FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 12-2019

    482

    Potensi KORPRI Kembangkan Revolusi Mental dan Pembangunan Desa

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) memiliki potensi strategis dalam Gerakan Revolusi Mental dan berperan penting dalam pembangunan desa. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, Sonny Harry B. Harmadi mengajak anggota KORPRI terlibat membangun desa dalam kerangka Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

    “KORPRI yang anggotanya juga terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, Pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan dan Perangkat Pemerintah Desa berpotensi strategis membangun desa sesuai kerangka revolusi mental,” ujar Deputi Sonny saat memberikan arahan kegiatan Focus Group Discussion bertema ‘KORPRI Berkarya Membangun Desa dalam kerangka GNRM. Agar pemberdayaan masyarakat, desa dan kawasan meningkat dibutuhkan peran aktif anggota KORPRI,” kata Deputi Sonny di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

    Dengan jumlah anggota KORPRI yang besar, KORPRI, lanjutnya, berperan besar membantu pemberdayaan masyarakat, desa dan kawasan. “Saya minta anggota KORPRI dapat turun ke desa sesuai dengan profesinya. Yang ahli keuangan dapat membantu akuntabilitas keuangan desa, yang ahli ekonomi dan koperasi dapat membantu mengembangkan BUMDes dan sebagainya. Untuk itu KORPRI harus dapat mendata anggotanya yang tinggal di desa sehingga dapat membantu kapasitas di desa masing-masing," kata Sonny.

    Sesuai Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016, GNRM harus diaplikasikan oleh pemerintah baik di pusat dan daerah. Deputi Sonny berharap kegiatan Focus Group Discussion dapat memberikan sesuatu yang riil sebagai solusi untuk pembangunan desa.

    Ditegaskannya pula kepada para anggota KORPRI bahwasanya harus menjadi pelaku  program GNRM. KORPRI harus dapat menjadi agen perubahan dan membantu menyampaikan informasi program-program pemerintah termasuk menangkal hoax dan menjadi pelopor dalam sikap toleransi dan kebhinekatunggal-ikaan,” pintanya. 

    Di penghujung sambutannya, Deputi Sonny mengutip kata-kata Bung Karno kembali mengingatkan, “Janganlah kita mencari kepeloporan mental pada orang lain. Carilah kepeloporan mental itu pada diri kita sendiri.”

    Focus Group Discussion bertema ‘KORPRI Berkarya Membangun Desa dalam kerangka GNRM,” menghadirkan narasumber Asisten Deputi bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Damayani Tyastianti. Damayani memaparkan Reformasi Birokrasi dalam mendukung pembangunan di desa. 

    Kepala Biro Hukum dan Organisasi Dewan Pengurus KORPRI Nasional Ade Gunawan menjelaskan mengenai "Fungsi dan peran KORPRI sebagai motor penggerak di lini depan". 

    Focus Group Discussion yang dimoderatori oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum ini berjalan hangat. Indri pada kesempatan ini mengajak juga anggota KORPRI dapat menjadi fasilitator dan pendamping dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

    Selanjutnya peserta dibagi dalam dua kelompok diskusi yaitu merumuskan masukan usulan rekomendasi kebijakan untuk penguatan lembaga ekonomi masyarakat desa melalui peran KORPRI; dan fungsi dan  peran KORPRI dalam pemberdayaan masyarakat desa.

    Sebagai penutup, Ketua Umum KORPRI, Prof Zudan Arif Fakrulloh dalam pengarahannya mengatakan bahwa tema ini akan menjadi kerja nyata bagi KORPRI. Mulai dari desa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. KORPRI harus mudah bertransformasi, bekerja  profesional dengan standar layanan tertinggi. “KORPRI  Berkarya Membangun Desa diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi  kerja besar yang berdampak signifikan bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. 

    Acara diakhiri dengan penandatangan rumusan hasil FGD-GNRM: "KORPRI Berkarya Membangun Desa" oleh Ketua Umum KORPRI diikuti perwakilan Dewan Pengurus KORPRI Pusat dan Daerah serta Kementerian/Lembaga.

    Hadir dalam kesempatan ini pula, Staf Ahli Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif  Kemenko PMK Aris Dharmansyah, Staf Ahli Bidang Multikulturisme, Restorasi Sosial dan Jatidiri Bangsa Kemenko PMK Haswan Yunaz serta Dewan Pengurus KORPRI Pusat, Dewan Pengurus KORPRI Kementerian/Lembaga, Dewan Pengurus KORPRI Pronvinsi dan Kabupaten/Kota.

    Berita Terkait

    Presiden: Realisasi Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan dengan Baik

    Sejumlah program dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun dikeluarkan pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat ter Selengkapnya

    Presiden Instruksikan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban

    Pada November 2019 lalu Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pembangunan be Selengkapnya

    Gandeng Google, Kemenag Luncurkan Transformasi Digital Pendidikan Madrasah

    Kementerian Agama meluncurkan program transformasi digital pendidikan Madrasah. Program ini dilaksanakan dengan menggandeng raksasa perusaha Selengkapnya

    Bangun Ekonomi dari Pinggiran untuk Pemerataan Pembangunan

    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga adalah Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memiliki tugas untuk menetap Selengkapnya