pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi perhatian serius Pemerintah. Guna menyiapkan SDM Indonesia yang unggul, sektor pendidikan dan Selengkapnya

    Kerja Bareng Tiga Kementerian untuk Tekan Perdagangan Ponsel Ilegal

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan kerja sama telah terjalin antara Kementerian Kominfo, Kementerian Perindustrian da Selengkapnya