FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 12-2019

    282

    Pertama Kali Dalam 20 Tahun, IPM Indonesia Masuk Kategori Tinggi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Kader Posyandu Palawi memijat tubuh balita saat kegiatan Posyandu di Desa Sukajadi, Rantau, Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (6/11/2019). - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Development Program (UNDP), dalam siaran persnya Selasa (10/11) mengumumkan bahwa Indonesia untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir masuk ke dalam kelompok negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi.

    “Nilai IPM Indonesia untuk 2018 adalah 0,707, yang menempatkan negara ini dalam kategori pembangunan manusia yang tinggi, berada di posisi  di 111 dari 189 negara dan wilayah,” tulis laporan UNDP bertajuk “Melampaui Pendapatan, Melampaui Rata-Rata, Melampaui Hari Ini: Ketidaksetaraan dalam Pembangunan Manusia di Abad ke-21” itu.

    Menurut UNDP, sepanjang tahun 1990 hingga 2018, nilai IPM Indonesia meningkat 34,6 persen, dari 0,525 menjadi 0,707. Selama periode tersebut, harapan hidup di Indonesia saat lahir meningkat 9,2 tahun menjadi 71,5 tahun, tahun rata-rata lama sekolah meningkat 4,7 tahun menjadi 8 tahun, dan tahun lama sekolah yang diharapkan meningkat dari 2,8 tahun menjadi 12,9 tahun.

    Sementara Gross National Income (GNI) meningkat sekitar 155,9 persen, dari 4,399 dollar AS (1990) menjadi 11,256 dollar AS (2019. Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet menilai, masuk dalam kelompok dengan IPM tinggi adalah adalah tonggak bersejarah bagi Indonesia.  “Prestasi ini adalah hasil dari komitmen nasional yang kuat untuk pembangunan manusia, yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

    Kurangi Kesenjangan Laporan UNDP itu juga mengingatkan pentingnya upaya-upaya yang lebih maksimal dalam pencegahan ketimpangan di Indonesia. Menurut UNDP, bila ketimpangan dimasukkan dalam pengukuran, maka nilai IPM Indonesia bisa anjlok sampai 17.4 ersen. Sementara di negara-negara Asia Timur dan Pasifik akibat ketimpangan adalah 16,6 persen.

    Karena itu, Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet mengingatkan, bahwa laporan UNDP itu juga membawa pesan yang perlu diperhatikan Indonesia dalam pembangunan manusia untuk kemajuan lebih lanjut yaitu perlunya mengurangi kesenjangan, dan mengantisipasi kesenjangan baru di masa depan. “UNDP akan terus menjadi mitra Indonesia untuk kemajuan pengembangan manusia,” tegas Perwakilan UNDP Indonesia itu.

    Sumber 

    Berita Terkait

    Presiden Minta Kemudahan Berusaha Indonesia Naik ke Peringkat 40

    Presiden Joko Widodo menginginkan ada akselerasi peningkatan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business dari posisi 74 menjadi Selengkapnya

    Menko PMK: Indonesia Masih Aman dari Virus Corona

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan bahwa sampai hari ini Indonesia masih Selengkapnya

    Persiapan Piala Dunia FIFA U-20, Bahas Venue dan Persiapan Timnas

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 Tahun 2021 sudah sangat dekat sekali untuk itu perlu disiapkan Selengkapnya

    Presiden Sampaikan Kesiapan Indonesia Mainkan Peran di Bidang Energi

    Presiden Joko Widodo menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada Forum Abu Dhabi Suistainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Selengkapnya