FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 10-2019

    213

    Artis dan Pegiat Industri Kreatif Diskusikan Narasi Keberagaman

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Sejumlah aktris, pegiat industri kreatif, pegiat sosial-keagamaan, dan menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya Bina Graha, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

    Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu berlangsung diskusi tentang aktivitas yang selama ini sudah mereka lakoni. Selain itu, mereka juga memberikan masukan kepada pemerintah tentang pelbagai pengalaman yang sudah pernah mereka rasakan.

    Musisi Joshua Matulessy atau yang beken dengan nama JFlow mengatakan ke depan pemerintah harus mempunyai strategi 4S. Yakni story; superstar, spoke person, dan support.

    Soal superstars ia mencontohkan Brasil. Meski negara itu miskin, namun masyarakat Brasil punya kebanggaan akan bintang-bintang sepakbolanya. Semua anak muda Brasil ingin menjadi pemain bola.

    Juga soal spoke person. Anak-anak muda yang banyak mendapatkan informasi dari media sosial, menurut dia, tidak cukup memahami akan kondisi negara yang sebenarnya.

    “Karena spoke person yang menyampaikan kondisi negara ini tidak membuat lebih baik,” katanya.

    Jaga Pluralitas

    Aktris Cinta Laura menambahkan Indonesia dengan pluralitasnya harus terus dijaga. Sebab, kata dia, pluralitas itu identitas kita. Ia bercerita pernah melihat tayangan televisi di mana ada seorang yang menggunakan kemben saat upacara adat harus disensor karena dianggap porno.

    “Ini agak aneh. Padahal itulah kekayaan budaya kita,” ungkapnya.

    Karenanya, ia berharap ke depan pemerintah mampu menjaga dan memelihara keragaman budaya yang ada di Indonesia ini.

    Pentingnya memelihara keragaman ini juga diungkapkan Angsoka YP. Ekonom Bank Indonesia yang peduli masalah pendidikan, mengatakan Indonesia harus bisa bertahan lama.

    Jalan yang bisa ditempuh adalah dengan dengan memikirkan anak-anak mudanya.

    “Pertahanan yang kuat, tidak saja melalui militer namun juga perlu mendorong anak-anak muda produktif,” ujarnya. Kata dia, ada tiga hal yang dibutuhkan anak muda Indonesia: economic forum, literasi, dan kompetensi.

    Moeldoko yang didampingi Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani menyambut baik semua masukan itu.

    Kepada mereka, Moeldoko mengakui bahwa tidak mudah memang mengelola negara sebesar Indonesia yang beragam ini. Karenanya, pemerintah butuh masukan dan batuan dari anak-anak muda yang punya pengaruh ini.

    “Kita bersinergi membangun negeri ini agar ke depan lebih baik,” katanya. Moeldoko berjanji semua masukan itu akan dirumuskan agar bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan.

     


    Berita Terkait

    Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim Jadi Kebanggaan Nasional

    Percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Timur (Jatim) perlu dukungan semua pihak. Implementasi Pembangunan ini tidak hanya menjadi keba Selengkapnya

    Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0, ASN Harus Miliki Kompetensi dan Komitmen Kebangsaan

    Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini dituntut untuk memiliki kompetensi dan komitmen kebangsaan guna merespon berbagai tantangan di Selengkapnya

    Tiga KEK Baru Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional, Industri Kreatif, Hingga Topang Neraca Perdagangan

    Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui penetapan 3 (tiga) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Ta Selengkapnya

    Kemenperin Akan Lahirkan 2000 Pelaku Industri Kreatif Tahun 2020

    Kementerian Perindustrian serius memacu penumbuhan para pelaku industri kreatif di Tanah Air. Sebab, sektor strategis tersebut dinilai mampu Selengkapnya