FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    30 11-2019

    25

    Siap Gelar MOTS 2020, Kominfo Turunkan Tim dari 22 UPT

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Solo, Kominfo – Setelah menuntaskan delapan pilot project pelaksanaan Maritim on the Spot (MOTS) sepanjang 2019, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) kembali akan menyasar 22 pelabuhan di 2020.

    Diharapkan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah yang ditunjuk untuk melaksanakan MOTS dapat belajar dari pengalaman UPT yang sudah menjalankannya tahun ini. “Teman-teman bisa langsung menyesuaikan, tidak lagi harus dimulai dari awal untuk meraba, tetapi langsung join pada level yang sama dengan teman-teman UPT yang sudah memiliki pengalaman,” kata Direktur Operasi Sumber Daya Dwi Handoko pada sambutan pembukaan Sosialisasi Persiapan Perizinan MOTS Tahun 2020, Jumat (29/11/2019) di Solo.

    Evaluasi menyeluruh dilakukan dari berbagai sisi, mengingat tahun depan MOTS diperluas jumlah pelabuhan yang menjadi target. Bahkan, untuk tahun 2021, target akan diperluas lagi menjadi 35 UPT. “Kegiatan ini mudah-mudahan bisa mempercepat layanan perizinan dan edukasi terhadap nelayan,” harapnya.

    Layanan yang dimaksud adalah Izin Stasiun Radio (ISR) Maritim dan Sertifikasi Operator Radio (SOR) bagi nelayan. Delapan lokasi loket pilot project MOTS 2019 adalah Pelabuhan Muara Baru UPT PPS Nizam Zachman, Pelabuhan Karangsong Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Pelabuhan Untia, Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Pelabuhan KKP Brondong, Pelabuhan Bajomulyo, Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, dan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari.

    “Cukup banyak pelajaran yang kita peroleh, banyak kendala, tetapi Alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah mulai bisa kita atasi,” kata Dwi.

    Diakui, MOTS tidak bisa dijalankan Ditjen SDPPI sendiri, melainkan perlu kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian kelautan dan Perikanan. Ada interaksi ketiga lembaga dalam memuluskan perizinan. “Memahami cara berkomunikasi di laut dengan baik dan benar itu cukup sulit bagi nelayan, tapi kerja sama dengan KKP dan Perhubungan Laut, sosialisasi semakin bisa ditingkatkan,” katanya.

    Dwi juga mengapresiasi rekan-rekan di UPT yang cukup banyak melakukan inovasi dalam sosialisasi kepada nelayan. Apalagi, kegiatan ini tidak sekadar nelayan mendapatkan ISR Maritim, tetapi juga sosialisasi memanfaatkan spektrum frekuensi dan perangkat sesuai peruntukannya.

    Kegiatan di Solo ini dihadiri Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Ditjen Perikanan Tangkap KKP, pejabat di lingkungan Ditjen SDPPI Kemkominfo, dan pejabat dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio seluruh Indonesia.

    Berita Terkait

    Hadapi Era Disruptif, ASN Kominfo Perlu Terapkan Teori U

    Menghadapi era disruptif, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Komunikasi dan Informatika perlu menerapkan Teori U, dimana seorang ASN ha Selengkapnya

    Sampaikan Informasi Publik, Kominfo Berupaya Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo mengatakan, Kementerian Kominfo mel Selengkapnya

    Percepat Gerakan 100 Smart City, Kominfo Bangun 3.447 BTS pada 2020

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana membangun lebih banyak infrastruktur pendukung guna mendorong percepatan Gerakan 100 Smart Selengkapnya

    Pamit dari Kemkominfo, Rudiantara Titip Program Ini kepada Menteri Johnny

    Mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menitipkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi (ICT) k Selengkapnya