FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 09-2019

    139

    Pemerintah Dorong Desa Bawomataluo Nias Jadi Warisan Dunia UNESCO

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Seorang pemuda menampilkan atraksi lompat batu pada kegiatan Sail Nias 2019 di Desa Bawomatuluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis (12/9/2019). Atraksi lompat batu merupakan salah satu tradisi Suku Nias yang menjadi daya tarik objek wisata di Kepulauan Nias. - (antarafoto)

    Nias Selatan, Kominfo – Pemerintah dan Panitia Pusat Sail Nias 2019 berencana mengajukan desa tradisional Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan menjadi warisan dunia UNESCO.

    Seperti diketahui, desa Bawomataluo memiliki tradisi unik yakni Lompat Batu. Tradisi tersebut hanya bisa ditemukan di Kepulauan Nias khususnya desa Bawomataluo yang masih melestarikannya hingga saat ini. 

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, usulan untuk mengajukan desa Bawomataluo di warisan dunia UNESCO disampaikan dalam Seminar International on Nias Heritage 2019 di Gunungsitoli, yang merupakan rangkaian kegiatan Sail Nias.

    "Keindahan dan kekayaan alam di daerah ini tidak perlu diragukan, dalam Seminar International on Nias Heritage 2019 di Gunungsitoli yang merupakan rangkaian kegiatan Sail Nias, salah satunya untuk mengajukan desa Bawomataluo menjadi warisan dunia UNESCO," kata Menko Luhut di Nias Selatan, Sabtu (14/09/2019). 

    Menko Luhut yakin, dengan masuknya desa Bawomataluo dalam situs warisan budaya UNESCO, akan meningkatkan jumlah wisatawan asing ke kepulauan Nias.

    "Kita ini mau menjadikan (desa Bawomataluo) warisan dunia UNESCO, kalau itu menjadi warisan dunia UNESCO maka akan ada di website UNESCO dan ini akan menjai tujuan turis," ujarnya. 

    "Jadi, kami datang kesini untuk memberikan dukungan suksesnya ini semua. Acara Sail Nias 2019 ini," tambahnya. 

    Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan, perhelatan Sail Nias 2019 yang bertemakan Nias Menuju Gerbang Wisata Bahari Dunia ini, tidak hanya berhenti di acara puncak. 

    "Salah satu kompetisi surfing itu akan betul-betul mensukseskan Nias, promosikan Nias dan ke depan kita akan membuat program mungkin paket harian. Kita akan sosialisasi berbagai macam platform untuk nantinya Nias makin dikenal," ungkapnya. 

    Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada 2016 lalu di Gunungsitoli. Presiden menitipkan beberapa hal untuk pemerintah Daerah se-kepulauan Nias. 

    "Presiden menitipkan pesan pada pemerintah daerah untuk berfokus pada dua potensi terbesar di pulau Nias yaitu pariwisata dan perikanan," pungkas Menko Luhut.**

    Berita Terkait

    Pemerintah Apresiasi Demonstrasi Mahasiswa

    Pemerintah mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa karena memang bernuansa untuk mengoreksi kebijakan terhadap rancangan und Selengkapnya

    500 Penari Tarian Kolosal Nias Meriahkan Puncak Sail Nias 2019

    Ratusan penari tarian Kolosal Eksotika Budaya Nias dan pelompat batu turut memeriahkan Pembukaan Puncak Acara Sail Nias 2019. Penanggungjawa Selengkapnya

    Pemerintah Nyatakan Akan Terus Tindak Tegas Pelaku Karhutla

    Pemerintah menyatakan akan terus melanjutkan penegakan hukum yang keras serta tegas kepada para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Indones Selengkapnya

    Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

    Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilak Selengkapnya