FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 10-2019

    773

    ID-IGF 2019 Pertemukan Persepsi Multistakeholder Komunitas TIK Indonesia

    Kategori Berita Kementerian | patr001

    Jakarta, Kominfo – Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) merupakan sebuah forum untuk mempertemukan persepsi-persepsi multistakeholders komunitas TIK. Forum itu, menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan ditargetkan dapat membahas masalah internet di Indonesia secara komprehensif. 

    “Permasalahan kita terhadap penanganan internet adalah perbedaan persepsi antara pemangku kepentingan.  Jadi belum pernah menceritakan masalah internet secara komprehensif. Setiap stakeholder itu memperjuangkan kepentingannya lewat persepsinya,” kata Dirjen Semuel saat Pembukaan ID-IGF 2019 di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) II, Jakarta, Rabu (09/10/2019).

    Melalui pertemuan itu, Dirjen Semuel meyakini, pengelolaan internet di Indonesia yang kompleks akan lebih mudah dilakukan dengan adanya pemahaman antarsektor yang berkaitan.

    “Ini adalah forumnya agar kita mendengar untuk memahami persepsi sektor lain. Ini yang kita harapkan agar nantinya kita bisa mempertemukan persepsi-persepsi untuk menyelesaikan masalah yang kompleks ini” tambahnya.

    Direktur Tata Kelola Aptika Ditjen Aptika Kementerian Kominfo Mariam F. Barata menjelaskan bahwa IGF adalah sebuah forum tata kelola internet yang berisikan multi stakeholder bidang TIK dari berbagai profesi dan negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    “Indonesia adalah salah satu anggota dari IGF dengan banyak multistakeholder dari berbagai kalangan seperti dari kalangan pendidikan, bisnis, komunitas, masyarakat sipil dan pemerintahan,” kata Mariam yang menjadi Koordinator Multistakeholder Advisory Group ID-IGF.

    Tahun ini ID-IGF 2019 mengusung tema “Internet Punya Siapa?”. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai topik sosial budaya, ekonomi, hukum dan regulasi, infrastruktur, serta Youth lD-lGF. Aspek sosial budaya membahas Indonesia Society 5.0 dan bagaimana  meningkatkan SDM teknologi Digital. Aspek ekonomi membahas bagaimana Indonesia bersaing di  era ekonomi digital dan mengenal lebih jauh tentang inklusi digital. 

    Selain itu ada juga pembahasan mengenai aspek hukum membahas data pribadi milik siapa dan kebijakan keamanan siber antara keamanan negara dan hak publik. Aspek infrastruktur membahas  jaringan khusus tertutup nasional/ National Research and Education Network. Dari aspek Youth ID-IGF membahas apa yang akan dilakukan kaum milenial dalam memanfaatkan internet.

    Direktur Mariam berharap dialog nasional tersebut dapat melengkapi masukan saaat pertemuan lnternet Governance Forum Global 2019 di Berlin, Jerman. "Dimana tema Dialog Nasional lD-lGF in-line dengan tema IGF Global One World, One Net, One Vision," pungkasnya. (PS)

    Berita Terkait

    KPI Serukan Kepedulian dan Solidaritas Sosial Lawan Pandemi

    Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) yang diperingati setiap tanggal 1 April, merupakan momentum untuk mengingat kembali tentang kontribusi Selengkapnya

    Kelola Informasi Covid-19, Pemerintah Buat Protokol Komunikasi Publik

    Pemerintah telah membuat protokol komunikasi publik yang memberikan informasi penting di berbagai kanal informasi, berkaitan dengan upaya-up Selengkapnya

    Menkominfo Imbau Mitra Kerja Tempatkan Data Center di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengimbau para mitra kerja Kementerian Kominfo, baik Facebook, Google dan penyedia platfo Selengkapnya

    Kominfo Targetkan Peningkatan Komunikasi Publik Hingga ke Desa

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berharap dinas kominfo di tingkat pemerintah kabupaten dan kota dapat meningkatkan fungsi komunikasi Selengkapnya